Pelantikan Pemimpin Baru Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar 6000 Orang Diundang sekaligus Pesta Rakyat Sambut Ramadhan, HMI MPO: Perbuatan Mubazir

RiauJOS.com, Pekanbaru - Panitia Pelaksana Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru terpilih, Firdaus-Ayat Cahyadi menyatakan telah menyebar sebanyak 6.000 undangan ke berbagai kalangan untuk menyambut pemimpin baru di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

"Seluruhnya kita undang, tokoh masyarakat, ulama, pejabat hingga tim sukses," kata Asisten 1 Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Azwan di Pekanbaru, Senin, 21 Mei 2017 dikutip dari laman Antaranews.

Ia menjelaskan, ribuan undangan dari beragam kalangan itu nantinya akan berkumpul di Gelanggang Olahraga Remaja Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, lokasi pisah sambut antara pemimpin terpilih dengan Penjabat wali kota Edwar Sanger.

Secara umum, kegiatan tersebut juga ditujukan sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadan. Selain itu, masyarakat juga akan diperkenankan untuk menyampaikan aspirasinya, langsung kepada pasangan pemimpin baru.

Lebih jauh, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, panitia telah menyiapkan sejumlah skema, terutama untuk mengantisipasi membludaknya undangan.

"Dari undangan telah disiapkan pintu A, B, C, dan D. Jadi masuknya tidak berbarengan. Kemudian yang masuk adalah yang sesuai dengan undangan," tuturnya.

Kegiatan pisah sambut akan dilakukan pada Senin siang setelah pelantikan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pagi ini. Selain pasangan Kepala daerah Kota Pekanbaru, turut dilantik Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Aziz Zaenal-Catur Sugeng.

Polresta Pekanbaru menyatakan sebanyak 627 personel gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru juga siap untuk diturunkan dalam proses pelantikan itu.

"Insya Allah kita siap untuk mengamankan hasil pesta demokrasi ini," kata Wakil Kepala Polresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi.

Lebih jauh, Edy mengatakan pihaknya akan fokus pada empat hal, yakni pejabat yang akan dilantik, tamu undangan, panitia, dan seluruh orang yang hadir. Selanjutnya barang, lokasi, dan seluruh rangkaian acara pelantikan.

Sementara itu, sistem pengamanan akan terbagi menjadi tiga ring, yakni ring 1, ring 2 dan ring 3, sehingga pengamanan akan lebih difokuskan pada masing-masing ring. Berikutnya Edy menuturkan pihaknya turut menyiapkan kendaraan taktis serta rute cadangan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Pesta Rakyat, Dinilai Mubazir


Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru akan menggelar pesta rakyat pasca pelantikan Firdaus ST MT dan Ayat Cahyadi sebagai walikota dan wakil walikota Pekanbaru mendapat kritikan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Pekanbaru, Dabson, kegiatan pesta rakyat yang akan digelar Pemko itu termasuk perbuatan mubazir, tak ada guna.

"Tak patut ada pesta rakyat pasca pelantikan walikota Pekanbaru mendatang. Itu perbuatan mubazir karena berapa pula dana yang dihabiskan untuk pesta itu. Mending dananya digunakan untuk hal yang lebih berguna bagi masyarakat," kata Dabson.

Dilanjutkan Dabson, terpilih dan dilantiknya pemimpin baru bagi warga Pekanbaru bukan untuk digirang-girangkan.

"Cobalah lihat suri tauladan nabi dan para sahabat nabi. Mereka diberi amanah menjadi pemimpin bukan malah bikin pesta, tapi mereka langsung istighfar dan mohon perlindungan Allah. Ini kok malah dibuat pesta-pesta segala," tegas Dabson.

Oleh sebab itu, Dabson berharap Pemko Pekanbaru segera membatalkan pesta rakyat tersebut. Dan kalau memang harus dibuat juga kumpul-kumpul pasca pelantikan walikota, lebih baik itu diganti dengan acara doa bersama, bukan pesta rakyat.

"Selagi masih ada waktu, lebih baik format pesta rakyat diganti saja dengan doa bersama. Itu lebih baik. Apalagi sebentar lagi mau masuk bulan suci Ramadhan," kata mahasiswa UIN Suska Riau ini.

AntaraNews/DataRiau

Pelantikan Pemimpin Baru Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar 6000 Orang Diundang sekaligus Pesta Rakyat Sambut Ramadhan, HMI MPO: Perbuatan Mubazir

Pelantikan Pemimpin Baru Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar 6000 Orang Diundang sekaligus Pesta Rakyat Sambut Ramadhan, HMI MPO: Perbuatan Mubazir

RiauJOS.com, Pekanbaru - Panitia Pelaksana Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru terpilih, Firdaus-Ayat Cahyadi menyatakan telah menyebar sebanyak 6.000 undangan ke berbagai kalangan untuk menyambut pemimpin baru di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

"Seluruhnya kita undang, tokoh masyarakat, ulama, pejabat hingga tim sukses," kata Asisten 1 Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Azwan di Pekanbaru, Senin, 21 Mei 2017 dikutip dari laman Antaranews.

Ia menjelaskan, ribuan undangan dari beragam kalangan itu nantinya akan berkumpul di Gelanggang Olahraga Remaja Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman, lokasi pisah sambut antara pemimpin terpilih dengan Penjabat wali kota Edwar Sanger.

Secara umum, kegiatan tersebut juga ditujukan sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadan. Selain itu, masyarakat juga akan diperkenankan untuk menyampaikan aspirasinya, langsung kepada pasangan pemimpin baru.

Lebih jauh, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, panitia telah menyiapkan sejumlah skema, terutama untuk mengantisipasi membludaknya undangan.

"Dari undangan telah disiapkan pintu A, B, C, dan D. Jadi masuknya tidak berbarengan. Kemudian yang masuk adalah yang sesuai dengan undangan," tuturnya.

Kegiatan pisah sambut akan dilakukan pada Senin siang setelah pelantikan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pagi ini. Selain pasangan Kepala daerah Kota Pekanbaru, turut dilantik Bupati dan Wakil Bupati Kampar, Aziz Zaenal-Catur Sugeng.

Polresta Pekanbaru menyatakan sebanyak 627 personel gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru juga siap untuk diturunkan dalam proses pelantikan itu.

"Insya Allah kita siap untuk mengamankan hasil pesta demokrasi ini," kata Wakil Kepala Polresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi.

Lebih jauh, Edy mengatakan pihaknya akan fokus pada empat hal, yakni pejabat yang akan dilantik, tamu undangan, panitia, dan seluruh orang yang hadir. Selanjutnya barang, lokasi, dan seluruh rangkaian acara pelantikan.

Sementara itu, sistem pengamanan akan terbagi menjadi tiga ring, yakni ring 1, ring 2 dan ring 3, sehingga pengamanan akan lebih difokuskan pada masing-masing ring. Berikutnya Edy menuturkan pihaknya turut menyiapkan kendaraan taktis serta rute cadangan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Pesta Rakyat, Dinilai Mubazir


Rencana Pemerintah Kota Pekanbaru akan menggelar pesta rakyat pasca pelantikan Firdaus ST MT dan Ayat Cahyadi sebagai walikota dan wakil walikota Pekanbaru mendapat kritikan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Menurut Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Pekanbaru, Dabson, kegiatan pesta rakyat yang akan digelar Pemko itu termasuk perbuatan mubazir, tak ada guna.

"Tak patut ada pesta rakyat pasca pelantikan walikota Pekanbaru mendatang. Itu perbuatan mubazir karena berapa pula dana yang dihabiskan untuk pesta itu. Mending dananya digunakan untuk hal yang lebih berguna bagi masyarakat," kata Dabson.

Dilanjutkan Dabson, terpilih dan dilantiknya pemimpin baru bagi warga Pekanbaru bukan untuk digirang-girangkan.

"Cobalah lihat suri tauladan nabi dan para sahabat nabi. Mereka diberi amanah menjadi pemimpin bukan malah bikin pesta, tapi mereka langsung istighfar dan mohon perlindungan Allah. Ini kok malah dibuat pesta-pesta segala," tegas Dabson.

Oleh sebab itu, Dabson berharap Pemko Pekanbaru segera membatalkan pesta rakyat tersebut. Dan kalau memang harus dibuat juga kumpul-kumpul pasca pelantikan walikota, lebih baik itu diganti dengan acara doa bersama, bukan pesta rakyat.

"Selagi masih ada waktu, lebih baik format pesta rakyat diganti saja dengan doa bersama. Itu lebih baik. Apalagi sebentar lagi mau masuk bulan suci Ramadhan," kata mahasiswa UIN Suska Riau ini.

AntaraNews/DataRiau