Dinsos DKI Jakarta Ungkap Kebohongan Kisah Viral Penjual Es Keliling yang Mengaku Yatim Piatu

RiauJOS.com, Jakarta - Maraknya kisah viral yang bertebaran di media sosial, seringkali membuat warga internet (netizen) terkaget-kaget, trenyuh ataupun terbelalak hingga membuat hati manusia tersentuh untuk bersegera menolong  orang di dalam cerita.

Baru-baru ini, Dinas Sosial DKI Jakarta berhasil mengungkap kebohongan cerita viral kisah anak yatim piatu yang menjual es untuk bertahan hidup. Cerita menyentuh hati itu, membuat netizen memberikan bantuan berupa uang maupun barang. Setelah ditelusuri, ternyata kenyataan berkata lain.

Anak dalam kisah viral itu, bukanlah anak yatim, dan bukan pula anak yang membutuhkan pertolongan, sebaliknya, si anak memanfaatkan rasa belas kasihan untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Berikut kutipan lengkap Dinsos DKI Jakarta, melalui halaman Facebook pada Senin, 28 Agustus 2017.

Sedikit Penjelasan mengenai seorang anak warga kami yg menjadi viral di Medsos

Anak ini bernama lengkap ADITTIA APRIL SETIAWAN

Ayahnya bernama WINARNO ibunya PURWANTI

tinggal bersama

Kakeknya yg bernama JANGKE serta Neneknya TRI

Kedua orang tuanya sdh berpisah , ayahnya pergi tidak tahu rimbanya , sedangkan ibunya bekerja keluar negri sebagai TKW , sesekali kabarnya ada mengirimkan uang juga untuk anaknya

Sehari hari ADIT tinggal bersama kakek dan neneknya

Adapun ADIT berdagang es sampai larut malam menurut keterangan dari para tetangga ( warga sekitar ) menjajakan es buatan dari neneknya sendiri yg konon katanya kalau dagangannya tidak habis dia akan kena marah dari neneknya

Perlu di perjelas disini bahwa sebetulnya mereka bukanlah dari keluarga susah atau miskin , bangunan rumahnyapun tergolong lumayan bagus dibanding dg rumah tetangga kanan kirinya , kakeknya JANGKE sebagai nelayan masih segar dan punya usaha bagan

Sedangkan neneknya ( Ibu TRI ) menurut keterangan warga punya usaha meminjamkan uang kepada warga yg membutuhkan

Dan celakanya si ADITTIA ini juga tidak JUJUR , dalam berdagang dia kerap mencari sensasi dari orang yg melihatnya , mengatakan bahwa ayah ibunya sdh meninggal dunia dan dia tidur juga dijalanan , padahal si ADITTIA ini kalau dagangannya belum habis dia bagi2kan kepada teman2nya dan dia sendiri bermain Warnet sampai menjelang pagi karena dia mendapatkan uang banyak dari orang2 yg kasihan melihat dirinya , hal ini banyak warga yg melihat

Beberapa hari ini sejak si ADITTIA ini di ekspos dan menjadi viral di Medsos , rumahnya kedatangan banyak pengunjung , baik dari instansi pemerintahan , kepolisian , wartawan , media Tv dan berbagai kalangan masyarakat , sehingga menjadi polemik di warga masyarakat sekitar , karena warga mengetahui persis keadaan sehari hari keluarga tersebut dan warga berpendapat bahwa bantuan yg datang dari berbagai pihak itu adalah salah sasaran , karena disekitar rumah dari keluarga JANGKE dan ibu TRI itu , justru banyak keluarga yg betul2 tidak mampu dan layak mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah

ini hanya sekedar penjelasan kecil agar bpk/ibu/sdr/i janganlah mudah percaya atas pemberitaan yg terkadang hanya sensasi belaka

Jika ingin tahu apa yg sesungguhnya terjadi seharusnya pemerintah membentuk semacam team infestigasi , datang dan bertanya langsung dg para tetangga sekitar.

Dinsos DKI Jakarta Ungkap Kebohongan Kisah Viral Penjual Es Keliling yang Mengaku Yatim Piatu

Dinsos DKI Jakarta Ungkap Kebohongan Kisah Viral Penjual Es Keliling yang Mengaku Yatim Piatu

RiauJOS.com, Jakarta - Maraknya kisah viral yang bertebaran di media sosial, seringkali membuat warga internet (netizen) terkaget-kaget, trenyuh ataupun terbelalak hingga membuat hati manusia tersentuh untuk bersegera menolong  orang di dalam cerita.

Baru-baru ini, Dinas Sosial DKI Jakarta berhasil mengungkap kebohongan cerita viral kisah anak yatim piatu yang menjual es untuk bertahan hidup. Cerita menyentuh hati itu, membuat netizen memberikan bantuan berupa uang maupun barang. Setelah ditelusuri, ternyata kenyataan berkata lain.

Anak dalam kisah viral itu, bukanlah anak yatim, dan bukan pula anak yang membutuhkan pertolongan, sebaliknya, si anak memanfaatkan rasa belas kasihan untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Berikut kutipan lengkap Dinsos DKI Jakarta, melalui halaman Facebook pada Senin, 28 Agustus 2017.

Sedikit Penjelasan mengenai seorang anak warga kami yg menjadi viral di Medsos

Anak ini bernama lengkap ADITTIA APRIL SETIAWAN

Ayahnya bernama WINARNO ibunya PURWANTI

tinggal bersama

Kakeknya yg bernama JANGKE serta Neneknya TRI

Kedua orang tuanya sdh berpisah , ayahnya pergi tidak tahu rimbanya , sedangkan ibunya bekerja keluar negri sebagai TKW , sesekali kabarnya ada mengirimkan uang juga untuk anaknya

Sehari hari ADIT tinggal bersama kakek dan neneknya

Adapun ADIT berdagang es sampai larut malam menurut keterangan dari para tetangga ( warga sekitar ) menjajakan es buatan dari neneknya sendiri yg konon katanya kalau dagangannya tidak habis dia akan kena marah dari neneknya

Perlu di perjelas disini bahwa sebetulnya mereka bukanlah dari keluarga susah atau miskin , bangunan rumahnyapun tergolong lumayan bagus dibanding dg rumah tetangga kanan kirinya , kakeknya JANGKE sebagai nelayan masih segar dan punya usaha bagan

Sedangkan neneknya ( Ibu TRI ) menurut keterangan warga punya usaha meminjamkan uang kepada warga yg membutuhkan

Dan celakanya si ADITTIA ini juga tidak JUJUR , dalam berdagang dia kerap mencari sensasi dari orang yg melihatnya , mengatakan bahwa ayah ibunya sdh meninggal dunia dan dia tidur juga dijalanan , padahal si ADITTIA ini kalau dagangannya belum habis dia bagi2kan kepada teman2nya dan dia sendiri bermain Warnet sampai menjelang pagi karena dia mendapatkan uang banyak dari orang2 yg kasihan melihat dirinya , hal ini banyak warga yg melihat

Beberapa hari ini sejak si ADITTIA ini di ekspos dan menjadi viral di Medsos , rumahnya kedatangan banyak pengunjung , baik dari instansi pemerintahan , kepolisian , wartawan , media Tv dan berbagai kalangan masyarakat , sehingga menjadi polemik di warga masyarakat sekitar , karena warga mengetahui persis keadaan sehari hari keluarga tersebut dan warga berpendapat bahwa bantuan yg datang dari berbagai pihak itu adalah salah sasaran , karena disekitar rumah dari keluarga JANGKE dan ibu TRI itu , justru banyak keluarga yg betul2 tidak mampu dan layak mendapatkan perhatian dan bantuan dari pemerintah

ini hanya sekedar penjelasan kecil agar bpk/ibu/sdr/i janganlah mudah percaya atas pemberitaan yg terkadang hanya sensasi belaka

Jika ingin tahu apa yg sesungguhnya terjadi seharusnya pemerintah membentuk semacam team infestigasi , datang dan bertanya langsung dg para tetangga sekitar.