Social Items


RiauJOS.com, Algiers - Seorang pria di Algiers, Aljazair, harus berurusan dengan polisi lantaran mengayun-ngayunkan seorang bayi di luar jendela apartemen yang berada di lantai 15 hanya untuk mendapatkan banyak Like di Facebook.

Pria tersebut mengambil foto dirinya sambil mencengkeram baju sang bayi dengan latar belakang banyak mobil di lantai bawah.

“1.000 like atau saya akan menjatuhkan bayi ini,” demikian tulis pria tersebut.

Kontan saja unggahan foto tersebut bukannya mendapatkan banyak like tapi justru membangkitkan kemarahan pengguna media sosial yang lain. Mereka beramai-ramai melaporkan pria tersebut agar segera ditangkap karena dinilai menganiaya anak.

Pria tersebut kemudian ditangkap dengan dakwaan membahayakan keamanan bayi.

Namun demikian, pria itu menyangkal bahwa dirinya telah membahayakan nyawa sang bayi. Ia justru beralasan fotonya telah diedit oleh orang lain sehingga nampak seperti itu.

“Gambar itu diambil di balkon yang memiliki teralis pengaman. Tapi dihapus oleh pengguna medsos,” katanya seperti dikutip Ennahar.

Namun demikian, hakim tetap memutuskan bahwa gambar itu sangat jelas menunjukkan bahwa anak itu dibahayakan hidupnya.

harianindo.com

Hilang Akal..!! Demi Like di Facebook, Seorang Bayi Diayunkan Dari Lantai 15 Apartemen


RiauJOS.com, Algiers - Seorang pria di Algiers, Aljazair, harus berurusan dengan polisi lantaran mengayun-ngayunkan seorang bayi di luar jendela apartemen yang berada di lantai 15 hanya untuk mendapatkan banyak Like di Facebook.

Pria tersebut mengambil foto dirinya sambil mencengkeram baju sang bayi dengan latar belakang banyak mobil di lantai bawah.

“1.000 like atau saya akan menjatuhkan bayi ini,” demikian tulis pria tersebut.

Kontan saja unggahan foto tersebut bukannya mendapatkan banyak like tapi justru membangkitkan kemarahan pengguna media sosial yang lain. Mereka beramai-ramai melaporkan pria tersebut agar segera ditangkap karena dinilai menganiaya anak.

Pria tersebut kemudian ditangkap dengan dakwaan membahayakan keamanan bayi.

Namun demikian, pria itu menyangkal bahwa dirinya telah membahayakan nyawa sang bayi. Ia justru beralasan fotonya telah diedit oleh orang lain sehingga nampak seperti itu.

“Gambar itu diambil di balkon yang memiliki teralis pengaman. Tapi dihapus oleh pengguna medsos,” katanya seperti dikutip Ennahar.

Namun demikian, hakim tetap memutuskan bahwa gambar itu sangat jelas menunjukkan bahwa anak itu dibahayakan hidupnya.

harianindo.com