Social Items

Bocah Autis Ini Meninggal karena Kelaparan

RiauJOS.com, Hackney - Chadrack Mbala Mulo mungkin tidak pernah tahu mengapa ibunya hanya terdiam ketika dia meminta makan. Bocah berusia empat tahun pengidap autis itu pun hanya bisa memeluk ibunya yang sudah terbujur kaku, dan Chadrack terus memeluknya sampai nyawanya ikut melayang karena kelaparan.

Kisah memilukan itu terjadi Oktober tahun lalu di Hackney, Inggris. Cerita menyedihkan mengenai seorang anak autis yang ditemukan tewas sambil memeluk ibunya yang sudah meninggal dunia. Penyelidikan mengenai insiden itu sudah selesai. Dan hasilnya sangat meruntuhkan hati.

Sang ibu, Esther, ternyata meninggal dunia setelah mendapat serangan epilepsi. Dia dan anak satu-satunya, Chadrack, hanya tinggal berdua di flat mereka. Sementara Chadrack adalah anak autis yang tidak suka berbicara.

Sepertinya, Chadrack tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat ibunya sudah terbujur kaku. Dia hanya berada di sana. Ketika ditemukan sepekan kemudian, Chadrack dalam posisi tidur sambil memeluk tubuh ibunya.

Tetangga mengatakan kalau mereka bahkan tidak pernah tahu Chadrack berbicara sepatah kata pun. ”Dia akan bersembunyi di balik kaki Esther bila berpapasan dengan orang lain,” kata seorang tetangga. Sebenarnya jendela flat ibu dan anak malang itu terbuka. Namun tetangga menganggap bau yang keluar dari flat itu adalah bau masakan Esther.

”Saya dihantui perasaan ini setiap saat. Saya bisa saja menolong tetapi saya tidak tahu,” ujar seorang tetangga. ”Chadrack butuh makan dan minum. Dia meninggal dunia karena kelaparan. Bukan karena sesuatu terjadi padanya.”

Perempuan 35 tahun itu mengatakan kalau dia terus mempertanyakan dirinya sendiri. ”Saya dengar Chadrack apa tidak? Saya mendengar dia meminta tolong apa tidak? Tetapi dia tidak pernah berbicara satu kata pun. Dia tidak bisa memanggil nama atau berbicara saat seseorang menyapanya.”

Petugas koroner Mary Hassel mengatakan kalau ada kemungkinan Chadrack tidak tahu bagaimana menelepon atau makan sendiri. Pihak sekolah Chadrack pernah mendatangi flat itu dua kali namun tidak ada balasan. Mereka tidak tahu ada tragedi di balik pintu flat. 

”Sepertinya, Chadrack bersama mayat ibunya selama empat hari sebelum akhirnya meninggal dunia juga. Dia meninggal sambil memeluk ibunya.”

Daily Mail/Jambi Independent

Kisah Meruntuhkan Hati.. Bocah Autis Ini Meninggal karena Kelaparan, Sambil Memeluk Mayat Ibunya

Bocah Autis Ini Meninggal karena Kelaparan

RiauJOS.com, Hackney - Chadrack Mbala Mulo mungkin tidak pernah tahu mengapa ibunya hanya terdiam ketika dia meminta makan. Bocah berusia empat tahun pengidap autis itu pun hanya bisa memeluk ibunya yang sudah terbujur kaku, dan Chadrack terus memeluknya sampai nyawanya ikut melayang karena kelaparan.

Kisah memilukan itu terjadi Oktober tahun lalu di Hackney, Inggris. Cerita menyedihkan mengenai seorang anak autis yang ditemukan tewas sambil memeluk ibunya yang sudah meninggal dunia. Penyelidikan mengenai insiden itu sudah selesai. Dan hasilnya sangat meruntuhkan hati.

Sang ibu, Esther, ternyata meninggal dunia setelah mendapat serangan epilepsi. Dia dan anak satu-satunya, Chadrack, hanya tinggal berdua di flat mereka. Sementara Chadrack adalah anak autis yang tidak suka berbicara.

Sepertinya, Chadrack tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika melihat ibunya sudah terbujur kaku. Dia hanya berada di sana. Ketika ditemukan sepekan kemudian, Chadrack dalam posisi tidur sambil memeluk tubuh ibunya.

Tetangga mengatakan kalau mereka bahkan tidak pernah tahu Chadrack berbicara sepatah kata pun. ”Dia akan bersembunyi di balik kaki Esther bila berpapasan dengan orang lain,” kata seorang tetangga. Sebenarnya jendela flat ibu dan anak malang itu terbuka. Namun tetangga menganggap bau yang keluar dari flat itu adalah bau masakan Esther.

”Saya dihantui perasaan ini setiap saat. Saya bisa saja menolong tetapi saya tidak tahu,” ujar seorang tetangga. ”Chadrack butuh makan dan minum. Dia meninggal dunia karena kelaparan. Bukan karena sesuatu terjadi padanya.”

Perempuan 35 tahun itu mengatakan kalau dia terus mempertanyakan dirinya sendiri. ”Saya dengar Chadrack apa tidak? Saya mendengar dia meminta tolong apa tidak? Tetapi dia tidak pernah berbicara satu kata pun. Dia tidak bisa memanggil nama atau berbicara saat seseorang menyapanya.”

Petugas koroner Mary Hassel mengatakan kalau ada kemungkinan Chadrack tidak tahu bagaimana menelepon atau makan sendiri. Pihak sekolah Chadrack pernah mendatangi flat itu dua kali namun tidak ada balasan. Mereka tidak tahu ada tragedi di balik pintu flat. 

”Sepertinya, Chadrack bersama mayat ibunya selama empat hari sebelum akhirnya meninggal dunia juga. Dia meninggal sambil memeluk ibunya.”

Daily Mail/Jambi Independent