5 Hari Bertengger di Menara Sutet, Agustinus Gagal Diturunkan Secara Paksa

RiauJOS.com, Jakarta - Rencana menurunkan paksa Agustinus dari tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) Jalan Yos Sudarso, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat, 18 Agustus 2017 belum berhasil.

Pria yang sudah lima hari bertengger di menara Sutet, menolak diturunkan. Bahkan mengancam petugas. Demi keselamatannya akhirnya akhirnya proses penurunan Agustinus ditunda.

“Upaya penurunan dan penyelamatan hari ini tidak berhasil, yang bersangkutan menolak untuk diturunkan,” kata Kasie Ops Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Abdul Wahid, Jumat malam, dikutip Riau JOS dari laman Poskota News.

Agustinus masih bersikeras tidak mau turun, karena sudah malam, tentu juga berbahaya kepada petugas. Apalagi pria itu naik di tiang listrik bertegangan tinggi.

Proses evakuasi sudah dilakukan sejak pukul 14.00 WIB siang tadi. Namun berhubung waktu semakin larut dan berisiko akan membahayakan petugas, akhirnya penurunan paksa dibatalkan.

Sebelumnya, empat unit mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan dalam proses evakuasi ini. Satu unit mobil bronto skylift bahkan ikut didatangkan.

Agus sudah berada di atas tower sutet, sejak Senin, 14 Agustus 2107, sekitar pukul:04.00 WIB. Dia memanjat tower sutet dengan membawa 6 spanduk yang ditulis dan dibentangkan diketinggian 50 meter.

Spanduk itu bertuliskan, Jual organ tubuh untuk biaya pengusutan kasus pembunuhan anak-anak di NTT oleh TNI dan Densus 88, norek BRI: 02740100256756 An. LSM AJAR. DPD/DPR/MPR, HOMO_LESBI_BANCI, bubarkan partai korup, partai-partai korup=komunis, dan 4 spanduk tidak terbaca.

Perbuatan Agustinus, ternyata bukan sekali ini melakukan aksinya, sudah beberapa kali memanjat Sutet di daerah Senen, Grogol, Lebak Bulus, Semanggi, dan sejumlah lokasi padat arus lalu lintas di ibukota.

“Dari sejumlah aksinya di sejumlah lokasi seperti di Jakarta Pusat itu dia baru akan turun dengan sendirinya 15 jam setelah memanjat hingga puncak Sutet,” ujar Jimmy.

Tempo

5 Hari Bertengger di Menara Sutet, Agustinus Gagal Diturunkan Secara Paksa

5 Hari Bertengger di Menara Sutet, Agustinus Gagal Diturunkan Secara Paksa

RiauJOS.com, Jakarta - Rencana menurunkan paksa Agustinus dari tiang saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) Jalan Yos Sudarso, Plumpang, Jakarta Utara, Jumat, 18 Agustus 2017 belum berhasil.

Pria yang sudah lima hari bertengger di menara Sutet, menolak diturunkan. Bahkan mengancam petugas. Demi keselamatannya akhirnya akhirnya proses penurunan Agustinus ditunda.

“Upaya penurunan dan penyelamatan hari ini tidak berhasil, yang bersangkutan menolak untuk diturunkan,” kata Kasie Ops Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Abdul Wahid, Jumat malam, dikutip Riau JOS dari laman Poskota News.

Agustinus masih bersikeras tidak mau turun, karena sudah malam, tentu juga berbahaya kepada petugas. Apalagi pria itu naik di tiang listrik bertegangan tinggi.

Proses evakuasi sudah dilakukan sejak pukul 14.00 WIB siang tadi. Namun berhubung waktu semakin larut dan berisiko akan membahayakan petugas, akhirnya penurunan paksa dibatalkan.

Sebelumnya, empat unit mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan dalam proses evakuasi ini. Satu unit mobil bronto skylift bahkan ikut didatangkan.

Agus sudah berada di atas tower sutet, sejak Senin, 14 Agustus 2107, sekitar pukul:04.00 WIB. Dia memanjat tower sutet dengan membawa 6 spanduk yang ditulis dan dibentangkan diketinggian 50 meter.

Spanduk itu bertuliskan, Jual organ tubuh untuk biaya pengusutan kasus pembunuhan anak-anak di NTT oleh TNI dan Densus 88, norek BRI: 02740100256756 An. LSM AJAR. DPD/DPR/MPR, HOMO_LESBI_BANCI, bubarkan partai korup, partai-partai korup=komunis, dan 4 spanduk tidak terbaca.

Perbuatan Agustinus, ternyata bukan sekali ini melakukan aksinya, sudah beberapa kali memanjat Sutet di daerah Senen, Grogol, Lebak Bulus, Semanggi, dan sejumlah lokasi padat arus lalu lintas di ibukota.

“Dari sejumlah aksinya di sejumlah lokasi seperti di Jakarta Pusat itu dia baru akan turun dengan sendirinya 15 jam setelah memanjat hingga puncak Sutet,” ujar Jimmy.

Tempo
Comments
0 Comments