Social Items

Anak Kepala Dinas Pendidikan Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Pacarnya Malah Di-Bully

RiauJOS.com, Maros - Afriyani (19 tahun) di-bully habis-habisan di media sosial, karena dianggap sebegai penyebab kematian kekasihnya, Muhammad Hidayatullah (18). Anak Kadis Pendidikan Maros itu bunuh diri di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Pettuadae, Kecamatam Turikale, Kabupaten Maros, Kamis kemarin, 27 Juli 2017.

Korban gantung diri di ruangan belakang rumahnya. Kejadian ini berawal ketika korban melakukan video call dengan Afriyani sekitar pukul 15.00 Wita.

Pada saat video call berlangsung, korban memperlihatkan kepada pacarnya saat sedang memasang seutas tali ke lehernya. Korban mengatakan kepada sang pacar bahwa dia mau bunuh diri.

Tidak lama berselang, video call dengan pacarnya terputus. Diduga pada saat itu pula, korban telah menggantung dirinya di ruangan itu.

Pacar korban jadi bulan-bulanan netizen. Banyak yang menduga, gara-gara sikap Afriyani tersebut korban nekat gantung diri. Terlebih, beredar dugaan, sang pacar telah selingkuh di belakang Hidayatullah.

“Doakan yang terbaik ndadami orangna kau juga jadi perempuan janko terlalu kasar belajar mko dari ini nda semua cowo tahan banting dikasari,” tulis Seperti yang tulis akun Kiki Iskndr.

Sementara akun, Andi Ewin menuliskan pesan, “Bgtu memang kloh cwek panta bensin. Memang sedih ko tpi tunggumi bsok siapa ngare seng na kasih jadi mansa. Orng pacaran hatinya di maui bukan mtor, atau hartana orng #kanrei naik cwek matrek,” tulisnya.
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Jufri Natsir, menjelaskan bahwa sebelum kejadian tersebut, korban melakukan video call bersama pacarnya Afriani. Korban memperlihatkan dirinya di dalam ruangan bahwa ia akan bunuh diri.

“Sebelum korban melakukan aksinya, sempat komunikasi bersama pacar melalui video call, dan memperlihatkan dirinya di dalam ruangan yang berada di rumah neneknya, tepat di belakang rumah korban. Korban mengatakan kepada pacarnya dalam keadaan leher korban  sudah terpasang tali, korban berkata mau bunuh diri lalu tiba-tiba percakapan antara keduanya terputus,” ujar Jufri.

Afriani berusaha untuk menghubungi telepon korban namun tidak menjawab, karena panik Afriani kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan keadaannya.

“Saat Afriani sampai ke sana, korban telah meninggal dalam keadaan tergantung. Kemudian pacar korban memanggil saudara korban untuk membantu menurunkan korban dari tali yang tergantung,” ujarnya.

Keluarga korban sempat melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan Maros, namun pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa pihak korban sudah meninggal dunia, kemudian korban di bawah kembali oleh keluaga ke rumahnya.

Sementara, saksi yang juga pacar korban diamankan di Polres Maros untuk dimintai keterangan.

“Kami menemukan beberapa barang bukti yang digunakan korban saat gantung diri, tali atau rantai, pakaian milik korban dan telepon seluler milik korban. Kami juga membawa saksi yang juga sebagai pacar korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.

Anak Kepala Dinas Pendidikan Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Pacarnya Malah Di-Bully

Anak Kepala Dinas Pendidikan Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Pacarnya Malah Di-Bully

RiauJOS.com, Maros - Afriyani (19 tahun) di-bully habis-habisan di media sosial, karena dianggap sebegai penyebab kematian kekasihnya, Muhammad Hidayatullah (18). Anak Kadis Pendidikan Maros itu bunuh diri di Jalan AP Pettarani, Kelurahan Pettuadae, Kecamatam Turikale, Kabupaten Maros, Kamis kemarin, 27 Juli 2017.

Korban gantung diri di ruangan belakang rumahnya. Kejadian ini berawal ketika korban melakukan video call dengan Afriyani sekitar pukul 15.00 Wita.

Pada saat video call berlangsung, korban memperlihatkan kepada pacarnya saat sedang memasang seutas tali ke lehernya. Korban mengatakan kepada sang pacar bahwa dia mau bunuh diri.

Tidak lama berselang, video call dengan pacarnya terputus. Diduga pada saat itu pula, korban telah menggantung dirinya di ruangan itu.

Pacar korban jadi bulan-bulanan netizen. Banyak yang menduga, gara-gara sikap Afriyani tersebut korban nekat gantung diri. Terlebih, beredar dugaan, sang pacar telah selingkuh di belakang Hidayatullah.

“Doakan yang terbaik ndadami orangna kau juga jadi perempuan janko terlalu kasar belajar mko dari ini nda semua cowo tahan banting dikasari,” tulis Seperti yang tulis akun Kiki Iskndr.

Sementara akun, Andi Ewin menuliskan pesan, “Bgtu memang kloh cwek panta bensin. Memang sedih ko tpi tunggumi bsok siapa ngare seng na kasih jadi mansa. Orng pacaran hatinya di maui bukan mtor, atau hartana orng #kanrei naik cwek matrek,” tulisnya.
Kasat Reskrim Polres Maros AKP Jufri Natsir, menjelaskan bahwa sebelum kejadian tersebut, korban melakukan video call bersama pacarnya Afriani. Korban memperlihatkan dirinya di dalam ruangan bahwa ia akan bunuh diri.

“Sebelum korban melakukan aksinya, sempat komunikasi bersama pacar melalui video call, dan memperlihatkan dirinya di dalam ruangan yang berada di rumah neneknya, tepat di belakang rumah korban. Korban mengatakan kepada pacarnya dalam keadaan leher korban  sudah terpasang tali, korban berkata mau bunuh diri lalu tiba-tiba percakapan antara keduanya terputus,” ujar Jufri.

Afriani berusaha untuk menghubungi telepon korban namun tidak menjawab, karena panik Afriani kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan keadaannya.

“Saat Afriani sampai ke sana, korban telah meninggal dalam keadaan tergantung. Kemudian pacar korban memanggil saudara korban untuk membantu menurunkan korban dari tali yang tergantung,” ujarnya.

Keluarga korban sempat melarikan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan Maros, namun pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa pihak korban sudah meninggal dunia, kemudian korban di bawah kembali oleh keluaga ke rumahnya.

Sementara, saksi yang juga pacar korban diamankan di Polres Maros untuk dimintai keterangan.

“Kami menemukan beberapa barang bukti yang digunakan korban saat gantung diri, tali atau rantai, pakaian milik korban dan telepon seluler milik korban. Kami juga membawa saksi yang juga sebagai pacar korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.