Pernikahan Gay Muslim Pertama di Dunia yang Menuai Kontroversi

RiauJOS.com, Inggris - Jahed Choudhury, pria 24 tahun menjadi pria muslim pertama di Inggris yang menikah sesama jenis. Pernikahan sesama jenis ini terjadi setelah ia kerap mengalami bullying dari komunitas muslim karena orientasi seksualnya.

Diwartakan The Independent, Kamis, 13 Juli 2017, gara-gara menjadi gay, Jahed pernah dikirim salah satu kerabatnya untuk berangkat umrah agar orientasi seksualnya kembali sesuai kodratnya.

Jahed Choudhury menikahi Sean Rogan yang masih berusia 19 tahun di Walsall tepatnya di kantor pendaftaran pernikahan sipil. Prosesi pernikahan sederhana pun dilakukan, Jahed yang berasal dari Darlaston resmi menikah dengan Sean dengan mengenakan busana muslim tradisional Bangladesh.

Pertemuan pertamanya dengan Sean sendiri berawal dari saat Jahed menangis di bangku taman dan pria itulah yang datang untuk menenangkannya. Jahed merasa Sean memberi harapan di saat ia sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya, serta Sean lah yang selalu berada di sampingnya.

Jahed sendiri berasal dari Bangladesh bersama kedua orangtua dan tiga saudara kandung. Menjadi seorang gay, membuat Jahed merasa seperti 'domba hitam' di keluarganya sendiri.

Sempat mencoba untuk mengubah orientasi seksualnya dengan memacari perempuan serta berangkat umrah, namun tak kunjung mengubah Jahed. Situasi semakin memburuk setelah ia diserang sesama warga muslim di kawasan tempat tinggalnya. Tak hanya itu, masjid yang biasanya ia kunjungi selama 15 tahun terakhir tidak lagi mengizinkannya masuk.

Bagi umat muslim, menjadi seorang gay sangat dilarang agama, karenanya pernikahan gay ini langsung menjadi sorotan dunia dan menjadi pernikahan gay muslim pertama di dunia.

Inilah Pernikahan Gay Muslim Pertama di Dunia yang Menuai Kontroversi

Pernikahan Gay Muslim Pertama di Dunia yang Menuai Kontroversi

RiauJOS.com, Inggris - Jahed Choudhury, pria 24 tahun menjadi pria muslim pertama di Inggris yang menikah sesama jenis. Pernikahan sesama jenis ini terjadi setelah ia kerap mengalami bullying dari komunitas muslim karena orientasi seksualnya.

Diwartakan The Independent, Kamis, 13 Juli 2017, gara-gara menjadi gay, Jahed pernah dikirim salah satu kerabatnya untuk berangkat umrah agar orientasi seksualnya kembali sesuai kodratnya.

Jahed Choudhury menikahi Sean Rogan yang masih berusia 19 tahun di Walsall tepatnya di kantor pendaftaran pernikahan sipil. Prosesi pernikahan sederhana pun dilakukan, Jahed yang berasal dari Darlaston resmi menikah dengan Sean dengan mengenakan busana muslim tradisional Bangladesh.

Pertemuan pertamanya dengan Sean sendiri berawal dari saat Jahed menangis di bangku taman dan pria itulah yang datang untuk menenangkannya. Jahed merasa Sean memberi harapan di saat ia sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya, serta Sean lah yang selalu berada di sampingnya.

Jahed sendiri berasal dari Bangladesh bersama kedua orangtua dan tiga saudara kandung. Menjadi seorang gay, membuat Jahed merasa seperti 'domba hitam' di keluarganya sendiri.

Sempat mencoba untuk mengubah orientasi seksualnya dengan memacari perempuan serta berangkat umrah, namun tak kunjung mengubah Jahed. Situasi semakin memburuk setelah ia diserang sesama warga muslim di kawasan tempat tinggalnya. Tak hanya itu, masjid yang biasanya ia kunjungi selama 15 tahun terakhir tidak lagi mengizinkannya masuk.

Bagi umat muslim, menjadi seorang gay sangat dilarang agama, karenanya pernikahan gay ini langsung menjadi sorotan dunia dan menjadi pernikahan gay muslim pertama di dunia.