Social Items


RiauJOS.com, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Nelson Simanjuntak tidak setuju dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI soal aturan baru untuk data pemilih tetap yang usianya baru 17 tahun di Pilkada DKI putaran kedua.

Menurut Nelson, lembaga penyelenggara pemilu (KPU DKI) yang dipimpin Sumarno tidak perlu mendaftarkan pemilih yang usianya baru 17 tahun pada tanggal 19 April 2017, atau bertepatan dengan proses pemilu putaran kedua.

"Cuma menurut saya, (KPU) DKI ini berlebihan, sebetulnya tidak boleh lagi memasukan pemilih baru yang masuk 17 tahun pada 19 April. Batasannya adalah pada kemarin tanggal 15 Februari 2017 (putaran pertama)," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Maret 2017 kutipan Riau JOS dari laman Viva.

Ia menambahkan, jika masih diberlakukan aturan tersebut, jelas tugas KPU bertambah lantaran harus menjaring DPT yang baru berusia 17 tahun guna ikut memilih.

"Itu nambah-nambah kerjaan. Prinsipnya putaran kedua adalah diulang lagi yang kemarin itu memilih. Bukan menambah lagi," katanya.

Saat ini, KPU DKI telah menerbitkan aturan baru, yakni bagi pemilih di DKI Jakarta yang berusia 17 tahun setelah tanggal 15 Februari 2017 (pencoblosan pertama) bisa juga ikut memilih pada 19 April 2017 di Pilkada putaran kedua.

Pilkada DKI Putaran Kedua, Bawaslu Tak Setuju Aturan Baru Data Pemilih Usia 17 Tahun


RiauJOS.com, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia, Nelson Simanjuntak tidak setuju dengan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI soal aturan baru untuk data pemilih tetap yang usianya baru 17 tahun di Pilkada DKI putaran kedua.

Menurut Nelson, lembaga penyelenggara pemilu (KPU DKI) yang dipimpin Sumarno tidak perlu mendaftarkan pemilih yang usianya baru 17 tahun pada tanggal 19 April 2017, atau bertepatan dengan proses pemilu putaran kedua.

"Cuma menurut saya, (KPU) DKI ini berlebihan, sebetulnya tidak boleh lagi memasukan pemilih baru yang masuk 17 tahun pada 19 April. Batasannya adalah pada kemarin tanggal 15 Februari 2017 (putaran pertama)," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 8 Maret 2017 kutipan Riau JOS dari laman Viva.

Ia menambahkan, jika masih diberlakukan aturan tersebut, jelas tugas KPU bertambah lantaran harus menjaring DPT yang baru berusia 17 tahun guna ikut memilih.

"Itu nambah-nambah kerjaan. Prinsipnya putaran kedua adalah diulang lagi yang kemarin itu memilih. Bukan menambah lagi," katanya.

Saat ini, KPU DKI telah menerbitkan aturan baru, yakni bagi pemilih di DKI Jakarta yang berusia 17 tahun setelah tanggal 15 Februari 2017 (pencoblosan pertama) bisa juga ikut memilih pada 19 April 2017 di Pilkada putaran kedua.