Social Items

Gadis Cantik Berambut Pirang Tidur di Jalanan, Dibangunin Tentara.. Ada Apa?

RiauJOS.com, Bandung - Remaja cantik Silvana Mahardika (15) yang tertidur di pinggiran Jalan Pasteur terjaring Dinas Sosial Kota Bandung, Kamis pagi, 18 Mei 2017.

"Lagi tidur sama teman-teman tiba-tiba dibangunin tentara," ujar Silvana di rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung, Jalan Sukamulya. Rambutnya pirang. Giginya memakai kawat.

Remaja yang hanya sekolah hingga kelas 2 SMP di Cijerah, Kota Bandung, itu mengaku senang berada di jalanan sejak 2016. Dia mengaku bebas pergi bermain kemana pun.

Kedua orangtua Silvana adalah pekerja pabrik. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara.

"Pulang ke rumah sering. Orangtua juga marah karena sering banyak yang memberitahu bahwa saya main di jalan, tapi saya tetap ke jalan," sambung dia.

Silvana putus sekolah demi bermain di jalan. Semasa masih sekolah pun Silvana sering membolos sekolah.

"Saya tidak "ngelem", tapi punya pacar," ujar gadis dengan rambut sepunggung dicat pirang. Dia mengaku syok karena pertama kali terjaring razia.

"Di jalan paling nongkrong, saya tidak ikut mengamen. Kalau makan ya pulang ke rumah di Holis," sambung Silvana.

Dinas Sosial Kota Bandung, dan Kodim 0618/ BS merazia anak jalanan dan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Ramadan.

Sebanyak 12 orang terjaring razia. Rata-rata berusia di bawah 17 tahun. Satu di antaranya remaja putri dan sisanya 11 laki-laki yang berpakaian selayaknya anak punk.

Bangka Tribun

Gadis Cantik Berambut Pirang Tidur di Jalanan, Dibangunin Tentara.. Ada Apa?

Gadis Cantik Berambut Pirang Tidur di Jalanan, Dibangunin Tentara.. Ada Apa?

RiauJOS.com, Bandung - Remaja cantik Silvana Mahardika (15) yang tertidur di pinggiran Jalan Pasteur terjaring Dinas Sosial Kota Bandung, Kamis pagi, 18 Mei 2017.

"Lagi tidur sama teman-teman tiba-tiba dibangunin tentara," ujar Silvana di rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung, Jalan Sukamulya. Rambutnya pirang. Giginya memakai kawat.

Remaja yang hanya sekolah hingga kelas 2 SMP di Cijerah, Kota Bandung, itu mengaku senang berada di jalanan sejak 2016. Dia mengaku bebas pergi bermain kemana pun.

Kedua orangtua Silvana adalah pekerja pabrik. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara.

"Pulang ke rumah sering. Orangtua juga marah karena sering banyak yang memberitahu bahwa saya main di jalan, tapi saya tetap ke jalan," sambung dia.

Silvana putus sekolah demi bermain di jalan. Semasa masih sekolah pun Silvana sering membolos sekolah.

"Saya tidak "ngelem", tapi punya pacar," ujar gadis dengan rambut sepunggung dicat pirang. Dia mengaku syok karena pertama kali terjaring razia.

"Di jalan paling nongkrong, saya tidak ikut mengamen. Kalau makan ya pulang ke rumah di Holis," sambung Silvana.

Dinas Sosial Kota Bandung, dan Kodim 0618/ BS merazia anak jalanan dan penyandang masalah kesejahteraan sosial. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Ramadan.

Sebanyak 12 orang terjaring razia. Rata-rata berusia di bawah 17 tahun. Satu di antaranya remaja putri dan sisanya 11 laki-laki yang berpakaian selayaknya anak punk.

Bangka Tribun