Social Items

Aneh dan Tak Lazim, Pimpinan DPR dan Para Wakilnya Tidak Hadir Pada Pelantikan Anggota KPU-Bawaslu dan Hakim MK

RiauJOS.com, Jakarta - Pengambilan sumpah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa ini, 11 April 2017 terkesan aneh dan tak lazim, pasalnya hajatan besar itu tidak dihadiri oleh pimpinan DPR sebagaimana acara pelantikan yang lalu-lalu.

Ketidakhadiran pimpinan DPR ini dipandang tidak lazim. Baik Ketua DPR, Setya Novanto, maupun para wakil yakni Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Fadli Zon, dan Taufik Kurniawan, tidak terlihat di Istana Negara. Padahal, selain Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga negara lainnya terlihat hadir seperti biasanya.

Dalam acara pengambilan sumpah yang dilakukan secara bersamaan itu juga dihadiri pimpinan DPD yang baru yakni Oesman Sapta Odang dan para wakilnya Nono Sampono dan Darmayanti Lubis.

Dari pimpinan MPR terlihat Zulkifli Hasan dan wakilnya Hidayat Nurwahid. Pula hadir Ketua BPK Harry Azhar Azis, Ketua MK Arief Hidayat dan Ketua DKPP Jimly Asshidiqie.

Sementara dari menteri kabinet terlihat Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkumham Yasonna H Laoly, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung.

Terlihat juga hadir Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakapolri Syafruddin serta Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan.

Dari unsur partai politik, hadir Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Mengenai ketidakhadiran Ketua DPR, Juru Bicara Partai Golkar, Nurul Arifin, mengungkapkan Novanto pagi tadi sudah punya agenda lain di Hotel Mulia yang, sudah terjadwal lebih awal. Sementara agenda di Istana Kepresidenan baru diterima kemarin.

Nurul melanjutkan, Novanto akhirnya memilih menghadiri acara yang sudah terjadwal di Hotel Mulia.

"Agenda sudah terjadwal lama dan inisiator acara adalah kader. Undangan KPU baru diterima kemarin sore. Jadi masalah waktu saja," kata Nurul saat dikonfirmasi, Selasa 11 April 2017.

Viva

Aneh dan Tak Lazim, Pimpinan DPR dan Para Wakilnya Tidak Hadir Pada Pelantikan Anggota KPU-Bawaslu dan Hakim MK

Aneh dan Tak Lazim, Pimpinan DPR dan Para Wakilnya Tidak Hadir Pada Pelantikan Anggota KPU-Bawaslu dan Hakim MK

RiauJOS.com, Jakarta - Pengambilan sumpah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa ini, 11 April 2017 terkesan aneh dan tak lazim, pasalnya hajatan besar itu tidak dihadiri oleh pimpinan DPR sebagaimana acara pelantikan yang lalu-lalu.

Ketidakhadiran pimpinan DPR ini dipandang tidak lazim. Baik Ketua DPR, Setya Novanto, maupun para wakil yakni Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Fadli Zon, dan Taufik Kurniawan, tidak terlihat di Istana Negara. Padahal, selain Presiden dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga negara lainnya terlihat hadir seperti biasanya.

Dalam acara pengambilan sumpah yang dilakukan secara bersamaan itu juga dihadiri pimpinan DPD yang baru yakni Oesman Sapta Odang dan para wakilnya Nono Sampono dan Darmayanti Lubis.

Dari pimpinan MPR terlihat Zulkifli Hasan dan wakilnya Hidayat Nurwahid. Pula hadir Ketua BPK Harry Azhar Azis, Ketua MK Arief Hidayat dan Ketua DKPP Jimly Asshidiqie.

Sementara dari menteri kabinet terlihat Menko Polhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menkumham Yasonna H Laoly, Mensesneg Pratikno dan Seskab Pramono Anung.

Terlihat juga hadir Wakil Ketua KPK Laode M Syarief, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakapolri Syafruddin serta Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan.

Dari unsur partai politik, hadir Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.

Mengenai ketidakhadiran Ketua DPR, Juru Bicara Partai Golkar, Nurul Arifin, mengungkapkan Novanto pagi tadi sudah punya agenda lain di Hotel Mulia yang, sudah terjadwal lebih awal. Sementara agenda di Istana Kepresidenan baru diterima kemarin.

Nurul melanjutkan, Novanto akhirnya memilih menghadiri acara yang sudah terjadwal di Hotel Mulia.

"Agenda sudah terjadwal lama dan inisiator acara adalah kader. Undangan KPU baru diterima kemarin sore. Jadi masalah waktu saja," kata Nurul saat dikonfirmasi, Selasa 11 April 2017.

Viva