Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang Sambut Habib Rizieq, Presidium Alumni 212 “Ultimatum” Presiden Jokowi

RiauJOS.com, Jakarta – Presidium Alumni 212 “mengultimatum” Presiden Jokowi untuk segera menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Presidium, Ustadz Ansufri Idrus Sambo pada saat Jumpa Pers pada Rabu, 31 Mei 2017 di Masjid Baiturrahman Sahardjo, Jakarta Selatan.

“Ultimatum” ini tertuang dalam bentuk Pernyataan Sikap Dan Surat Terbuka yang dirilis resmi oleh Presidium Alumni 212. 

Di bagian utamanya disampaikan tentang akan adanya Gerakan Perlawanan Konstitusional yang tertuang dalam delapan butir sebagai berikut:

1. Mendesak Tim Investigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasinya bahwa Rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis, massif dan terstruktur terhadap para ulama, aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas HTI.

2. Membawa hasil rekomendasi Komnas HAM tersebut ke jalur konstitusional di DPR dan mendesak DPR melakukan Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden yang dianggap sudah melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum dengan mengkriminilisasi para ulama, aktivis-aktivis dan membubarkan Ormas HTI.

3. Membawa hasil rekomendasi dari Komnas HAM tersebut ke dunia internasional yaitu ke OKI dan Pengadilan Internasional untuk menyelidiki dan mengadili kejahatan kemanusiaan yang diduga kuat dilakukan oleh Rezim Jokowi terhadap para ulama, aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas Islam.

4. Menggalang kekuatan ummat di seluruh Indonesia dengan melakukan Aksi Damai Bela Ulama dan Aksi Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah dan MENUNTUR MUNDUR Bapak Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai Presiden RI untuk menegakkan hukum dan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan juga untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

5. Meminta POLRI dan TNI untuk bertindak netral dan tidak menjadi alat kekuasaan Rezim Penguasa dan selalu berada di belakang rakyat dalam menegakkan dan menuntut keadilan di negeri ini. Kami minta TNI dan POLRI untuk tidak bertindak represif kepada rakyat selama rakyat menjalankan aksi dengan damai, tertib dan konstitusional.

6. Melakukan Tabligh-tabligh Akbar, Istighosah, Zikir dan Doa di seluruh pelosok Indonesia agar Allah menurunkan pertolonganNya untuk menyelamatkan Ulama dan menyelematkan negeri ini dari kezaliman-kezaliman Rezim Penguasa saat ini (Ramdhan adalah bulan pengabulan doa-doa).

7. Khusus untuk penetapan tersangka kepada Habib Rizieq dan rencana kepulangan beliau ke tanah air maka kami Presidium Alumni 212 bersama Tim Pembela Ulama mengajak ormas-ormas Islam lainnya dan juga komponen-komponen masyarakat yang cinta Ulama untuk MENGIBARKAN BENDERA Setengah Tiang sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini dan juga melakukan AKSI 1 JUTA MASSA menjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta.

8. Terakhir sebagai rasa hormat kami kepada Bapak Presiden Jokowi, kami menghimbau masih ada kesempatan dan belum terlambat bagi Bapak Jokowi untuk dapat mengakhiri semua kegaduhan-kegaduhan ini dengan memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk menghentikan semua kriminilisasi ulama dan aktivis-aktivis dengan mengeluarkan SP3 dan SKP2 serta mencabut pernyataan pembubaran HTI.

Dalam rilis tersebut juga Presidium Alumni 212 menuliskan peringatan keras kepada Presiden Jokowi sebagai berikut:

“Hayo Pak Jokowi, mumpung masih ada waktu dan mumpung masih belum terlambat, segera berbuat untuk kepentingan bangsa yang lebih luas dan segera bertindak untuk menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia yang besar ini.”

mediaharapan.com

Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang Sambut Habib Rizieq, Presidium Alumni 212 “Ultimatum” Presiden Jokowi

Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Setengah Tiang Sambut Habib Rizieq, Presidium Alumni 212 “Ultimatum” Presiden Jokowi

RiauJOS.com, Jakarta – Presidium Alumni 212 “mengultimatum” Presiden Jokowi untuk segera menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Presidium, Ustadz Ansufri Idrus Sambo pada saat Jumpa Pers pada Rabu, 31 Mei 2017 di Masjid Baiturrahman Sahardjo, Jakarta Selatan.

“Ultimatum” ini tertuang dalam bentuk Pernyataan Sikap Dan Surat Terbuka yang dirilis resmi oleh Presidium Alumni 212. 

Di bagian utamanya disampaikan tentang akan adanya Gerakan Perlawanan Konstitusional yang tertuang dalam delapan butir sebagai berikut:

1. Mendesak Tim Investigasi Komnas HAM untuk segera mengeluarkan rekomendasinya bahwa Rezim Jokowi telah melakukan pelanggaran HAM berat secara sistematis, massif dan terstruktur terhadap para ulama, aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas HTI.

2. Membawa hasil rekomendasi Komnas HAM tersebut ke jalur konstitusional di DPR dan mendesak DPR melakukan Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden yang dianggap sudah melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum dengan mengkriminilisasi para ulama, aktivis-aktivis dan membubarkan Ormas HTI.

3. Membawa hasil rekomendasi dari Komnas HAM tersebut ke dunia internasional yaitu ke OKI dan Pengadilan Internasional untuk menyelidiki dan mengadili kejahatan kemanusiaan yang diduga kuat dilakukan oleh Rezim Jokowi terhadap para ulama, aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas Islam.

4. Menggalang kekuatan ummat di seluruh Indonesia dengan melakukan Aksi Damai Bela Ulama dan Aksi Mosi Tidak Percaya kepada pemerintah dan MENUNTUR MUNDUR Bapak Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai Presiden RI untuk menegakkan hukum dan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan juga untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

5. Meminta POLRI dan TNI untuk bertindak netral dan tidak menjadi alat kekuasaan Rezim Penguasa dan selalu berada di belakang rakyat dalam menegakkan dan menuntut keadilan di negeri ini. Kami minta TNI dan POLRI untuk tidak bertindak represif kepada rakyat selama rakyat menjalankan aksi dengan damai, tertib dan konstitusional.

6. Melakukan Tabligh-tabligh Akbar, Istighosah, Zikir dan Doa di seluruh pelosok Indonesia agar Allah menurunkan pertolonganNya untuk menyelamatkan Ulama dan menyelematkan negeri ini dari kezaliman-kezaliman Rezim Penguasa saat ini (Ramdhan adalah bulan pengabulan doa-doa).

7. Khusus untuk penetapan tersangka kepada Habib Rizieq dan rencana kepulangan beliau ke tanah air maka kami Presidium Alumni 212 bersama Tim Pembela Ulama mengajak ormas-ormas Islam lainnya dan juga komponen-komponen masyarakat yang cinta Ulama untuk MENGIBARKAN BENDERA Setengah Tiang sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini dan juga melakukan AKSI 1 JUTA MASSA menjemput Habib Rizieq di Bandara Soekarno Hatta.

8. Terakhir sebagai rasa hormat kami kepada Bapak Presiden Jokowi, kami menghimbau masih ada kesempatan dan belum terlambat bagi Bapak Jokowi untuk dapat mengakhiri semua kegaduhan-kegaduhan ini dengan memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk menghentikan semua kriminilisasi ulama dan aktivis-aktivis dengan mengeluarkan SP3 dan SKP2 serta mencabut pernyataan pembubaran HTI.

Dalam rilis tersebut juga Presidium Alumni 212 menuliskan peringatan keras kepada Presiden Jokowi sebagai berikut:

“Hayo Pak Jokowi, mumpung masih ada waktu dan mumpung masih belum terlambat, segera berbuat untuk kepentingan bangsa yang lebih luas dan segera bertindak untuk menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia yang besar ini.”

mediaharapan.com