Jenazah Laki-laki yang Ditemukan di Genangan Air Waduk Cirata Cianjur Diduga Dosen ITB yang Hilang

RiauJOS.com, Bandung - Sesosok mayat pria ditemukan pukul 15.30 WIB di genangan air waduk Cirata, tepatnya di Kampung Jagabaya RT 19/05 Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Bandung.

Diduga jenazah yang ditemukan tersebut, merupakan jenazah Dosen ITB, Suryo Utomo (30), yang dinyatakan hilang, sejak Rabu, 10 Mei 2017.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana, membenarkan adanya penemuan mayat di Cianjur. Hanya saja, untuk memastikan itu merupakan mayat dari dosen ITB yang hilang atau bukan, belum bisa dipastikan oleh pihaknya.

“Kami koordinasi dengan Polres Cianjur dan kami meminta dikirimkan foto-foto korban yang ditemukan itu, lalu kami kroscek ke pihak keluarga (Suryo Utomo),” ungkap Yoris dilaporkan Pojokbandung, Sabtu malam, 13 Mei 2017.

“Kami menanyakan ke keluarga dan memang ada kesamaan,” timpalnya.

Untuk memastikannya, ungkapnya, pihak keluarga, menuju ke Cianjur untuk melakukan pengecekan terhadap jenazah yang ditemukan. “Sekarang mau dipastikan,” ucapnya.

Yoris mengungkapkan, ciri yang paling membuat pihak keluarga menyatakan adanya kesamaan adalah kaos yang dikenakan pada jenazah yang ditemukan di Ciranjang, Cianjur tersebut dengan saat Suryo dinyatakan hilang.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria ditemukan pukul 15.30 WIB di genangan air waduk Cirata, tepatnya di Kampung Jagabaya RT19/05 Desa Sindangsari, Kec. Ciranjang Kab Cianjur

Informasi yang diperoleh dari Polres Cianjur, menurut keterangan saksi Wawan, mayat tersebut awalnya ditemukan anak-anak yang sedang mencari kayu bakar di genangan air yang terbawa arus air.

Tiba-tiba melihat sesosok mayat dalam keadaan mengapung dengan posisi tertelungkup.

Usai menyambangi lokasi penemuan mayat yang ditemukan dengan kaos berwarna hitam dan berambut pendek tersebut langsung dibawa ke jajaran Polsek Ciranjang ke Kamar jenazah Rumah Sakit Umum Cianjur. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membengkak sehingga cukup sulit untuk dikenali.

Sebelumnya, kerabat Suryo, yang juga berprofesi dosen di ITB, Endang mengutarakan, saat menemukan mobil Suryo terparkir di pinggir jalan di Cianjur dengan keadaan pintu tidak terkunci.

“Saya yang kali pertama menemukan mobilnya, tak ada kondisi mencurigakan seperti bekas kekerasan atau apa. Hanya saja kuncinya ada di dalam mobil, begitu juga dompet dan identitasnya ada di mobil. Padahal kalau berhenti untuk menemui seseorang kan umumnya mobil dikunci dulu,” ungkapnya saat dihubungi pojokbandung.com.

Endang menyebutkan, Suryo selama ini dikenal sebagai sosok yang baik di kalangan rekan-rekan dosen dan kampus.

“Saya tidak tahu kalau ada persoalan lain, atau ada masalah keluarga. Tapi itu yang membuat saya heran, mobil ditemukan di pinggir jalan, padahal tidak ada keluarga di Cianjur dan kenapa mobil ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci,” katanya.

Jenazah Laki-laki yang Ditemukan di Genangan Air Waduk Cirata Cianjur Diduga Dosen ITB yang Hilang

Jenazah Laki-laki yang Ditemukan di Genangan Air Waduk Cirata Cianjur Diduga Dosen ITB yang Hilang

RiauJOS.com, Bandung - Sesosok mayat pria ditemukan pukul 15.30 WIB di genangan air waduk Cirata, tepatnya di Kampung Jagabaya RT 19/05 Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Bandung.

Diduga jenazah yang ditemukan tersebut, merupakan jenazah Dosen ITB, Suryo Utomo (30), yang dinyatakan hilang, sejak Rabu, 10 Mei 2017.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana, membenarkan adanya penemuan mayat di Cianjur. Hanya saja, untuk memastikan itu merupakan mayat dari dosen ITB yang hilang atau bukan, belum bisa dipastikan oleh pihaknya.

“Kami koordinasi dengan Polres Cianjur dan kami meminta dikirimkan foto-foto korban yang ditemukan itu, lalu kami kroscek ke pihak keluarga (Suryo Utomo),” ungkap Yoris dilaporkan Pojokbandung, Sabtu malam, 13 Mei 2017.

“Kami menanyakan ke keluarga dan memang ada kesamaan,” timpalnya.

Untuk memastikannya, ungkapnya, pihak keluarga, menuju ke Cianjur untuk melakukan pengecekan terhadap jenazah yang ditemukan. “Sekarang mau dipastikan,” ucapnya.

Yoris mengungkapkan, ciri yang paling membuat pihak keluarga menyatakan adanya kesamaan adalah kaos yang dikenakan pada jenazah yang ditemukan di Ciranjang, Cianjur tersebut dengan saat Suryo dinyatakan hilang.

Sebelumnya diberitakan, sesosok mayat pria ditemukan pukul 15.30 WIB di genangan air waduk Cirata, tepatnya di Kampung Jagabaya RT19/05 Desa Sindangsari, Kec. Ciranjang Kab Cianjur

Informasi yang diperoleh dari Polres Cianjur, menurut keterangan saksi Wawan, mayat tersebut awalnya ditemukan anak-anak yang sedang mencari kayu bakar di genangan air yang terbawa arus air.

Tiba-tiba melihat sesosok mayat dalam keadaan mengapung dengan posisi tertelungkup.

Usai menyambangi lokasi penemuan mayat yang ditemukan dengan kaos berwarna hitam dan berambut pendek tersebut langsung dibawa ke jajaran Polsek Ciranjang ke Kamar jenazah Rumah Sakit Umum Cianjur. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membengkak sehingga cukup sulit untuk dikenali.

Sebelumnya, kerabat Suryo, yang juga berprofesi dosen di ITB, Endang mengutarakan, saat menemukan mobil Suryo terparkir di pinggir jalan di Cianjur dengan keadaan pintu tidak terkunci.

“Saya yang kali pertama menemukan mobilnya, tak ada kondisi mencurigakan seperti bekas kekerasan atau apa. Hanya saja kuncinya ada di dalam mobil, begitu juga dompet dan identitasnya ada di mobil. Padahal kalau berhenti untuk menemui seseorang kan umumnya mobil dikunci dulu,” ungkapnya saat dihubungi pojokbandung.com.

Endang menyebutkan, Suryo selama ini dikenal sebagai sosok yang baik di kalangan rekan-rekan dosen dan kampus.

“Saya tidak tahu kalau ada persoalan lain, atau ada masalah keluarga. Tapi itu yang membuat saya heran, mobil ditemukan di pinggir jalan, padahal tidak ada keluarga di Cianjur dan kenapa mobil ditinggalkan dalam keadaan tidak terkunci,” katanya.