Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda Kamis Depan, Pengunjung Sidang Bersorak 'Huu.. Sandiwara. Pecat saja tuh Jaksanya'

RiauJOS.com, Jakarta - Jaksa sedianya membacakan surat tuntutan kepada terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa ini, 11 April 2017. Namun, Jaksa menyatakan menutup dan menunda sidang hingga Kamis depan, 20 April 2017.

Mendengar hal itu, pengunjung sidang yang sebagian berasal dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menyesalkan penundaan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ahok lantas bersorak.

"Huu.. Sandiwara. Pecat saja tuh jaksanya," kata seorang pengunjung yang kontra dengan Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 11 April 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Ada juga pengunjung yang berteriak agar Ahok dituntut hukuman penjara lima tahun.

Pengunjung lainnya terdengar menyebut jaksa amatir dan menyebut sidang ini sudah diatur sedemikian rupa. "JPU 'masuk angin'," kata seorang pengunjung lainnya.

Penundaan ini karena berkas materi belum siap, pembacaan tuntutan ditunda hingga Kamis depan. Hal ini menyebabkan penundaan agenda sidang lainnya, seperti pembacaan pleidoi atau pembelaan dari Ahok yang sedianya dibacakan pada Senin, 17 April 2017 diundur menjadi Selasa, 25 April 2017.

Seorang saksi pelapor Ahok, Pedri Kasman, menyayangkan pembacaan tuntutan yang dilaksanakan setelah Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kata Pedri, jaksa sempat meminta hakim mempertimbangkan surat dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan terkait penundaan pembacaan tuntutan.

"Artinya penundaan (pembacaan tuntutan) ini tidak murni demi hukum, tetapi sudah dipengaruhi oleh kepentingan lain di luar faktor hukum. Kami sangat menyesalkan ini karena mencederai rasa keadilan masyarakat dan akan muncul anggapan daru masyarakat bahwa kasus ini penuh intervensi," katanya.

Menurutnya, sidang ini telah dipolitisasi dan diintervensi dengan persoalan Pilkada DKI Jakarta.

Diketahui, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Jaksa mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda Kamis Depan, Pengunjung Sidang Bersorak 'Huu.. Sandiwara. Pecat saja tuh Jaksanya'

Pembacaan Tuntutan Ahok Ditunda Kamis Depan, Pengunjung Sidang Bersorak 'Huu.. Sandiwara. Pecat saja tuh Jaksanya'

RiauJOS.com, Jakarta - Jaksa sedianya membacakan surat tuntutan kepada terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa ini, 11 April 2017. Namun, Jaksa menyatakan menutup dan menunda sidang hingga Kamis depan, 20 April 2017.

Mendengar hal itu, pengunjung sidang yang sebagian berasal dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menyesalkan penundaan pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ahok lantas bersorak.

"Huu.. Sandiwara. Pecat saja tuh jaksanya," kata seorang pengunjung yang kontra dengan Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 11 April 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Ada juga pengunjung yang berteriak agar Ahok dituntut hukuman penjara lima tahun.

Pengunjung lainnya terdengar menyebut jaksa amatir dan menyebut sidang ini sudah diatur sedemikian rupa. "JPU 'masuk angin'," kata seorang pengunjung lainnya.

Penundaan ini karena berkas materi belum siap, pembacaan tuntutan ditunda hingga Kamis depan. Hal ini menyebabkan penundaan agenda sidang lainnya, seperti pembacaan pleidoi atau pembelaan dari Ahok yang sedianya dibacakan pada Senin, 17 April 2017 diundur menjadi Selasa, 25 April 2017.

Seorang saksi pelapor Ahok, Pedri Kasman, menyayangkan pembacaan tuntutan yang dilaksanakan setelah Pilkada DKI Jakarta 2017.

Kata Pedri, jaksa sempat meminta hakim mempertimbangkan surat dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan terkait penundaan pembacaan tuntutan.

"Artinya penundaan (pembacaan tuntutan) ini tidak murni demi hukum, tetapi sudah dipengaruhi oleh kepentingan lain di luar faktor hukum. Kami sangat menyesalkan ini karena mencederai rasa keadilan masyarakat dan akan muncul anggapan daru masyarakat bahwa kasus ini penuh intervensi," katanya.

Menurutnya, sidang ini telah dipolitisasi dan diintervensi dengan persoalan Pilkada DKI Jakarta.

Diketahui, Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Jaksa mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.