Social Items


RiauJOS.com, Rokan Hulu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu (Rohul), Freddy Daniel Simanjuntak, mengaku siap bertanggungjawab atas insiden pada Selasa, 16 Mei. Dia juga meminta maaf atas kejadian itu.

"Saya selaku pimpinan siap bertanggungjawab atas kejadian ini," kata Freddy dihadapan puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu di aula Kantor Kejari Rohul, Pasirpangaraian, Jumat, 19 Mei 2017 dikutip dari laman Bengkalisone[dot]com.

Pertemuan itu turut dihadiri Kapolres Rohul, AKPB Yusup Rahmanto, Rektor Universitas Pasir Pangaraian (UPP), Adolf Bastian, dan Ketua Hulu Balang Nogori Rohul, Alirman.

Walau begitu, Freddy membantah telah terjadi penganiayaan berupa pemukulan serta penyeretan terhadap dua mahasiswa, Muhammad Sukri dan Rio Andri, pada saat itu. Kataya, yang terjadi hanya tarik-menarik saja.

Menurut Freddy, Sukri dan Rio dijebloskan ke sel tahanan sebagai pengamanan sementara. Keduanya kemudian dilepas setelah Abu Bakar, Ketua Himpuan Mahasiswa Rohul (Himarohu) datang minta maaf.

Tetapi, pengakuan Freddy itu langsung dibantah Rio Andri. "Baju saya ditarik sampai semua kancingnya putus. Apa itu bukan penganiayaan?," tanya Rio yang ikut dalam aksi itu.

Karena itu, mahasiswa tetap menuntut agar Freddy dan Agus Kurniawan (Kasi Intel Kejari Rohul) segera menundurkan diri dari jabatannya.

AKBP Yusup Rahmanto berusaha menengahi perdebatan Freddy dan Rio. Katanya, kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan akan ditindaklanjuti.

Sedangkan Adolf Bastian mengajak semua pihak menyelesaikan masalah ini secara adat agar tidak melebar. "Kita harap kejadian ini tidak terulang lagi. Ini yang terakhir kali," katanya.

Insiden Pemukulan Mahasiswa, Kajari Freddy: Saya Siap Bertanggungjawab


RiauJOS.com, Rokan Hulu - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rokan Hulu (Rohul), Freddy Daniel Simanjuntak, mengaku siap bertanggungjawab atas insiden pada Selasa, 16 Mei. Dia juga meminta maaf atas kejadian itu.

"Saya selaku pimpinan siap bertanggungjawab atas kejadian ini," kata Freddy dihadapan puluhan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu di aula Kantor Kejari Rohul, Pasirpangaraian, Jumat, 19 Mei 2017 dikutip dari laman Bengkalisone[dot]com.

Pertemuan itu turut dihadiri Kapolres Rohul, AKPB Yusup Rahmanto, Rektor Universitas Pasir Pangaraian (UPP), Adolf Bastian, dan Ketua Hulu Balang Nogori Rohul, Alirman.

Walau begitu, Freddy membantah telah terjadi penganiayaan berupa pemukulan serta penyeretan terhadap dua mahasiswa, Muhammad Sukri dan Rio Andri, pada saat itu. Kataya, yang terjadi hanya tarik-menarik saja.

Menurut Freddy, Sukri dan Rio dijebloskan ke sel tahanan sebagai pengamanan sementara. Keduanya kemudian dilepas setelah Abu Bakar, Ketua Himpuan Mahasiswa Rohul (Himarohu) datang minta maaf.

Tetapi, pengakuan Freddy itu langsung dibantah Rio Andri. "Baju saya ditarik sampai semua kancingnya putus. Apa itu bukan penganiayaan?," tanya Rio yang ikut dalam aksi itu.

Karena itu, mahasiswa tetap menuntut agar Freddy dan Agus Kurniawan (Kasi Intel Kejari Rohul) segera menundurkan diri dari jabatannya.

AKBP Yusup Rahmanto berusaha menengahi perdebatan Freddy dan Rio. Katanya, kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan akan ditindaklanjuti.

Sedangkan Adolf Bastian mengajak semua pihak menyelesaikan masalah ini secara adat agar tidak melebar. "Kita harap kejadian ini tidak terulang lagi. Ini yang terakhir kali," katanya.