Memilukan.. Kisah Elsa yang Meninggal 30 Menit sebelum Akad Nikah.. Momen Bahagia Seketika Berubah Duka

RiauJOS.com, Palembang - Kisah memilukan ini, datang dari Palembang, Sumatera Selatan. Elsa Putri Julita (20) sakit di hari pernikahan dan meninggal di rumah sakit 30 menit sebelum mengucap janji suci bersama pujaan hati, Darmadi (19).

Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Elsa di Jalan Sako Pancasila Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Selasa malam, 9 Mei 2017. 

Tenda pernikahan masih terpasang di depan rumah. Juga dengan foto-foto pre-wedding Elsa dan calon suami.

Di ruang tamu, ayah Elsa, Dwi Sayahrial (47) berkisah seharusnya, Sabtu, 6 Mei 2017, Elsa menikah. Ijab qabul direncanakan pada pukul 14.00 WIB. Sementara resepsi akan dilakukan keesokan harinya, Minggu, 7 Mei.

Namun Tuhan berkehendak lain. Di hari pernikahan, sekitar pukul 12.00 WIB, Elsa mengeluh dadanya sesak dan batuk-batuk saat berada di kamar orangtuanya. Dia kemudian diminta masuk ke kamar pengantin yang sudah dihias.

"Dia belum dirias saat itu. Belum pakai baju pengantin juga," kata Sayahrial dikutip dari laman Detik.

Sayahrial mengatakan, di kamar pengantin, Elsa tetap mengeluh sakit di bagian dada. Keluarga pun membawa ke rumah sakit. Di UGD, dia mendapat perawatan selama 15 menit. 

Nahas, nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 13.30 WIB atau 30 menit sebelum ijab qabul, Elsa mengembuskan nafas terakhir.

Sayahrial tak dapat menggambarkan perasaannya mengingat momen itu. Matanya berkaca-kaca. Dia sempat pamit ke belakang sebelum akhirnya kembali ke ruang tamu.

Menurut Sayahrial, keluarga tak percaya saat tahu Elsa meninggal. Begitu juga dengan keluarga mempelai pria. 

Momen bahagia itu seketika berubah berganti duka. Di hari pernikahan, Elsa, anak kedua dari empat bersaudara, pergi untuk selamanya.

Kado Pernikahan Elsa


Diagnosis Dokter


Meninggalnya Elsa Putri Julita (20) di hari pernikahan mengagetkan keluarga. Sebelumnya, dia disebut-sebut dalam kondisi sehat. Namun dokter mendiagnosis lain.

"Kata dokter, dia (Elsa) terkena asam lambung yang membuat napasnya sesak," kata ayah Elsa, Dwi Sayahrial (47), kepadadetikcom di rumah duka, Jalan Sako Pancasila, Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Selasa malam, 9 Mei 2017.

2 jam sebelum akad nikah atau sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (6/5), Elsa memang mengeluh sakit di bagian dada saat berada di kamar orang tua. Kemudian Syahrial meminta Elsa pindah ke kamar pengantin yang sudah dihias.

"Karena merasa sakit, saya minta dia pindah ke kamarnya. Jadi kalau nggak enak badan bisa tetap melangsungkan akad meskipun belum pakai baju pengantin," ujar Sayahrial.

Saat akan dipindahkan, Elsa meminta digendong, juga meminta berbagai jus dan makanan. Sayahrial menganggap permintaan anaknya itu sebagai hal yang biasa.

Saat sudah dipindahkan, Elsa terus merasa sakit di bagian dada hingga akhirnya pihak keluarga berinisiatif membawanya ke rumah sakit. "Di dalam mobil sempat bilang kalau dia sudah tidak tahan lagi dan mau pingsan," kata Sayahrial.

Di rumah sakit, Elsa sempat mendapatkan pertolongan di ruang UGD. Berselang 15 menit di ruang UGD, oleh dokter Elsa dinyatakan meninggal pada pukul 13.30 WIB atau 30 menit sebelum akad nikah. Keluarga yang ikut mendampingi sontak tak percaya. Hingga akhirnya terjadilah pingsan massal, baik di rumah sakit maupun di rumah duka. Keluarga mempelai pria juga shock.

Elsa dimakamkan pada Minggu, 7 Mei. Hari itu, seharusnya resepsi dilakukan. Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan.

Memilukan.. Kisah Elsa yang Meninggal 30 Menit sebelum Akad Nikah.. Momen Bahagia Seketika Berubah Duka

Memilukan.. Kisah Elsa yang Meninggal 30 Menit sebelum Akad Nikah.. Momen Bahagia Seketika Berubah Duka

RiauJOS.com, Palembang - Kisah memilukan ini, datang dari Palembang, Sumatera Selatan. Elsa Putri Julita (20) sakit di hari pernikahan dan meninggal di rumah sakit 30 menit sebelum mengucap janji suci bersama pujaan hati, Darmadi (19).

Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Elsa di Jalan Sako Pancasila Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Selasa malam, 9 Mei 2017. 

Tenda pernikahan masih terpasang di depan rumah. Juga dengan foto-foto pre-wedding Elsa dan calon suami.

Di ruang tamu, ayah Elsa, Dwi Sayahrial (47) berkisah seharusnya, Sabtu, 6 Mei 2017, Elsa menikah. Ijab qabul direncanakan pada pukul 14.00 WIB. Sementara resepsi akan dilakukan keesokan harinya, Minggu, 7 Mei.

Namun Tuhan berkehendak lain. Di hari pernikahan, sekitar pukul 12.00 WIB, Elsa mengeluh dadanya sesak dan batuk-batuk saat berada di kamar orangtuanya. Dia kemudian diminta masuk ke kamar pengantin yang sudah dihias.

"Dia belum dirias saat itu. Belum pakai baju pengantin juga," kata Sayahrial dikutip dari laman Detik.

Sayahrial mengatakan, di kamar pengantin, Elsa tetap mengeluh sakit di bagian dada. Keluarga pun membawa ke rumah sakit. Di UGD, dia mendapat perawatan selama 15 menit. 

Nahas, nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 13.30 WIB atau 30 menit sebelum ijab qabul, Elsa mengembuskan nafas terakhir.

Sayahrial tak dapat menggambarkan perasaannya mengingat momen itu. Matanya berkaca-kaca. Dia sempat pamit ke belakang sebelum akhirnya kembali ke ruang tamu.

Menurut Sayahrial, keluarga tak percaya saat tahu Elsa meninggal. Begitu juga dengan keluarga mempelai pria. 

Momen bahagia itu seketika berubah berganti duka. Di hari pernikahan, Elsa, anak kedua dari empat bersaudara, pergi untuk selamanya.

Kado Pernikahan Elsa


Diagnosis Dokter


Meninggalnya Elsa Putri Julita (20) di hari pernikahan mengagetkan keluarga. Sebelumnya, dia disebut-sebut dalam kondisi sehat. Namun dokter mendiagnosis lain.

"Kata dokter, dia (Elsa) terkena asam lambung yang membuat napasnya sesak," kata ayah Elsa, Dwi Sayahrial (47), kepadadetikcom di rumah duka, Jalan Sako Pancasila, Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Selasa malam, 9 Mei 2017.

2 jam sebelum akad nikah atau sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (6/5), Elsa memang mengeluh sakit di bagian dada saat berada di kamar orang tua. Kemudian Syahrial meminta Elsa pindah ke kamar pengantin yang sudah dihias.

"Karena merasa sakit, saya minta dia pindah ke kamarnya. Jadi kalau nggak enak badan bisa tetap melangsungkan akad meskipun belum pakai baju pengantin," ujar Sayahrial.

Saat akan dipindahkan, Elsa meminta digendong, juga meminta berbagai jus dan makanan. Sayahrial menganggap permintaan anaknya itu sebagai hal yang biasa.

Saat sudah dipindahkan, Elsa terus merasa sakit di bagian dada hingga akhirnya pihak keluarga berinisiatif membawanya ke rumah sakit. "Di dalam mobil sempat bilang kalau dia sudah tidak tahan lagi dan mau pingsan," kata Sayahrial.

Di rumah sakit, Elsa sempat mendapatkan pertolongan di ruang UGD. Berselang 15 menit di ruang UGD, oleh dokter Elsa dinyatakan meninggal pada pukul 13.30 WIB atau 30 menit sebelum akad nikah. Keluarga yang ikut mendampingi sontak tak percaya. Hingga akhirnya terjadilah pingsan massal, baik di rumah sakit maupun di rumah duka. Keluarga mempelai pria juga shock.

Elsa dimakamkan pada Minggu, 7 Mei. Hari itu, seharusnya resepsi dilakukan. Manusia hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan.