Social Items

Waktunya Berbuka, Listrik PLN malah Puasa..

RiauJOS.com, Pasirpangaraian - Warga kesal, waktunya berbuka puasa, listrik PLN dipadamkan tanpa permisi. Tanpa komando, warga pun menyerbu kantor PLN untuk berdemo dan bahkan sempat memporak-porandakan properti kantor.

Diwartakan, Riau24, Minggu tengah malam, 28 Mei 2017 selama dua hari berturut-turut saat warga berbuka puasa listrik tiba tiba padam tanpa alasan yang jelas, Masyarakat Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul) geruduk dan segel kantor unit PLN Rayon Pasirpengaraian di Ujung Batu.

Hasil pantaaun wartawan dilapangan, ratusan warga bergerak ke kantor unit PLN Ujung Batu yang terletak di simpang Ngaso itu sekitar pukul 19.30 Wib. Masa terus berdatangan memenuhi kantor PLN dan berupaya memasuki ruangan mempertanyakan kepada petugas kenapa arus listrik dimatikan.

Beberapa masa yang kesal bertindak anarkis dengan memecahkan kaca kaca nako kantor serta merusak fasilitas di salah satu ruangan, seperti meja, kursi dan lemari administrasi dalam kantor tersebut, sehingga hancur berantakan.

“Kami kesal bang, sudah berulang kali PLN seenaknya mematikan listrik waktu mau berbuka puasa,”kata Rian di TKP dikutip dari laman Riau24.com.

Ratusan warga yang masih berada di kantor PLN Ujung Batu tersebut, bahkan melakukan penyegelan. Sementara aparat keamanan dari Polsek Ujung Batu dan TNI sudah bersiaga di lokasi mengamankan agar aksi tidak meluas dan berlanjut.

Manager PLN Rayon Pasirpengaraian mengatakan ada gangguan jaringan yg menyebabkan Mesin trip dan BO.

"Saat penormalan untuk singkron mesin di PLTD Tanjung Belit dan Sungai Kuning ada masalah yg meyebabkan Feeder Pasir dan Ujung Batu belum masuk," katanya melalui pesan singkat.

Kata David Sibarani, setelah mau kita masukkan, masyrakat mulai marah dan anarkis untuk bakar mesin kita ke PLTD Sungai Kuning.

"Mereka tidak ijinkan kita hidupkan mesin dan normalkan Ujung Batu mereka minta penjelasan pihak kita. Kalo diijinkan kita segera normalkan segera pak," ungkapnya.

Soal kerugian akibat demo oleh warga, saat ini PLN Rayon Pasirpengaraian masih mendata kerugian yang ditimbulkan.

Sementara itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan 2017, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada PT PLN (Persero) untuk mengamankan pasokan listrik di Riau terutama selama bulan suci Ramadan agar masyarakat muslim tak terganggu ibadahnya selama puasa berlangsung. Pada kesempatan itu, Andi Rachman sapaa akrab Gubri memanggil petinggi PLN di Riau ke kediamanya pada Kamis 11 Mei 2017.

"Saya berharap tidak ada pemadaman listrik oleh PLN selama Ramadan. Terutama pada jam jam penting, berbuka, tarawih dan sahur. Kalau memang ada pemeliharan, usahakan dari sekarang. Jangan nanti PLN beralasan pemadaman karena ada pemeliharaan dan sebagainya,"tutur Andi Rahman, dan GM PLN Riau Irwansyah Putra mengatakan pihaknya siap mengamankan pasokan listrik selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2017.

Waktunya Berbuka, Listrik PLN malah Puasa.. Tanpa Komando, Warga Rohul Serbu PLN

Waktunya Berbuka, Listrik PLN malah Puasa..

RiauJOS.com, Pasirpangaraian - Warga kesal, waktunya berbuka puasa, listrik PLN dipadamkan tanpa permisi. Tanpa komando, warga pun menyerbu kantor PLN untuk berdemo dan bahkan sempat memporak-porandakan properti kantor.

Diwartakan, Riau24, Minggu tengah malam, 28 Mei 2017 selama dua hari berturut-turut saat warga berbuka puasa listrik tiba tiba padam tanpa alasan yang jelas, Masyarakat Kecamatan Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul) geruduk dan segel kantor unit PLN Rayon Pasirpengaraian di Ujung Batu.

Hasil pantaaun wartawan dilapangan, ratusan warga bergerak ke kantor unit PLN Ujung Batu yang terletak di simpang Ngaso itu sekitar pukul 19.30 Wib. Masa terus berdatangan memenuhi kantor PLN dan berupaya memasuki ruangan mempertanyakan kepada petugas kenapa arus listrik dimatikan.

Beberapa masa yang kesal bertindak anarkis dengan memecahkan kaca kaca nako kantor serta merusak fasilitas di salah satu ruangan, seperti meja, kursi dan lemari administrasi dalam kantor tersebut, sehingga hancur berantakan.

“Kami kesal bang, sudah berulang kali PLN seenaknya mematikan listrik waktu mau berbuka puasa,”kata Rian di TKP dikutip dari laman Riau24.com.

Ratusan warga yang masih berada di kantor PLN Ujung Batu tersebut, bahkan melakukan penyegelan. Sementara aparat keamanan dari Polsek Ujung Batu dan TNI sudah bersiaga di lokasi mengamankan agar aksi tidak meluas dan berlanjut.

Manager PLN Rayon Pasirpengaraian mengatakan ada gangguan jaringan yg menyebabkan Mesin trip dan BO.

"Saat penormalan untuk singkron mesin di PLTD Tanjung Belit dan Sungai Kuning ada masalah yg meyebabkan Feeder Pasir dan Ujung Batu belum masuk," katanya melalui pesan singkat.

Kata David Sibarani, setelah mau kita masukkan, masyrakat mulai marah dan anarkis untuk bakar mesin kita ke PLTD Sungai Kuning.

"Mereka tidak ijinkan kita hidupkan mesin dan normalkan Ujung Batu mereka minta penjelasan pihak kita. Kalo diijinkan kita segera normalkan segera pak," ungkapnya.

Soal kerugian akibat demo oleh warga, saat ini PLN Rayon Pasirpengaraian masih mendata kerugian yang ditimbulkan.

Sementara itu, sebelum memasuki bulan Ramadhan 2017, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman meminta kepada PT PLN (Persero) untuk mengamankan pasokan listrik di Riau terutama selama bulan suci Ramadan agar masyarakat muslim tak terganggu ibadahnya selama puasa berlangsung. Pada kesempatan itu, Andi Rachman sapaa akrab Gubri memanggil petinggi PLN di Riau ke kediamanya pada Kamis 11 Mei 2017.

"Saya berharap tidak ada pemadaman listrik oleh PLN selama Ramadan. Terutama pada jam jam penting, berbuka, tarawih dan sahur. Kalau memang ada pemeliharan, usahakan dari sekarang. Jangan nanti PLN beralasan pemadaman karena ada pemeliharaan dan sebagainya,"tutur Andi Rahman, dan GM PLN Riau Irwansyah Putra mengatakan pihaknya siap mengamankan pasokan listrik selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2017.