Heboh.. Warga Pekanbaru Kaget dengan Kemunculan Buaya Merayap di Jalanan

RiauJOS.com, Pekanbaru - Kemunculan hewan buaya merayap di jalanan, membuat warga di Jalan Pontianak, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Provinsi Riau terkaget-kaget. Pasalnya hewan buaya yang biasa bermukim di rawa-rawa, kini terlihat dengan mata telanjang di jalanan.

Buaya yang diperkirakan sepanjang dua meter itu, berjalan melenggang di siang hari panas, jalan itu biasa dilewati anak-anak sekolah.

Menurut warga sekitar, Hengki‎, buaya rawa itu diduga merupakan peliharaan salah satu penghuni rumah di sekitar jalan tersebut. Hanya saja, Hengki tidak mengetahui siapa warga yang memiliki peliharaan hewan purba itu.

"Selama ini tidak tahu kami ada yang melihara buaya di sini, sudah puluhan tahun saya tinggal di sini, ini baru tahu setelah lepas. Kabarnya buaya itu memang lepas," kata Hengki, Selasa, 25 April 2017 dikutip dari laman Liputan 6.

Hengki bersyukur hewan berahang kuat itu tidak melukai warga yang melintas. Buaya itu lebih banyak diam ketika dilihat, dan warga menjauhinya karena takut sewaktu-waktu menyerang.

‎Sementara, Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung turun ke lokasi setelah mendapat informasi kemunculan buaya ini. Butuh beberapa jam untuk petugas menangkap buaya ini dari jalananan.

Setelah ditaklukkan, buaya ini kemudian diikat dan mulutnya dilakban supaya tidak melukai petugas. Buaya dengan mata yang sudah ditutup oleh petugas kemudian dimasukkan ke mobil.

Menurut Humas BKSDA Dian Indiarti, buaya itu dievakusi ke Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar. Penempatan di lokasi itu karena Kasang Kulim merupakan lembaga konservasi terdekat di Pekanbaru.

‎"Jenisnya buaya rawa, usianya belum diketahui karena baru ditangkap," jelas Dian di lokasi penemuan buaya itu.

Dian menegaskan buaya itu merupakan peliharaan salah seorang warga di sekitar. Apakah warga dimaksud akan dikenai sanksi karena memelihara hewan dilindungi, Dian menyebut bakal melapor ke BBKSDA lebih dulu.

"Dilaporkan nanti ke BKSDA terkait ini, apakah nanti disanksi atau tidak," ujar Dian.

Liputan6

Heboh.. Warga Pekanbaru Kaget dengan Kemunculan Buaya Merayap di Jalanan

Heboh.. Warga Pekanbaru Kaget dengan Kemunculan Buaya Merayap di Jalanan

RiauJOS.com, Pekanbaru - Kemunculan hewan buaya merayap di jalanan, membuat warga di Jalan Pontianak, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, Provinsi Riau terkaget-kaget. Pasalnya hewan buaya yang biasa bermukim di rawa-rawa, kini terlihat dengan mata telanjang di jalanan.

Buaya yang diperkirakan sepanjang dua meter itu, berjalan melenggang di siang hari panas, jalan itu biasa dilewati anak-anak sekolah.

Menurut warga sekitar, Hengki‎, buaya rawa itu diduga merupakan peliharaan salah satu penghuni rumah di sekitar jalan tersebut. Hanya saja, Hengki tidak mengetahui siapa warga yang memiliki peliharaan hewan purba itu.

"Selama ini tidak tahu kami ada yang melihara buaya di sini, sudah puluhan tahun saya tinggal di sini, ini baru tahu setelah lepas. Kabarnya buaya itu memang lepas," kata Hengki, Selasa, 25 April 2017 dikutip dari laman Liputan 6.

Hengki bersyukur hewan berahang kuat itu tidak melukai warga yang melintas. Buaya itu lebih banyak diam ketika dilihat, dan warga menjauhinya karena takut sewaktu-waktu menyerang.

‎Sementara, Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung turun ke lokasi setelah mendapat informasi kemunculan buaya ini. Butuh beberapa jam untuk petugas menangkap buaya ini dari jalananan.

Setelah ditaklukkan, buaya ini kemudian diikat dan mulutnya dilakban supaya tidak melukai petugas. Buaya dengan mata yang sudah ditutup oleh petugas kemudian dimasukkan ke mobil.

Menurut Humas BKSDA Dian Indiarti, buaya itu dievakusi ke Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar. Penempatan di lokasi itu karena Kasang Kulim merupakan lembaga konservasi terdekat di Pekanbaru.

‎"Jenisnya buaya rawa, usianya belum diketahui karena baru ditangkap," jelas Dian di lokasi penemuan buaya itu.

Dian menegaskan buaya itu merupakan peliharaan salah seorang warga di sekitar. Apakah warga dimaksud akan dikenai sanksi karena memelihara hewan dilindungi, Dian menyebut bakal melapor ke BBKSDA lebih dulu.

"Dilaporkan nanti ke BKSDA terkait ini, apakah nanti disanksi atau tidak," ujar Dian.

Liputan6