Aksi 287, Pedagang Menjual Atribut HTI Tidak Tahu Menahu Soal Ormas Terlarang

RiauJOS.com, Jakarta - Pada aksi 287 yang digelar di Masjid Istiqlal yang menolak penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), banyak ditemukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibawa peserta aksi dan diperjual belikan pedagang.

Diwartakan Poskota News, bendera HTI yang identik dengan warna hitam serta putih dan bertuliskan kalimat tauhid, Lailahaillallah, masih banyak diperjual belikan pedagang di lingkungan Masjid Istiqlal. Beberapa peserta aksi pun masih mengenakan atribut tersebut.

“Saya tidak tahu mas (bendera HTI), tau nya ini bendera Aksi Bela Islam,” kata Miftahuddin salah satu pedagang bendera mirip HTI, Jumat, 28 Juli 2017 dikutip Riau JOS dari laman Poskota News.

Diketahui, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) pemerintah secara resmi telah membubarkan keorganisasian HTI. Dengan begitu, segala sesuatu yang berbau HTI termasuk aksesoris sudah dilarang peredarannya.

Dilaporkan wartawan Poskota News yang menemui seorang wanita yang membawa tulisan ‘Kami Butuh FPI-HTI bukan PKI’, namun saat ditanya ia tidak tahu arti tulisan tersebut bahkan tidak mengetahui tujuan aksi 287.

“Saya nggak tau mas aksi apa, Perppu apa juga nggak tau. Aku sama temen-temen cuma minta sumbangan. Tadi disuruh bawa aja,” kata Fatiya (16 tahun) yang mengenakan baju serba hitam lengkap dengan cadar di lingkungan Masjid Istiqlal.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan berupa larangan jika ditemukan ada atribut HTI karena telah resmi dibubarkan oleh pemerintah.

“Nanti kan kita ada preventif dan preentif, semuanya kita akan komunikasi. Kita lihat di lapangan,” kata Argo ketika dihubungi, Jumat ini.

Rencananya, aksi 287 akan dimulai dengan melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan longmarch ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Aksi 287, Pedagang yang Menjual Atribut HTI Tidak Tahu Menahu Soal Ormas Terlarang

Aksi 287, Pedagang Menjual Atribut HTI Tidak Tahu Menahu Soal Ormas Terlarang

RiauJOS.com, Jakarta - Pada aksi 287 yang digelar di Masjid Istiqlal yang menolak penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas), banyak ditemukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibawa peserta aksi dan diperjual belikan pedagang.

Diwartakan Poskota News, bendera HTI yang identik dengan warna hitam serta putih dan bertuliskan kalimat tauhid, Lailahaillallah, masih banyak diperjual belikan pedagang di lingkungan Masjid Istiqlal. Beberapa peserta aksi pun masih mengenakan atribut tersebut.

“Saya tidak tahu mas (bendera HTI), tau nya ini bendera Aksi Bela Islam,” kata Miftahuddin salah satu pedagang bendera mirip HTI, Jumat, 28 Juli 2017 dikutip Riau JOS dari laman Poskota News.

Diketahui, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) pemerintah secara resmi telah membubarkan keorganisasian HTI. Dengan begitu, segala sesuatu yang berbau HTI termasuk aksesoris sudah dilarang peredarannya.

Dilaporkan wartawan Poskota News yang menemui seorang wanita yang membawa tulisan ‘Kami Butuh FPI-HTI bukan PKI’, namun saat ditanya ia tidak tahu arti tulisan tersebut bahkan tidak mengetahui tujuan aksi 287.

“Saya nggak tau mas aksi apa, Perppu apa juga nggak tau. Aku sama temen-temen cuma minta sumbangan. Tadi disuruh bawa aja,” kata Fatiya (16 tahun) yang mengenakan baju serba hitam lengkap dengan cadar di lingkungan Masjid Istiqlal.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan berupa larangan jika ditemukan ada atribut HTI karena telah resmi dibubarkan oleh pemerintah.

“Nanti kan kita ada preventif dan preentif, semuanya kita akan komunikasi. Kita lihat di lapangan,” kata Argo ketika dihubungi, Jumat ini.

Rencananya, aksi 287 akan dimulai dengan melaksanakan sholat jumat berjamaah di Masjid Istiqlal dan dilanjutkan longmarch ke Mahkamah Konstitusi (MK).