Social Items

Dosen ITB Hilang Misterius, Polisi dan Densus 88 Terus Mencari

RiauJOS.com, Cianjur - Seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Suryo Utomo (30 tahun) dilaporkan hilang sejak Rabu pagi, 10 Mei 2017. Mobil Suryo ditemukan di kawasan Ciranjang, Cianjur, dalam keadaan kosong dengan kunci kontak masih menggantung.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, Suryo dilaporkan menghilang secara misterius usai mengantarkan orangtuanya ke Terminal Leuwipanjang. Orangtuanya dikabarkan akan bertolak ke Bogor. Suryo tercatat beralamat di Jalan Terusan Angkasa Nomor 38 Kota Bandung.

Menurut Sri Indah Catherina, sepupunya, sebelumnya pihak keluarga sudah berusaha menghubungi Suryo melalui telepon selulernya, namun gagal. "Keluarga lalu berusaha mencari keberadaannya ke Cianjur dan menemukan mobil korban terparkir di tepian jalan raya Cianjur Bandung di kawasan Ciranjang," kata Catherina, Sabtu, 13 Mei 2017.

Saat itu, mobil yang digunakan Suryo ditemukan dengan kunci masih terpasang di kendaraan. Pihak keluarga juga menemukan telepon genggam serta dompet di dalam mobil. "Selama ini dia tak memiliki masalah selama jadi dosen, dan tetap beraktivitas secara normal," katanya.

Dari informasi lain yang didapat, Suryo pernah tidak sadarkan diri selama dua hari di Rumah Sakit Borromeus Bandung, pada Maret 2017 lalu. Namun, pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya penyakit yang diderita Suryo. Kata Catherina, usai jalani perawatan itu, Suryo sering melamun. Namun, ayah satu orang anak ini tetap menjalani kesehariannya sebagai seorang dosen di School of Business and Management ITB. Tidak ada gelagat aneh.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menyatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap Suryo. Sejumlah saksi sudah diperiksa, mereka mengaku sempat melihat Suryo keluar dari mobil.

"Selain masih melakukan pencarian terkait keberadaan korban, hingga kini Polrestabes Bandung juga masih melakukan penyelidikan terkait permasalahan lain yang menyebabkan korban menghilang secara misterius," kata dia.

Densus 88 turut mencari hilangnya dosen ITB, ” Posisi pada akhirnya terlacak lewat handphone yang dibantu Densus 88, ” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo dalam pesan secara singkat, Jumat, 12 Mei 2017.

Suryo mempunyai ciri tinggi tubuh sekitaran 170 cm, berat tubuh 65 kg, kulit sawo masak, serta memiliki rambut pendek hitam dan memakai kaca mata. Waktu pergi, Suryo memakai pakaian polo hitam dengan memakai celana jin berwarna biru. ” Sekarang ini pencarian juga telah dikerjakan oleh tim, ” katanya.

Diwartakan Jawa Pos, Sabtu, 13 Mei 2017, Ibunda Suryo Utomo, Ika Rini Astuti mengaku, tak ada keanehan atau gelagat mencurigakan dari Suryo saat mengantarkan dirinya ke terminal Leuwipanjang.

“Di perjalanan juga biasa aja. Gak ada apa-apa jadi enggak khawatir,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Dia menjelaskan, buah hatinya itu memang memiliki riwayat hilang ingatan. Namun, Ika tak ingin menjelaskan dengan detail penyakit yang diderita Suryo.

Dosen ITB Hilang Misterius, Polisi dan Densus 88 Terus Mencari

Dosen ITB Hilang Misterius, Polisi dan Densus 88 Terus Mencari

RiauJOS.com, Cianjur - Seorang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Suryo Utomo (30 tahun) dilaporkan hilang sejak Rabu pagi, 10 Mei 2017. Mobil Suryo ditemukan di kawasan Ciranjang, Cianjur, dalam keadaan kosong dengan kunci kontak masih menggantung.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, Suryo dilaporkan menghilang secara misterius usai mengantarkan orangtuanya ke Terminal Leuwipanjang. Orangtuanya dikabarkan akan bertolak ke Bogor. Suryo tercatat beralamat di Jalan Terusan Angkasa Nomor 38 Kota Bandung.

Menurut Sri Indah Catherina, sepupunya, sebelumnya pihak keluarga sudah berusaha menghubungi Suryo melalui telepon selulernya, namun gagal. "Keluarga lalu berusaha mencari keberadaannya ke Cianjur dan menemukan mobil korban terparkir di tepian jalan raya Cianjur Bandung di kawasan Ciranjang," kata Catherina, Sabtu, 13 Mei 2017.

Saat itu, mobil yang digunakan Suryo ditemukan dengan kunci masih terpasang di kendaraan. Pihak keluarga juga menemukan telepon genggam serta dompet di dalam mobil. "Selama ini dia tak memiliki masalah selama jadi dosen, dan tetap beraktivitas secara normal," katanya.

Dari informasi lain yang didapat, Suryo pernah tidak sadarkan diri selama dua hari di Rumah Sakit Borromeus Bandung, pada Maret 2017 lalu. Namun, pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya penyakit yang diderita Suryo. Kata Catherina, usai jalani perawatan itu, Suryo sering melamun. Namun, ayah satu orang anak ini tetap menjalani kesehariannya sebagai seorang dosen di School of Business and Management ITB. Tidak ada gelagat aneh.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo menyatakan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap Suryo. Sejumlah saksi sudah diperiksa, mereka mengaku sempat melihat Suryo keluar dari mobil.

"Selain masih melakukan pencarian terkait keberadaan korban, hingga kini Polrestabes Bandung juga masih melakukan penyelidikan terkait permasalahan lain yang menyebabkan korban menghilang secara misterius," kata dia.

Densus 88 turut mencari hilangnya dosen ITB, ” Posisi pada akhirnya terlacak lewat handphone yang dibantu Densus 88, ” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo dalam pesan secara singkat, Jumat, 12 Mei 2017.

Suryo mempunyai ciri tinggi tubuh sekitaran 170 cm, berat tubuh 65 kg, kulit sawo masak, serta memiliki rambut pendek hitam dan memakai kaca mata. Waktu pergi, Suryo memakai pakaian polo hitam dengan memakai celana jin berwarna biru. ” Sekarang ini pencarian juga telah dikerjakan oleh tim, ” katanya.

Diwartakan Jawa Pos, Sabtu, 13 Mei 2017, Ibunda Suryo Utomo, Ika Rini Astuti mengaku, tak ada keanehan atau gelagat mencurigakan dari Suryo saat mengantarkan dirinya ke terminal Leuwipanjang.

“Di perjalanan juga biasa aja. Gak ada apa-apa jadi enggak khawatir,” ungkapnya melalui sambungan telepon.

Dia menjelaskan, buah hatinya itu memang memiliki riwayat hilang ingatan. Namun, Ika tak ingin menjelaskan dengan detail penyakit yang diderita Suryo.