Sri Bintang Pamungkas Gugat Kapolri ke Pengadilan Internasional

RiauJOS.com, Jakarta - Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas mengakui telah mendaftarkan gugatan kepada Kapolri ke pengadilan internasional, di Jenewa, Swiss pada Februari 2017 yang lalu. Gugatan dilayangkan atas penanganan kasus dugaan makar pada 2 Desember lalu.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya hingga detik ini belum menerima informasi apapun soal gugatan itu. Boy memastikan, Polri siap menghadapi jika memang dipanggil pengadilan internasional.

"Kami belum terima (surat pemberitahuan). Kalau pun (Kapolri Digugat), tentu kami siap," kata Boy Rafli Minggu, 2 April 2017 dikutip Riau JOS dari laman Jawa Pos..

Sebelumnya, pada Jumat, 24 Maret, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya selama ini sudah melalui prosedur yang tepat dalam mengusut perkara tersebut. "Penyidikan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada,” katanya.

Menurut keterangan Argo, Polda Metro Jaya tidak takut dengan gugatan yang dilayangkan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas. "Kami profesional kok soal kasus-kasus itu,” ujarnya.

Saat ini, diketahui  penahanan Sri Bintang telah ditangguhkan Polda Metro dengan pertimbangan kesehatan Sri Bintang.

Kata Argo, penyidik saat ini fokus melengkapi berkas dan menyerahkannya ke jaksa peneliti, dalam waktu dekat dipastikan berkas akan rampung. "Kita tunggu saja ya,” ujarnya.

Sementara, salah satu tim pengacara Sri Bintang Pamungkas, Dahlia Zein saat konferensi pers pada Sabtu, 1 April mengatakan, gugatannya berkaitan dengan kasus tuduhan makar kepada 10 tokoh. Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk pengajuan gugatan ke peradilan internasional.

"Dengan bukti-bukti penahanan, surat penahanan, surat penolakan Sri Bintang atas BAP (berita acara pemeriksaan), dan penahanannya," ucap Dahlia.

Gugatan telah didaftarkan ke peradilan internasional di Jenewa, Swiss, pada Februari 2017, dan direncanakan diajukan pada April 2017.

Sri Bintang Pamungkas Gugat Kapolri ke Pengadilan Internasional

Sri Bintang Pamungkas Gugat Kapolri ke Pengadilan Internasional

RiauJOS.com, Jakarta - Kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas mengakui telah mendaftarkan gugatan kepada Kapolri ke pengadilan internasional, di Jenewa, Swiss pada Februari 2017 yang lalu. Gugatan dilayangkan atas penanganan kasus dugaan makar pada 2 Desember lalu.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya hingga detik ini belum menerima informasi apapun soal gugatan itu. Boy memastikan, Polri siap menghadapi jika memang dipanggil pengadilan internasional.

"Kami belum terima (surat pemberitahuan). Kalau pun (Kapolri Digugat), tentu kami siap," kata Boy Rafli Minggu, 2 April 2017 dikutip Riau JOS dari laman Jawa Pos..

Sebelumnya, pada Jumat, 24 Maret, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya selama ini sudah melalui prosedur yang tepat dalam mengusut perkara tersebut. "Penyidikan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada,” katanya.

Menurut keterangan Argo, Polda Metro Jaya tidak takut dengan gugatan yang dilayangkan kuasa hukum Sri Bintang Pamungkas. "Kami profesional kok soal kasus-kasus itu,” ujarnya.

Saat ini, diketahui  penahanan Sri Bintang telah ditangguhkan Polda Metro dengan pertimbangan kesehatan Sri Bintang.

Kata Argo, penyidik saat ini fokus melengkapi berkas dan menyerahkannya ke jaksa peneliti, dalam waktu dekat dipastikan berkas akan rampung. "Kita tunggu saja ya,” ujarnya.

Sementara, salah satu tim pengacara Sri Bintang Pamungkas, Dahlia Zein saat konferensi pers pada Sabtu, 1 April mengatakan, gugatannya berkaitan dengan kasus tuduhan makar kepada 10 tokoh. Pihaknya saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk pengajuan gugatan ke peradilan internasional.

"Dengan bukti-bukti penahanan, surat penahanan, surat penolakan Sri Bintang atas BAP (berita acara pemeriksaan), dan penahanannya," ucap Dahlia.

Gugatan telah didaftarkan ke peradilan internasional di Jenewa, Swiss, pada Februari 2017, dan direncanakan diajukan pada April 2017.