Social Items

Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba Pernah Beredar di Pekanbaru, Pengakuan Siswa SD Sekarang Sudah Habis

RiauJOS.com, Pekanbaru - Baru-baru ini, kabar beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkoba menghebohkan Kota Surabaya Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya termasuk Kota Pekanbaru ikut mengantisipasi.

Setelah ditelusuri, permen dot yang diduga membahayakan kesehatan anak itu, juga sempat beredar di Kota Pekanbaru.

Pengakuan Rahmi dan kawan-kawan, siswi kelas V SD Negeri 77 Jalan Taskurun Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai ini mengatakan, permen dot sempat dibeli dari pedagang keliling tak jauh dari sekolah.

"Kemaren kawan-kawan ada beli tapi sekarang udah habis dan nggak ada jual lagi," ungkap Rami Jumat, 10 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Hallo Riau.

Pangakuan Rahmi, permen dibeli sepulang sekolah dari pedagang keliling, dan ada juga yang jual di warung-warung.

"Kemaren di warung juga ada jual tapi udah habis, saya lihat kawan permen yang kayak dot itu di cocol dengan serbuk putih yang ada dalam botol," ujarnya.

Laporan Hallo Riau, sejumlah pedagang keliling dan pedagang harian di beberapa titik, namun hasilnya nihil.

Penulusuran dimulai dari warung harian tak jauh dari SD N 77 Jalan Taskurun, kemudian di salah satu SD di jalan Cempedak dan terus ke pedagang di SD Jalan Durian hingga SD dijalan Pepaya, dan hasilnya tidak ditemukan permen dot yang diduga mengandung narkoba tersebut.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah dan instansi terkait seperti pihak BNN Surabaya Jawa Timur sudah melakukan pengujian dan disimpulkan bahwa sample permen Dot tersebut negatif atau tidak mengandung Narkotika ataupun bahan psikoaktif lainnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi menghimbau agar masyarakat dan anak-anak tetap waspada dan teliti dalam membeli jajanan terutama jajanan yang diimpor dari luar, yang kualiatas dari makanan atau jajanan tersebut belum diketahui.

"Kita tetap imbau masyarakat terutama buat para siswa tetap waspada, teliti dalam berbelanja, terutama untuk jajanan-jajanan anak yang umumnya dikemas semenarik mungkin," ungkap Roem.

Menurut Roem, jajanan anak biasanya akan dikemas semenarik mungkin agar bisa menarik perhatian anak-anak, seperti permen dot ini, padahal kita tidak tau juga kandungan didalamnya dibuat dari bahan-bahan apa saja, aman atau tidak jika dikonsumsi, semua itu harus diperhatikan, dan yang paling penting juga hati-hati juga jajanan yang memiliki warna yang mencolok, kita khawatir pewarna yang digunakan pewarna yang berbahaya.

Roem berharap perlu peran serta semua pihak, mulai dari masyarakat, Pemerintah dan intansi terkait lainnya untuk sama-sama mengawasi peredaran makanan dan minuman di pasaran, agar makanan dan minuman yang beredar adalah makanan dan minuman dan prodak lainnya benar-benar-benar aman untuk dikonsumsi dan digunakan.

Hallo Riau

Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba Pernah Beredar di Pekanbaru, Pengakuan Siswa SD Sekarang Sudah Habis

Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba Pernah Beredar di Pekanbaru, Pengakuan Siswa SD Sekarang Sudah Habis

RiauJOS.com, Pekanbaru - Baru-baru ini, kabar beredarnya permen dot yang diduga mengandung narkoba menghebohkan Kota Surabaya Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya termasuk Kota Pekanbaru ikut mengantisipasi.

Setelah ditelusuri, permen dot yang diduga membahayakan kesehatan anak itu, juga sempat beredar di Kota Pekanbaru.

Pengakuan Rahmi dan kawan-kawan, siswi kelas V SD Negeri 77 Jalan Taskurun Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai ini mengatakan, permen dot sempat dibeli dari pedagang keliling tak jauh dari sekolah.

"Kemaren kawan-kawan ada beli tapi sekarang udah habis dan nggak ada jual lagi," ungkap Rami Jumat, 10 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Hallo Riau.

Pangakuan Rahmi, permen dibeli sepulang sekolah dari pedagang keliling, dan ada juga yang jual di warung-warung.

"Kemaren di warung juga ada jual tapi udah habis, saya lihat kawan permen yang kayak dot itu di cocol dengan serbuk putih yang ada dalam botol," ujarnya.

Laporan Hallo Riau, sejumlah pedagang keliling dan pedagang harian di beberapa titik, namun hasilnya nihil.

Penulusuran dimulai dari warung harian tak jauh dari SD N 77 Jalan Taskurun, kemudian di salah satu SD di jalan Cempedak dan terus ke pedagang di SD Jalan Durian hingga SD dijalan Pepaya, dan hasilnya tidak ditemukan permen dot yang diduga mengandung narkoba tersebut.

Diwartakan sebelumnya, pemerintah dan instansi terkait seperti pihak BNN Surabaya Jawa Timur sudah melakukan pengujian dan disimpulkan bahwa sample permen Dot tersebut negatif atau tidak mengandung Narkotika ataupun bahan psikoaktif lainnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Roem Diani Dewi menghimbau agar masyarakat dan anak-anak tetap waspada dan teliti dalam membeli jajanan terutama jajanan yang diimpor dari luar, yang kualiatas dari makanan atau jajanan tersebut belum diketahui.

"Kita tetap imbau masyarakat terutama buat para siswa tetap waspada, teliti dalam berbelanja, terutama untuk jajanan-jajanan anak yang umumnya dikemas semenarik mungkin," ungkap Roem.

Menurut Roem, jajanan anak biasanya akan dikemas semenarik mungkin agar bisa menarik perhatian anak-anak, seperti permen dot ini, padahal kita tidak tau juga kandungan didalamnya dibuat dari bahan-bahan apa saja, aman atau tidak jika dikonsumsi, semua itu harus diperhatikan, dan yang paling penting juga hati-hati juga jajanan yang memiliki warna yang mencolok, kita khawatir pewarna yang digunakan pewarna yang berbahaya.

Roem berharap perlu peran serta semua pihak, mulai dari masyarakat, Pemerintah dan intansi terkait lainnya untuk sama-sama mengawasi peredaran makanan dan minuman di pasaran, agar makanan dan minuman yang beredar adalah makanan dan minuman dan prodak lainnya benar-benar-benar aman untuk dikonsumsi dan digunakan.

Hallo Riau