Generasi Suram: 9 Remaja Mabuk dan Ganggu Sholat Tarawih

RiauJOS.com, Polewali Mandar - Sembilan remaja mabuk yang menghadang para pengguna jalan diamankan petugas gabungan dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri dan Satpol PP di kantor Camat Wonomulyo, Jumat, 9 Juni 2017.

Para remaja ini, dua di antaranya adalah perempuan, nyaris dihakimi massa lantaran kerap membuat keributan dan berteriak di sekitar lokasi masjid saat warga sedang melaksanakan sholat tarawih dan shalat subuh sejak tiga hari terakhir.

Selain mengamankan sembilan remaja, petugas juga menyita sejumlah obat keras daftar G yang dikenal pil koplo dan pil boje serta sejumlah kaleng lem yang kerap dikonsumsi para remaja ini.

Polisi juga menyita peralatan mesin tato yang digunakan para remaja untuk membuat tato di sekujur tubuhnya

Barang bukti tersebut kemudian dibawa petugas ke kantor camat setempat.

Penangkapan sembilan remaja ini bermula ketika warga dan jemaah masjid di Desa Sugiwaras merasa resah dan melaporkan remaja ini ke petugas polsek, camat dan aparat Danramil setempat.

Para remaja yang mabuk obat terlarang dan lem tersebut kerap menghadang serta meminta uang dari pengguna jalan.

Asn, salah satu remaja yang diamankan petugas, mengaku mendapatkan berabagai jenis pil koplo, pil bojes dan lem dari teman-temannya di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia mengaku obat keras tersebut dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual kembali.

“Cuma menghibur diri saja di lokasi, Pak. Pil itu saya dapat dari teman di Parepare untuk konsumsi saja, bukan dijual,” ujar Asn dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Dari hasil identifikasi petugas, sembilan remaja itu diketahui berasal dari sejumlah daerah seperti Makassar, Parepare dan Mamuju. Hal itu diketahui dari sebagian kartu identitas yang mereka bawa.

Sementara sejumlah remaja lainnya tak bisa menujukkan dientitas diri dengan alasan hilang dan belum mengurus ke pemerintah setempat.

Sekretaris Camat Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulaeman menyebutkan, sembilan remaja ini diamankan petugas setelah sebelumnya nyaris dihakimi massa yang merasa resah dengan kelakuan mereka.

Menurut laporan warga, kata Sulaeman, para remaja ini kerap bebruat onar seperti membuat keributan saat warga shalat tarawih atau mencegat pengguna jalan.

“Mereka ini nyaris dihakimi massa yang mengaku resah dnegan ulah remaja ini, kerap mengganggu pengguna jalan dan membikin keributan saat warga shalat tarawih atau shalat subuh, sehingga kita amankan,” kata Sulaemen.

Setelah diperiksa dan diminta tanda tangan surat perjanjian untuk tidak lagi mengulang perbuatan serupa, para remaja ini kemudian dikirim petugas ke kampung halamannya masing-masing melalaui Dinas Sosial setempat.

Generasi Suram: 9 Remaja Mabuk dan Ganggu Sholat Tarawih

Generasi Suram: 9 Remaja Mabuk dan Ganggu Sholat Tarawih

RiauJOS.com, Polewali Mandar - Sembilan remaja mabuk yang menghadang para pengguna jalan diamankan petugas gabungan dari pemerintah kecamatan, TNI-Polri dan Satpol PP di kantor Camat Wonomulyo, Jumat, 9 Juni 2017.

Para remaja ini, dua di antaranya adalah perempuan, nyaris dihakimi massa lantaran kerap membuat keributan dan berteriak di sekitar lokasi masjid saat warga sedang melaksanakan sholat tarawih dan shalat subuh sejak tiga hari terakhir.

Selain mengamankan sembilan remaja, petugas juga menyita sejumlah obat keras daftar G yang dikenal pil koplo dan pil boje serta sejumlah kaleng lem yang kerap dikonsumsi para remaja ini.

Polisi juga menyita peralatan mesin tato yang digunakan para remaja untuk membuat tato di sekujur tubuhnya

Barang bukti tersebut kemudian dibawa petugas ke kantor camat setempat.

Penangkapan sembilan remaja ini bermula ketika warga dan jemaah masjid di Desa Sugiwaras merasa resah dan melaporkan remaja ini ke petugas polsek, camat dan aparat Danramil setempat.

Para remaja yang mabuk obat terlarang dan lem tersebut kerap menghadang serta meminta uang dari pengguna jalan.

Asn, salah satu remaja yang diamankan petugas, mengaku mendapatkan berabagai jenis pil koplo, pil bojes dan lem dari teman-temannya di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia mengaku obat keras tersebut dikonsumsi sendiri, bukan untuk dijual kembali.

“Cuma menghibur diri saja di lokasi, Pak. Pil itu saya dapat dari teman di Parepare untuk konsumsi saja, bukan dijual,” ujar Asn dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Dari hasil identifikasi petugas, sembilan remaja itu diketahui berasal dari sejumlah daerah seperti Makassar, Parepare dan Mamuju. Hal itu diketahui dari sebagian kartu identitas yang mereka bawa.

Sementara sejumlah remaja lainnya tak bisa menujukkan dientitas diri dengan alasan hilang dan belum mengurus ke pemerintah setempat.

Sekretaris Camat Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulaeman menyebutkan, sembilan remaja ini diamankan petugas setelah sebelumnya nyaris dihakimi massa yang merasa resah dengan kelakuan mereka.

Menurut laporan warga, kata Sulaeman, para remaja ini kerap bebruat onar seperti membuat keributan saat warga shalat tarawih atau mencegat pengguna jalan.

“Mereka ini nyaris dihakimi massa yang mengaku resah dnegan ulah remaja ini, kerap mengganggu pengguna jalan dan membikin keributan saat warga shalat tarawih atau shalat subuh, sehingga kita amankan,” kata Sulaemen.

Setelah diperiksa dan diminta tanda tangan surat perjanjian untuk tidak lagi mengulang perbuatan serupa, para remaja ini kemudian dikirim petugas ke kampung halamannya masing-masing melalaui Dinas Sosial setempat.