Tuntunan Sholat Tarawih, Lengkap dengan Doa Setelah Tarawih

RiauJOS.com - Cara mengerjakan sholat Tarawih sendiri dapat dilakukan di rumah ataupun berjamaah, umat Islam setiap bulan ramadhan berbondong-bondong menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah.

Suatu saat kesibukan pekerjaan ataupun karena kendala lain, kita tidak bisa berangkat ke masjid seperti kebanyakan orang. Mungkin pula ada yang berkeyakinan, tarawih lebih afdhol dikerjakan sendirian. Lantas, seperti apa bacaan Niat Shalat Tarawih dan Doa Witir Berjamaah?

Awalnya, di masa Rasulullah saw., salat tarawih dikerjakan secara sendiri. Hal ini didapatkan dalam riwayat, “Aku tidak keluar (mengerjakan salat tarawih di masjid) karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian”. (H.R. Muslim). Meskipun dmeikian, di kemudian hari, salat tarawih dikerjakan secara berjamaah sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Cara Sholat Tarawih Ramadhan

Ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat salat tarawih. Pendapat pertama adalah, salat 8 rakaat ditambah tiga rakaat salat witir. Tetapi ada pula pendapat bahwa salat tarawih berjumlah 20 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir. Dalam hal ini, masing-masing pendapat memiiliki rukukan tersendiri.

Pendapat yang menyebutkan salat tarawih adalah 8 rakaat, merujuk pada riwayat yang disampaikan Aisyah, istri Nabi. Beliau berkata, “Nabi tidak pernah menambah (jumlah rakaat) di bulan Ramadan dan selain Ramadan (lebih) dari sebelas rakaat. Beliau salat empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat tiga (rakaat) ….” (H.R. Bukhari).

Pengeraan salat tarawih ini adalah 4 rakaat + 4 rakaat.

Adapun yang berpendapat bahwa salat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, ditambah 3 rakaat salat witir, merujuk pada ucapan Imam An-Nawawi, “Salat Tarawih adalah sunnah menurut ijma (konsensus) para ulama. Dalam mazhab kami (salat Tarawih) adalah dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salam (per dua rakaat) dan dibolehkan (pelaksanaannya) sendiri atau berjama’ah.” Selain itu, dikutip dari NU.or.id, disebutkan, “Sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW shalat Tarawih di bulan Ramadhan sendirian sebanyak 20 Rakaat ditambah Witir. (H.R Baihaqi dan Thabrani).

Pengerjaan salat tarawih ini adalah 2 rakaat ditambah 2 rakaat, sampai 10 kali hingga genap 20 rakaat.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Bacaan niat salat tarawih, dapat dilafalkan dalam hati. Dalam hal ini, opsinya tidak hanya menggunakan bahasa Arab semata, tetapi juga bahasa yang dikuasai. Namun pada umumnya, masyarakat lebih merasa mantap dengan bacaan niat dalam bahasa Arab, yang bunyinya, “Ushalli sunnatat taraawiihi (rak’ataini, disesuaikan dengan jumlah rakaat) lillahi ta’aalaa” yang artinya, “Aku niat shalat Tarawih (dua rakaat,  disesuaikan dengan jumlah rakaat) karena Allah Ta’ala.”

Doa Salat Witir Berjamaah

Selepas salat tarawih, kita mengerjakan salat witir tiga rakaat. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara yang mengerjakan salat tarawih 20 rakaat atau 8 rakaat. Hanya saja, yang mengerjakan tarawih 20 rakaat akan melaksanakan witir dalam pola 2 rakaat ditambah satu rakaat. Sementara yang mengerjakan salat tarawih 8 rakaat, mengerjakan witir 3 rakaat langsung.

Doa sholat witir berjamaah, sebagai berikut:


سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus –dibaca 3 kali -


(Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ


“Allahumma inni a’udzu bika bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” -dibaca 1 kali-


Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri

Doa Setelah Sholat Tarawih (Doa Kamilin)

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. 


Artinya :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Tuntunan Sholat Tarawih, Lengkap dengan Doa Setelah Tarawih

Tuntunan Sholat Tarawih, Lengkap dengan Doa Setelah Tarawih

RiauJOS.com - Cara mengerjakan sholat Tarawih sendiri dapat dilakukan di rumah ataupun berjamaah, umat Islam setiap bulan ramadhan berbondong-bondong menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah.

Suatu saat kesibukan pekerjaan ataupun karena kendala lain, kita tidak bisa berangkat ke masjid seperti kebanyakan orang. Mungkin pula ada yang berkeyakinan, tarawih lebih afdhol dikerjakan sendirian. Lantas, seperti apa bacaan Niat Shalat Tarawih dan Doa Witir Berjamaah?

Awalnya, di masa Rasulullah saw., salat tarawih dikerjakan secara sendiri. Hal ini didapatkan dalam riwayat, “Aku tidak keluar (mengerjakan salat tarawih di masjid) karena aku takut sholat itu nantinya diwajibkan kepada kalian”. (H.R. Muslim). Meskipun dmeikian, di kemudian hari, salat tarawih dikerjakan secara berjamaah sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

Cara Sholat Tarawih Ramadhan

Ada perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat salat tarawih. Pendapat pertama adalah, salat 8 rakaat ditambah tiga rakaat salat witir. Tetapi ada pula pendapat bahwa salat tarawih berjumlah 20 rakaat ditambah 3 rakaat salat witir. Dalam hal ini, masing-masing pendapat memiiliki rukukan tersendiri.

Pendapat yang menyebutkan salat tarawih adalah 8 rakaat, merujuk pada riwayat yang disampaikan Aisyah, istri Nabi. Beliau berkata, “Nabi tidak pernah menambah (jumlah rakaat) di bulan Ramadan dan selain Ramadan (lebih) dari sebelas rakaat. Beliau salat empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi empat (rakaat), jangan tanya bagus dan panjangnya, kemudian beliau salat tiga (rakaat) ….” (H.R. Bukhari).

Pengeraan salat tarawih ini adalah 4 rakaat + 4 rakaat.

Adapun yang berpendapat bahwa salat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat, ditambah 3 rakaat salat witir, merujuk pada ucapan Imam An-Nawawi, “Salat Tarawih adalah sunnah menurut ijma (konsensus) para ulama. Dalam mazhab kami (salat Tarawih) adalah dua puluh rakaat dengan sepuluh kali salam (per dua rakaat) dan dibolehkan (pelaksanaannya) sendiri atau berjama’ah.” Selain itu, dikutip dari NU.or.id, disebutkan, “Sahabat Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW shalat Tarawih di bulan Ramadhan sendirian sebanyak 20 Rakaat ditambah Witir. (H.R Baihaqi dan Thabrani).

Pengerjaan salat tarawih ini adalah 2 rakaat ditambah 2 rakaat, sampai 10 kali hingga genap 20 rakaat.

Bacaan Niat Shalat Tarawih

Bacaan niat salat tarawih, dapat dilafalkan dalam hati. Dalam hal ini, opsinya tidak hanya menggunakan bahasa Arab semata, tetapi juga bahasa yang dikuasai. Namun pada umumnya, masyarakat lebih merasa mantap dengan bacaan niat dalam bahasa Arab, yang bunyinya, “Ushalli sunnatat taraawiihi (rak’ataini, disesuaikan dengan jumlah rakaat) lillahi ta’aalaa” yang artinya, “Aku niat shalat Tarawih (dua rakaat,  disesuaikan dengan jumlah rakaat) karena Allah Ta’ala.”

Doa Salat Witir Berjamaah

Selepas salat tarawih, kita mengerjakan salat witir tiga rakaat. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara yang mengerjakan salat tarawih 20 rakaat atau 8 rakaat. Hanya saja, yang mengerjakan tarawih 20 rakaat akan melaksanakan witir dalam pola 2 rakaat ditambah satu rakaat. Sementara yang mengerjakan salat tarawih 8 rakaat, mengerjakan witir 3 rakaat langsung.

Doa sholat witir berjamaah, sebagai berikut:


سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus –dibaca 3 kali -


(Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ


“Allahumma inni a’udzu bika bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” -dibaca 1 kali-


Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri

Doa Setelah Sholat Tarawih (Doa Kamilin)

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. 


Artinya :

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya, Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam