Social Items

Membunuh dan Memperkosa Pasangan Kekasih, Tujuh Pemuda Dituntut Hukuman Mati

RiauJOS.com, Cirebon - Tujuh pemuda yang didakwa membunuh dan memperkosa pasangan kekasih M Rizky (16) dan Vina (16), akhir Agustus 2016 lalu, dituntut hukuman mati. Tuntutan hukuman maksimal tersebut disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asep Sunarsa, Rohman dan Bayu Aji Pramono, dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Cirebon, Jumat, 12 Mei 2017.

Tujuh terdakwa yakni Eka Sandi bin Muran (24), Eko Ramadhani bin Muran (27), Hadi Saputra bin Kasana (23), Jaya bin Sabdul (23), Rivaldi Aditya Wardana bin Asep Kusnadi (21), Sudirman bin Sutarno (21) dan Supriyanto bin Sutadi (20).

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Suharno, JPU menilai ketujuh terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Tujuh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Asep Sunarsa.

JPU mendakwa dengan dakwaan berlapis primair melanggar pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, lebih subsidair pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diperkosa bergilir


Diketahui, korban Rizky, warga Desa Arumsari Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, dianiaya sampai tewas dengan batu, bambu dan samurai. Sedangkan korban Vina, warga Kampung Samadikun Lemahwungkuk Kota Cirebon, selain dianiaya dengan batu, bambu dan samurai juga diperkosa bergiliran.

Keduanya dianiaya di belakang sebuah dealer tidak jauh dari SMPN 11 Cirebon, Sabtu (27/8/2016) pukul 22.00.

Tujuh terdakwa merencanaan pembunuhan, sejak 17 Agustus 2016. Pembunuhan berencana tersebut dilatarbelakangi dendam asmara, tersangka Dani karena cintanya ditolak korban Vina.

Kedua korban kemudian dibuang di sisi jalan jembatan layang, Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, untuk mengelabui, seolah-olah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas.
Saat ditemukan Sabtu, 27 Agustus 2016 pukul 22.00, kondisi tubuh korban mengenaskan.

Karena mengira anaknya dan temen wanitanya merupakan korban kecelakaan lalu lintas, orang tua M Rizky, langsung menguburkan anaknya, keesokan harinya.

Pengungkapan kasus pembunuhan berencana, pengeroyokan dan pemerkosaan tersebut bermula dari kecurigaan, orang tua M Rizky yang juga anggota polisi di Satnarkoba Polres Cirebon Kota.

Atas dasar kejanggalan itu, akhirnya disimpulkan sementara bahwa korban bukan meninggal karena kecelakaan lalulintas, tetapi merupakan korban pembunuhan.

Pikiran-Rakyat

Membunuh dan Memperkosa Pasangan Kekasih, Tujuh Pemuda Dituntut Hukuman Mati

Membunuh dan Memperkosa Pasangan Kekasih, Tujuh Pemuda Dituntut Hukuman Mati

RiauJOS.com, Cirebon - Tujuh pemuda yang didakwa membunuh dan memperkosa pasangan kekasih M Rizky (16) dan Vina (16), akhir Agustus 2016 lalu, dituntut hukuman mati. Tuntutan hukuman maksimal tersebut disampaikan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asep Sunarsa, Rohman dan Bayu Aji Pramono, dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri Cirebon, Jumat, 12 Mei 2017.

Tujuh terdakwa yakni Eka Sandi bin Muran (24), Eko Ramadhani bin Muran (27), Hadi Saputra bin Kasana (23), Jaya bin Sabdul (23), Rivaldi Aditya Wardana bin Asep Kusnadi (21), Sudirman bin Sutarno (21) dan Supriyanto bin Sutadi (20).

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Suharno, JPU menilai ketujuh terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Tujuh terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," kata Asep Sunarsa.

JPU mendakwa dengan dakwaan berlapis primair melanggar pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, subsidair pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, lebih subsidair pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan kedua pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diperkosa bergilir


Diketahui, korban Rizky, warga Desa Arumsari Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, dianiaya sampai tewas dengan batu, bambu dan samurai. Sedangkan korban Vina, warga Kampung Samadikun Lemahwungkuk Kota Cirebon, selain dianiaya dengan batu, bambu dan samurai juga diperkosa bergiliran.

Keduanya dianiaya di belakang sebuah dealer tidak jauh dari SMPN 11 Cirebon, Sabtu (27/8/2016) pukul 22.00.

Tujuh terdakwa merencanaan pembunuhan, sejak 17 Agustus 2016. Pembunuhan berencana tersebut dilatarbelakangi dendam asmara, tersangka Dani karena cintanya ditolak korban Vina.

Kedua korban kemudian dibuang di sisi jalan jembatan layang, Desa Kepongpongan Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, untuk mengelabui, seolah-olah korban tewas karena kecelakaan lalu lintas.
Saat ditemukan Sabtu, 27 Agustus 2016 pukul 22.00, kondisi tubuh korban mengenaskan.

Karena mengira anaknya dan temen wanitanya merupakan korban kecelakaan lalu lintas, orang tua M Rizky, langsung menguburkan anaknya, keesokan harinya.

Pengungkapan kasus pembunuhan berencana, pengeroyokan dan pemerkosaan tersebut bermula dari kecurigaan, orang tua M Rizky yang juga anggota polisi di Satnarkoba Polres Cirebon Kota.

Atas dasar kejanggalan itu, akhirnya disimpulkan sementara bahwa korban bukan meninggal karena kecelakaan lalulintas, tetapi merupakan korban pembunuhan.

Pikiran-Rakyat