Postingan Presiden Jokowi di Facebook: Pengalaman Pancasila, Netizen: Pengalaman atau Pengamalan?

RiauJOS.com, Jakarta - Sekitar 20 jam yang lalu, akun facebook resmi Presiden Joko Widodo atau Jokowi memposting status dengan tema peringatan kebangkitan Pancasila, sebenarnya tidak ada yang aneh, tapi ternyata ada beberapa netizen (warga internet) yang jeli dengan postingan itu.

Pada postingan Presiden Jokowi, ada kalimat yang ditulis "pengalaman Pancasila", warga internet, khususnya pengguna media sosial Facebook mengkoreksi, sebenarnya "pengamalan Pancasila".

"pengalaman Pancasila"


Berikut postingan selengkapnya:

Satu unit kerja baru saja saya bentuk. Namanya UKP-PIP, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Tugasnya untuk memperkuat pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program pembangunan.

Siapa-siapa yang akan duduk di unit kerja ini? 

Mereka terdiri dari berbagai elemen seperti tokoh kenegaraan, tokoh agama dan masyarakat, tokoh purnawirawan TNI/Polri, pensiunan pegawai negeri sipil, dan akademisi.

UKP-PIP yang dibentuk melalui Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2017 pada 19 Mei 2017 ini adalah ikhtiar kita untuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Agar Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap 1 Juni tak menjadi sekadar upacara rutin belaka.

Foto: Biro Pers Setpres

Sampai warta ini diterbitkan, Sabtu, 3 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 WIB, belum ada koreksi dari kesalahan ketik itu, namun sebagian warga internet memaklumi kesalahan itu, dan ada juga yang mengkritis sejadi-jadinya, dengan mengkaitkan beberapa persoalan yang dianggap kurang jeli dan teliti, semisal persoalan penemu listrik kedondong dan postingan heboh seorang remaja yang menjadi viral.

Berikut screnshoot-nya.


Facebookers, Lia Aulia mengkritis Presiden Jokowi, dengan menulis komentar, sebagai berikut:

Kala Jokowi berkata negara lain sudah berbicara luar angkasa kita masih urus demo.
Kalau negara aja bangga dengan plagiarism bagaimana mau membicarakan luar angkasa bilamana penemu tenaga listrik dari kedondong tak diaprisiasi ..

Dan masih banyak lagi generasi yang layak dibanggakan dari pada seorang Afi sang plagiator. ...

Apakah dengan cara ini bangsa mencetak generasi bangsa asal sepaham sealiran sesuai versi mereka entah itu berbobot atau tidak , smart atau tidak asal sesuai selera tuan pasti jadi DUTA ISTANA.

Akibat salah memilih seorang pemimpin ...negeri ini dipimpin yang bukan ahlinya.
Sehingga rakyat bertanya-tanya akan dibawa kemanakah Negeri ini selanjutnya??

Saat ini, sudah ada 1,9 ribu lebih komentar di postingan Presiden Jokowi, 1,5 ribu kali dibagikan, dan 28 ribu emotikon.

Untuk membaca sahut-menyahut komentar, silakan menuju ke akun facebook resmi Presiden Jokowi, disini.


Kalau anda mau repot, untuk mengetahui yang betul "Pengalaman" atau "Pengamalan", anda bisa mengetik kata Pengalaman Pancasila di google, apabila ada tanda bergaris merah, itu artinya ada kesalahan ketik, dan dapat koreksi dari google. seperti terlihat pada screenshoot berikut ini.


Penelusuran google terkenal dengan kemampuannya memberikan rujukan dan referensi kata kunci yang tepat, dan berdasarkan penelusuran google, ternyata kata "pengalaman Pancasila" mendapatkan tanda koreksi bergaris merah.

Postingan Presiden Jokowi di Facebook: Pengalaman Pancasila, Netizen: Pengalaman atau Pengamalan?

Postingan Presiden Jokowi di Facebook: Pengalaman Pancasila, Netizen: Pengalaman atau Pengamalan?

RiauJOS.com, Jakarta - Sekitar 20 jam yang lalu, akun facebook resmi Presiden Joko Widodo atau Jokowi memposting status dengan tema peringatan kebangkitan Pancasila, sebenarnya tidak ada yang aneh, tapi ternyata ada beberapa netizen (warga internet) yang jeli dengan postingan itu.

Pada postingan Presiden Jokowi, ada kalimat yang ditulis "pengalaman Pancasila", warga internet, khususnya pengguna media sosial Facebook mengkoreksi, sebenarnya "pengamalan Pancasila".

"pengalaman Pancasila"


Berikut postingan selengkapnya:

Satu unit kerja baru saja saya bentuk. Namanya UKP-PIP, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Tugasnya untuk memperkuat pengalaman Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang terintegrasi dengan program pembangunan.

Siapa-siapa yang akan duduk di unit kerja ini? 

Mereka terdiri dari berbagai elemen seperti tokoh kenegaraan, tokoh agama dan masyarakat, tokoh purnawirawan TNI/Polri, pensiunan pegawai negeri sipil, dan akademisi.

UKP-PIP yang dibentuk melalui Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2017 pada 19 Mei 2017 ini adalah ikhtiar kita untuk aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Agar Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap 1 Juni tak menjadi sekadar upacara rutin belaka.

Foto: Biro Pers Setpres

Sampai warta ini diterbitkan, Sabtu, 3 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 WIB, belum ada koreksi dari kesalahan ketik itu, namun sebagian warga internet memaklumi kesalahan itu, dan ada juga yang mengkritis sejadi-jadinya, dengan mengkaitkan beberapa persoalan yang dianggap kurang jeli dan teliti, semisal persoalan penemu listrik kedondong dan postingan heboh seorang remaja yang menjadi viral.

Berikut screnshoot-nya.


Facebookers, Lia Aulia mengkritis Presiden Jokowi, dengan menulis komentar, sebagai berikut:

Kala Jokowi berkata negara lain sudah berbicara luar angkasa kita masih urus demo.
Kalau negara aja bangga dengan plagiarism bagaimana mau membicarakan luar angkasa bilamana penemu tenaga listrik dari kedondong tak diaprisiasi ..

Dan masih banyak lagi generasi yang layak dibanggakan dari pada seorang Afi sang plagiator. ...

Apakah dengan cara ini bangsa mencetak generasi bangsa asal sepaham sealiran sesuai versi mereka entah itu berbobot atau tidak , smart atau tidak asal sesuai selera tuan pasti jadi DUTA ISTANA.

Akibat salah memilih seorang pemimpin ...negeri ini dipimpin yang bukan ahlinya.
Sehingga rakyat bertanya-tanya akan dibawa kemanakah Negeri ini selanjutnya??

Saat ini, sudah ada 1,9 ribu lebih komentar di postingan Presiden Jokowi, 1,5 ribu kali dibagikan, dan 28 ribu emotikon.

Untuk membaca sahut-menyahut komentar, silakan menuju ke akun facebook resmi Presiden Jokowi, disini.


Kalau anda mau repot, untuk mengetahui yang betul "Pengalaman" atau "Pengamalan", anda bisa mengetik kata Pengalaman Pancasila di google, apabila ada tanda bergaris merah, itu artinya ada kesalahan ketik, dan dapat koreksi dari google. seperti terlihat pada screenshoot berikut ini.


Penelusuran google terkenal dengan kemampuannya memberikan rujukan dan referensi kata kunci yang tepat, dan berdasarkan penelusuran google, ternyata kata "pengalaman Pancasila" mendapatkan tanda koreksi bergaris merah.