RiauJOS.com, Bantul - Ulama tersoho asal India, Dr. Zakir Naik, mengapresiasi tingginya animo masyarakat Indonesia yang ingin mendengarkan ceramahnya. Dia memuji muslim Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Diwartakan Detik, Dr. Zakir Naik melangsungkan public lecture bertema 'Religion as An Agent of Mercy and Peace' di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin, 3 April 2017. Sebanyak 6.000 peserta dari berbagai kalangan mengikuti acara ini.

Menurut Dr. Zakir Naik, yang lebih penting yakni masyarakat mengerti apa yang dia jelaskan. Seperti pada ceramahnya di Bandung kemarin, ada translator yang menerjemahkan dari bahasa Inggris yang dia sampaikan ke bahasa Indonesia.

Secara umum, Zakir mengapresiasi masyarakat Indonesia yang berpegang teguh Al-Quran dan Sunnah. Meskipun kenyataannya Indonesia bukan negara Islam, tapi di negara ini mayoritas masyarakatnya muslim dan terbesar di dunia.

Sebab itu dia menyerukan ke umat muslim di Indonesia meningkatkan persatuan umat karena sekarang ini banyak pihak yang dianggapnya ingin memecah belah umat Islam, dengan maksud melemahkan keberadaan Islam.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Syamsul Anwar, mengapresiasidan menyambut hangat kedatangan Zakir Naik untuk pertama kalinya di Yogyakarta. "Kami sangat menyambut baik kedatangan Zakir Naik disini," papar Syamsul.

Zakir Naik di Yogyakarta Menyerukan agar Meningkatkan Persatuan Umat


RiauJOS.com, Bantul - Ulama tersoho asal India, Dr. Zakir Naik, mengapresiasi tingginya animo masyarakat Indonesia yang ingin mendengarkan ceramahnya. Dia memuji muslim Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Diwartakan Detik, Dr. Zakir Naik melangsungkan public lecture bertema 'Religion as An Agent of Mercy and Peace' di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin, 3 April 2017. Sebanyak 6.000 peserta dari berbagai kalangan mengikuti acara ini.

Menurut Dr. Zakir Naik, yang lebih penting yakni masyarakat mengerti apa yang dia jelaskan. Seperti pada ceramahnya di Bandung kemarin, ada translator yang menerjemahkan dari bahasa Inggris yang dia sampaikan ke bahasa Indonesia.

Secara umum, Zakir mengapresiasi masyarakat Indonesia yang berpegang teguh Al-Quran dan Sunnah. Meskipun kenyataannya Indonesia bukan negara Islam, tapi di negara ini mayoritas masyarakatnya muslim dan terbesar di dunia.

Sebab itu dia menyerukan ke umat muslim di Indonesia meningkatkan persatuan umat karena sekarang ini banyak pihak yang dianggapnya ingin memecah belah umat Islam, dengan maksud melemahkan keberadaan Islam.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMY, Syamsul Anwar, mengapresiasidan menyambut hangat kedatangan Zakir Naik untuk pertama kalinya di Yogyakarta. "Kami sangat menyambut baik kedatangan Zakir Naik disini," papar Syamsul.