Seorang Bayi 10 Bulan Terpaksa Ikut Ibunya Dipenjara.

RiauJOS.com, Bone - Seorang bayi 10 Bulan, terpaksa mengikuti Ibunya yang ada di dalam penjara karena menjual emas milik rekannya. Kabar ini, disebarkan di media sosial, dan saat ini menjadi perhatian netizen (warga internet). Pasalnya, mereka merasa hukum tidak ditegakkan seadil-adilnya.

Akun instagram thenewbikingregetan menuliskan:

Karena Himpitan Ekonomi Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya, Rismaya di penjara tanpa belas kasihan bersama banyinya berumur 10 bulan,sudah 4 bulan Maya dan Amin dipenjara.😥😥😥 Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. 

Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan "Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah," kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.

Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara. "Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menyusui? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak. 

"Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan," kata Maya.
.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk


Seorang Bayi 10 Bulan Terpaksa Ikut Ibunya Dipenjara. Miris..!! Si Bayi Harus Merasakan Pilunya Ruang Tahanan Demi Air Susu Sang Ibu

Seorang Bayi 10 Bulan Terpaksa Ikut Ibunya Dipenjara.

RiauJOS.com, Bone - Seorang bayi 10 Bulan, terpaksa mengikuti Ibunya yang ada di dalam penjara karena menjual emas milik rekannya. Kabar ini, disebarkan di media sosial, dan saat ini menjadi perhatian netizen (warga internet). Pasalnya, mereka merasa hukum tidak ditegakkan seadil-adilnya.

Akun instagram thenewbikingregetan menuliskan:

Karena Himpitan Ekonomi Rakyat miskin nekat jual emas rekannya untuk bayar tempat tinggalnya, Rismaya di penjara tanpa belas kasihan bersama banyinya berumur 10 bulan,sudah 4 bulan Maya dan Amin dipenjara.😥😥😥 Rismaya (35) mengaku nekat menjual emas rekannya karena himpitan ekonomi. 

Akibat ulahnya itu, Rismaya kini ditahan di Lapas Kelas IIA Watampone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Bone. Sulawesi Selatan "Emas itu yang saya ambil saya jual karena desakan ekonomi harganya 3,1 juta rupiah," kata Rismaya, kemarin. Pemilik emas bernama Waris.

Waris juga pemilik rumah tempat Rismaya menumpang selama ini, di Kajuara, Kecamatan Awangpone, Bone bagian utara. "Itu saya lakukan karena terdesak pasalnya Waris memeras saya minta uang karena saya tinggal menumpang di rumahnya,” cerita Maya, sapaan Rismaya.
.
Bayi Rismaya, Muh Amin (10 bulan), turut mendekam di jeruji besi. Si bayi harus merasakan pilunya ruang tahanan demi air susu sang ibu dan hak asuh.
.
Ayah Muh Amin, Sutejo, juga ditahan atas kasus kecelakaan lalu lintas. Sedangkan kakek dan nenek si kecil meninggal dunia.
.
Betapa malang nasib Muh Amin. Andai dia tak ikut ibu masuk penjara, ke mana dia harus berteduh menyusui? Tempat tinggal orangtuanya saja masih numpang alias ngontrak. 

"Anak saya juga bersama saya di lapas karena tidak ada jagai di rumah dan dia masih menyusu, saya mengemis kepada pihak lapas agar anak saya juga masih menyusui, untungnya diizinkan," kata Maya.
.
Saat kehausan, sang ibu menyuguhinya teh botol, merek Frestea, yang seharga 5000-an itu. Saat minta makan, Maya memberinya kerupuk