Joko Widodo Twitter: Kita ini adalah saudara. Jangan saling menghujat, menjelekkan, memfitnah, saling mendemo

RiauJOS.com - Pesan presiden Joko Widodo di Twitter menanggapi kondisi sosial yang akhir-akhir ini begitu menguras energi siapa saja sangat jelas, "kita ini adalah saudara. Jangan saling menghujat, menjelekan, memfitnah, saling mendemo" tulis presiden di akun twitter resminya.

Presiden Joko Widodo, atau Jokowi menuliskan tweet itu pada 16 Mei 2017 yang lalu. Meski demikian, tweet atau cuitan Presiden Jokowi perlu untuk dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara agar Indonesia semakin berkemajuan, melangkah dan lebih produktif menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan.

Cuitan Presiden, sampai warta ini diterbitkan, Kamis dini hari, 1 Juni 2017 tepat pada peringatan hari kebangkitan nasional, atau kesaktian Pancasila yang diperingati untuk mengenang kembali kelahiran Pancasila hingga dijadikan landasan dasar bernegara di Indonesia dapat dijadikan momentum untuk menegaskan kembali pondasi yang harus dikuatkan untuk kebangunan Indonesia.

Warga internet menanggapi cuitan Presiden, sebagian menanggapi secara positif, namun masih ada yang janggal, ada yang masih saling menjelekan, menghujat, dan memfitnah. Padahal, cuitan Presiden jelas-jelas mengajak untuk menghentikan semua perbuatan negatif dan tidak produktif itu.

Bagaimana mungkin, negara Indonesia bisa berkemajuan, jika terhadap pesan dan ajakan presiden saja tidak didengarkan, dan malah dilanggar dalam komentar di cuitan Presiden.

Sampai kapan cuitan Presiden Joko Widodo di Twitter bisa terwujud? ya, masing-masing kita yang dapat mewujudkannya.

Cuitan Presiden Jokowi sudah bagus


Cuitan Presiden Jokowi sudah bagus, mengingatkan seluruh elemen bahwa kita semua adalah saudara. Itu adalah kalimat indah yang dipesankan oleh pemimpin besar dinegara manapun.

Namun, sadarkah kita, jika pada dasarnya manusia memang mempunyai sifat seperti yang disinggung dalam cuitan Presiden, yaitu suka menghujat, menjelekan, memfitnah, dan mendemo.

Jika pemimpin sudah tidak didengar, lantas apakah mereka yang tidak mau dipimpin mau memimpin dirinya sendiri? silakan jawab dengan pendapat masing-masing.

Selamat memperingati hari kebangkitan nasional, identitas kita bernegara sangat jelas, mempedomani Pancasila dalam kehidupan nyata, akan menjadi nyata jika Pancasila yang lima diterapkan sepenuhnya, sehingga para pendiri bangsa bisa tenang dialam sana, disaat kita semua eleman bangsa belajar lagi Pancasila dan menjadikan dasar dalam kehidupan bernegara.

Joko Widodo Twitter: Kita ini adalah saudara. Jangan saling menghujat, menjelekkan, memfitnah, saling mendemo

Joko Widodo Twitter: Kita ini adalah saudara. Jangan saling menghujat, menjelekkan, memfitnah, saling mendemo

RiauJOS.com - Pesan presiden Joko Widodo di Twitter menanggapi kondisi sosial yang akhir-akhir ini begitu menguras energi siapa saja sangat jelas, "kita ini adalah saudara. Jangan saling menghujat, menjelekan, memfitnah, saling mendemo" tulis presiden di akun twitter resminya.

Presiden Joko Widodo, atau Jokowi menuliskan tweet itu pada 16 Mei 2017 yang lalu. Meski demikian, tweet atau cuitan Presiden Jokowi perlu untuk dijadikan pedoman dalam berbangsa dan bernegara agar Indonesia semakin berkemajuan, melangkah dan lebih produktif menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan.

Cuitan Presiden, sampai warta ini diterbitkan, Kamis dini hari, 1 Juni 2017 tepat pada peringatan hari kebangkitan nasional, atau kesaktian Pancasila yang diperingati untuk mengenang kembali kelahiran Pancasila hingga dijadikan landasan dasar bernegara di Indonesia dapat dijadikan momentum untuk menegaskan kembali pondasi yang harus dikuatkan untuk kebangunan Indonesia.

Warga internet menanggapi cuitan Presiden, sebagian menanggapi secara positif, namun masih ada yang janggal, ada yang masih saling menjelekan, menghujat, dan memfitnah. Padahal, cuitan Presiden jelas-jelas mengajak untuk menghentikan semua perbuatan negatif dan tidak produktif itu.

Bagaimana mungkin, negara Indonesia bisa berkemajuan, jika terhadap pesan dan ajakan presiden saja tidak didengarkan, dan malah dilanggar dalam komentar di cuitan Presiden.

Sampai kapan cuitan Presiden Joko Widodo di Twitter bisa terwujud? ya, masing-masing kita yang dapat mewujudkannya.

Cuitan Presiden Jokowi sudah bagus


Cuitan Presiden Jokowi sudah bagus, mengingatkan seluruh elemen bahwa kita semua adalah saudara. Itu adalah kalimat indah yang dipesankan oleh pemimpin besar dinegara manapun.

Namun, sadarkah kita, jika pada dasarnya manusia memang mempunyai sifat seperti yang disinggung dalam cuitan Presiden, yaitu suka menghujat, menjelekan, memfitnah, dan mendemo.

Jika pemimpin sudah tidak didengar, lantas apakah mereka yang tidak mau dipimpin mau memimpin dirinya sendiri? silakan jawab dengan pendapat masing-masing.

Selamat memperingati hari kebangkitan nasional, identitas kita bernegara sangat jelas, mempedomani Pancasila dalam kehidupan nyata, akan menjadi nyata jika Pancasila yang lima diterapkan sepenuhnya, sehingga para pendiri bangsa bisa tenang dialam sana, disaat kita semua eleman bangsa belajar lagi Pancasila dan menjadikan dasar dalam kehidupan bernegara.