Social Items


RiauJOS.com, Pekanbaru - Jenazah almarhum Dokter Ganteng, Ryan Thamrin selesai dimakamkan di Pemakaman Umum Labuai di Jalan Kesadaran, Kota Pekanbaru, Jumat siang, 4 Agustus 2017.

Almarhum dimakamkan di pemakaman umum di dekat rumah duka, tepatnya rumah abang almarhum.

Selesai tanah diurug, papan tanda nisan pun ditancapkan. Selanjutnya, pihak keluarga almahum yang terdiri dari ibu, kakak, abang, sepupu, dan lain-lain menaburkan bunga di atas pusara almahum kemudian dilanjutkan dengan melakukan do'a bersama.

Raut kesedihan tampak menyelimuti wajah anggota keluarga almarhum. Seratusan pelayat terlihat memadati area pemakaman.

Rumah Duka, Rumah Abang Dokter Ryan Thamrin


Seorang teman SMP Ryan, Eddy Rivana, mengaku sangat kehilangan sahabatnya Ryan.

Eddy merupakan salah satu teman satu kelas Ryan saat masih SMP 4. Mereka adalah angkatan 1992.

Dikutip Riau JOS dari laman Tribun, Jumat, 4 Agustus 2017, Eddy menceritakan, Ryan adalah sosok yang sangat baik.

Dokter Ryan Thamrin dikenal pintar, juara kelas, dan tidak sombong. Dia bergaul dengan siapa saja dan tidak membeda-bedakan teman.

Hari-harinya selalu penuh keceriaan. Setiap hari, Eddy dan Ryan bersama teman-teman sekelas lainnya, naik angkot dari sekolah ke rumah.

Satu hal yang tidak pernah dilupakan Eddy adalah Ryan sangat sering mentraktir membagi ongkos teman-temannya.

“Almarhum itu suka traktir bantu bayarin duit transport kawan-kawan yang naik trans,”kenang Eddy yang kini kerja sebagai PNS di Pemko Tanjungpinang.

Bahkan saking seringnya pulang bareng, mereka punya langganan angkot dengan nama supirnya adalah Lae, sebutan abang untuk orang Medan

“Dulu sama-sama pulang sekolah naik transport (angkot). Nama yang bawa kita panggil Lae karena memang orang Medan tapi baik,” kenang Eddy lagi.


Dokter Ganteng, Ryan Thamrin Dimakamkan di Pemakaman Umum Labui, Jalan Kesadaran Pekanbaru


RiauJOS.com, Pekanbaru - Jenazah almarhum Dokter Ganteng, Ryan Thamrin selesai dimakamkan di Pemakaman Umum Labuai di Jalan Kesadaran, Kota Pekanbaru, Jumat siang, 4 Agustus 2017.

Almarhum dimakamkan di pemakaman umum di dekat rumah duka, tepatnya rumah abang almarhum.

Selesai tanah diurug, papan tanda nisan pun ditancapkan. Selanjutnya, pihak keluarga almahum yang terdiri dari ibu, kakak, abang, sepupu, dan lain-lain menaburkan bunga di atas pusara almahum kemudian dilanjutkan dengan melakukan do'a bersama.

Raut kesedihan tampak menyelimuti wajah anggota keluarga almarhum. Seratusan pelayat terlihat memadati area pemakaman.

Rumah Duka, Rumah Abang Dokter Ryan Thamrin


Seorang teman SMP Ryan, Eddy Rivana, mengaku sangat kehilangan sahabatnya Ryan.

Eddy merupakan salah satu teman satu kelas Ryan saat masih SMP 4. Mereka adalah angkatan 1992.

Dikutip Riau JOS dari laman Tribun, Jumat, 4 Agustus 2017, Eddy menceritakan, Ryan adalah sosok yang sangat baik.

Dokter Ryan Thamrin dikenal pintar, juara kelas, dan tidak sombong. Dia bergaul dengan siapa saja dan tidak membeda-bedakan teman.

Hari-harinya selalu penuh keceriaan. Setiap hari, Eddy dan Ryan bersama teman-teman sekelas lainnya, naik angkot dari sekolah ke rumah.

Satu hal yang tidak pernah dilupakan Eddy adalah Ryan sangat sering mentraktir membagi ongkos teman-temannya.

“Almarhum itu suka traktir bantu bayarin duit transport kawan-kawan yang naik trans,”kenang Eddy yang kini kerja sebagai PNS di Pemko Tanjungpinang.

Bahkan saking seringnya pulang bareng, mereka punya langganan angkot dengan nama supirnya adalah Lae, sebutan abang untuk orang Medan

“Dulu sama-sama pulang sekolah naik transport (angkot). Nama yang bawa kita panggil Lae karena memang orang Medan tapi baik,” kenang Eddy lagi.