Doa Sesudah Sholat Dhuha, dan Menyingkap Rahasiannya

RiauJOS.com - Sesudah sholat, kita dianjurkan untuk berdoa, sedangkan untuk sholat dhuha, para ulama mengajarkan kita doa khusus. Doa ini dianjurkan dibaca sesudah sholat Dhuha.

Doa sesudah sholat dhuha, sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn.

Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. 40 atau 100 kali.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

Untuk doa di paragraf terakhir, kita dianjurkan membacanya sebanyak 40 atau 100 kali. Keterangan perihal doa sholat Dhuha ini bisa ditemukan di kitab I‘anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut, juz I, halaman 225.

Kenapa kita dianjurkan melaksanakan shalat dhuha? Ini Rahasianya..


Allah sangat mencintai umatNya yang rajin beribadah dan senantiasa mendekatkan diri. Setiap ibadah yang Allah perintahkan maupun anjurkan pasti punya keberkahan dan keumpamaan, termasuk sholat dhuha. Lalu apa-apa sajakah keutamaan shalat dhuha? apa rahasia dianjurkannya sholat dhuha?

1. Ibadah penghapus dosa

Kita sebagai manusia tak luput dari dosa, baik yang disadari maupun tidak disadari. Hal itulah yang membuat orang-orang sering mengungkapkan “manusia tempatnya khilaf”. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kita telah melakukan suatu dosa.

Sholat dhuha merupakan salah satu sarana yang diberikan Allah untuk menghapus dosa-dosa kita sebagaimana sabda Rasulullah:

“Siapapun yang rutin shalat dhuha, akan diampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. At-Tirmidzi)

2. Ibadah para awwabin

Awwabin adalah sebutan Rasulullah untuk orang-orang yang taat beribadah. Jadi, melaksanakan sholat dhuha berarti kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang taat. Dari Abu Hurairah beliau berkata:

“Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah.shahih)

3. Ibadah yang bernilai 360 sedekah

Agama Islam mengajarkan untuk rajin bersedekah sebagai bekal di akhirat nanti. Sedekah tidak hanya berupa harta benda saja. Sholat dhuha juga merupakan ibadah yang bernilai sedekah. Pahala sekali sholat dhuha bernilai 360 sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Pahala 360 sedekah untuk dua rakaat sholat dhuha. Lalu, bagaimana kalau kita berkesempatan untuk melakukan 4, 6 sampai 12 rakaat. Bayangkan berapa banyak pahala sedekah yang kita dapatkan?

4. Ibadah untuk investasi di surga

Berinvestasi untuk kehidupan dunia itu hal biasa, namun pernahkah persiapkan investasi di akhirat? Kalau kita berpikir mendalam, Investasi di akhirat adalah investasi yang harus diutamakan karena kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara, sedangkan di akhirat adalah kehidupan selamanya, dan abadi.

Banyak ibadah yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan amal sebagai investasi di akhirat, salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat dhuha. Dengan melaksanakan sholat dhuha, berarti kita perlahan membangun sebuah istana di surga sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:

“ Barangsiapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun istana dari emas di surga.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Jika kita sudah punya rumah bagus dan mewah di dunia, kita tentu mau mendapatkan istana emas di akhirat. Sadarilah, kampung kita sebenarnya adalah di akhirat yang kekal, bukan di dunia yang fana dan sementara ini.

Secara tegas Rasulullah juga menyebutkan, sebagai imbalan bagi orang yang rajin melaksanakan sholat dhuha, pahala-pahala lainnya tentu juga terus mengalir karena ibadah yang kita kerjakan.

5. Ibadah pembuka pintu rezeki

Kehidupan menuntut kita untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang terus meningkat. Perut membutuhkan makan, kebutuhan pakaian harus terpenuhi, ada juga kebutuhan untuk pendidikan, keagamaan, sosial dan lain-lain. Singkatnya, hidup butuh biaya. karena untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut kita perlu uang yang cukup. Meskipun rezeki bukan hanya uang, namun Allah memberikan kita sarana untuk memperluas rezeki, yaitu dengan mengerjakan solat dhuha.

Dalam hadist qudsi, Rasulullah SAW bersabda,

“Allah Azza wa Jalla berfirman :”wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (dhuha), nanti akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya“.

Rezeki tidak hanya didapat dari bekerja siang malam saja. bahkan ada diantara kita yang sampai melupakan ibadah. Kita seharusnya sadar bahwa ada amalan-amalan tertentu yang dapat membantu kita membuka pintu rezeki setelah bekerja dengan halal dan sungguh-sungguh

6. Ibadah pada waktu yang mustajab untuk berdoa

Rasulullah telah memberi tahu kita beberapa rahasia waktu terkabulnya doa melalui hadist-hadistnya. Waktu yang paling familiar bagi kita mungkin adalah berdoa pada 1/3 malam setelah selesai shalat tahajud. Setelah shalat dhuha ternyata juga merupakan salah satu waktu yang utama untuk berdoa.

Anas bin Malik RA berkata, “saya melihat Rasulullah SAW pada waktu bepergian, melakukan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat, setelah selesai beliau bersabda:

“Sesungguhnya saya sholat penuh dengan harapan dan kecemasan. Saya memohonkan kepada Allah tiga hal lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, saya memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musuhnya dan ini pun dikabulkan, lalu saya memohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolakNya” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan Ibnu Khuzaimah).

nu.or.id/wartosolo.com

Ini Doa Sesudah Sholat Dhuha, dan Alasan Mengapa Sholat Dhuha Dianjurkan

Doa Sesudah Sholat Dhuha, dan Menyingkap Rahasiannya

RiauJOS.com - Sesudah sholat, kita dianjurkan untuk berdoa, sedangkan untuk sholat dhuha, para ulama mengajarkan kita doa khusus. Doa ini dianjurkan dibaca sesudah sholat Dhuha.

Doa sesudah sholat dhuha, sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

اَللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ  ثُمَّ يَقُوْلُ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innad dhuhâ’a dhuhâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allâhumma in kâna rizkî fis samâ’i, fa anzilhu. Wa in kâna fil ardhi, fa akhrijhu. Wa in kâna mu‘siron, fa yassirhu. Wa in kâna harâman, fa thahhirhu. Wa in kâna ba‘idan, fa qarribhu bi haqqi dhuhâ’ika, wa bahâ’ika, wa jamâlika, wa quwwatika, wa qudratika. Âtinî mâ âtaita ‘ibâakas shâlihîn.

Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu. Rabbighfir lî, warhamnî, watub ‘alayya. Innaka antat tawwâbur rahîm. 40 atau 100 kali.

Artinya, “Tuhanku, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."

Tuhanku, dengan-Mu aku bergerak. Dengan-Mu aku berusaha. Dengan-Mu, aku berjuang. Tuhanku, ampunilah segala dosaku. Turunkan rahmat-Mu kepadaku. Anugerahkanlah tobat-Mu untukku. Sungguh Engkau maha penerima tobat, lagi maha penyayang.”

Untuk doa di paragraf terakhir, kita dianjurkan membacanya sebanyak 40 atau 100 kali. Keterangan perihal doa sholat Dhuha ini bisa ditemukan di kitab I‘anatut Thalibin, Darul Fikr, Beirut, juz I, halaman 225.

Kenapa kita dianjurkan melaksanakan shalat dhuha? Ini Rahasianya..


Allah sangat mencintai umatNya yang rajin beribadah dan senantiasa mendekatkan diri. Setiap ibadah yang Allah perintahkan maupun anjurkan pasti punya keberkahan dan keumpamaan, termasuk sholat dhuha. Lalu apa-apa sajakah keutamaan shalat dhuha? apa rahasia dianjurkannya sholat dhuha?

1. Ibadah penghapus dosa

Kita sebagai manusia tak luput dari dosa, baik yang disadari maupun tidak disadari. Hal itulah yang membuat orang-orang sering mengungkapkan “manusia tempatnya khilaf”. Seringkali kita tidak menyadari bahwa kita telah melakukan suatu dosa.

Sholat dhuha merupakan salah satu sarana yang diberikan Allah untuk menghapus dosa-dosa kita sebagaimana sabda Rasulullah:

“Siapapun yang rutin shalat dhuha, akan diampuni dosanya, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (HR. At-Tirmidzi)

2. Ibadah para awwabin

Awwabin adalah sebutan Rasulullah untuk orang-orang yang taat beribadah. Jadi, melaksanakan sholat dhuha berarti kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang taat. Dari Abu Hurairah beliau berkata:

“Rasulullah mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah.shahih)

3. Ibadah yang bernilai 360 sedekah

Agama Islam mengajarkan untuk rajin bersedekah sebagai bekal di akhirat nanti. Sedekah tidak hanya berupa harta benda saja. Sholat dhuha juga merupakan ibadah yang bernilai sedekah. Pahala sekali sholat dhuha bernilai 360 sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Pahala 360 sedekah untuk dua rakaat sholat dhuha. Lalu, bagaimana kalau kita berkesempatan untuk melakukan 4, 6 sampai 12 rakaat. Bayangkan berapa banyak pahala sedekah yang kita dapatkan?

4. Ibadah untuk investasi di surga

Berinvestasi untuk kehidupan dunia itu hal biasa, namun pernahkah persiapkan investasi di akhirat? Kalau kita berpikir mendalam, Investasi di akhirat adalah investasi yang harus diutamakan karena kita hidup di dunia ini hanya untuk sementara, sedangkan di akhirat adalah kehidupan selamanya, dan abadi.

Banyak ibadah yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan amal sebagai investasi di akhirat, salah satunya adalah dengan melaksanakan sholat dhuha. Dengan melaksanakan sholat dhuha, berarti kita perlahan membangun sebuah istana di surga sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda:

“ Barangsiapa sholat dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun istana dari emas di surga.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Jika kita sudah punya rumah bagus dan mewah di dunia, kita tentu mau mendapatkan istana emas di akhirat. Sadarilah, kampung kita sebenarnya adalah di akhirat yang kekal, bukan di dunia yang fana dan sementara ini.

Secara tegas Rasulullah juga menyebutkan, sebagai imbalan bagi orang yang rajin melaksanakan sholat dhuha, pahala-pahala lainnya tentu juga terus mengalir karena ibadah yang kita kerjakan.

5. Ibadah pembuka pintu rezeki

Kehidupan menuntut kita untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang terus meningkat. Perut membutuhkan makan, kebutuhan pakaian harus terpenuhi, ada juga kebutuhan untuk pendidikan, keagamaan, sosial dan lain-lain. Singkatnya, hidup butuh biaya. karena untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut kita perlu uang yang cukup. Meskipun rezeki bukan hanya uang, namun Allah memberikan kita sarana untuk memperluas rezeki, yaitu dengan mengerjakan solat dhuha.

Dalam hadist qudsi, Rasulullah SAW bersabda,

“Allah Azza wa Jalla berfirman :”wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (dhuha), nanti akan Aku cukupi kebutuhannmu pada sore harinya“.

Rezeki tidak hanya didapat dari bekerja siang malam saja. bahkan ada diantara kita yang sampai melupakan ibadah. Kita seharusnya sadar bahwa ada amalan-amalan tertentu yang dapat membantu kita membuka pintu rezeki setelah bekerja dengan halal dan sungguh-sungguh

6. Ibadah pada waktu yang mustajab untuk berdoa

Rasulullah telah memberi tahu kita beberapa rahasia waktu terkabulnya doa melalui hadist-hadistnya. Waktu yang paling familiar bagi kita mungkin adalah berdoa pada 1/3 malam setelah selesai shalat tahajud. Setelah shalat dhuha ternyata juga merupakan salah satu waktu yang utama untuk berdoa.

Anas bin Malik RA berkata, “saya melihat Rasulullah SAW pada waktu bepergian, melakukan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat, setelah selesai beliau bersabda:

“Sesungguhnya saya sholat penuh dengan harapan dan kecemasan. Saya memohonkan kepada Allah tiga hal lalu dikabulkannya dua dan ditolak yang satunya. Saya mohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan ini dikabulkan, saya memohon pula agar umatku tidak dapat dikalahkan oleh musuhnya dan ini pun dikabulkan, lalu saya memohon agar umatku jangan sampai terpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolakNya” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan Ibnu Khuzaimah).

nu.or.id/wartosolo.com