Pembaruan Windows 10 Sebabkan Hilang Data dan Kerusakan Hardware, Microsoft Dituntut Rp.66,5 Miliar

RiauJOS.com, Washington - Microsoft dituntut sejumlah pengguna Windows di Illionis, Amerika Serikat karena persoalan pembaruan ke Windows 10.

Mereka menuntut ganti rugi sebesar USD5 juta, atau Rp.66,6 miliar, karena pada saat melakukan pembaruan Windows ke Windows 10, data-data yang tersimpan di PC tiba-tiba hilang. Dikutip dari Windows Central, Rabu, 29 Maret 2017.

Setelah "dipaksa" melakukan pembaruan ke Windows 10, komputer mereka mengalami kerusakan. Dalam surat pengajuan tuntutan, pengguna Windows mengaku tidak mendapatkan peringatan ataupun pemberitahuan jika pembaruan Windows 10 dapat menghilangkan data-data dan kerusakan pada perangkat keras.

Sementara, pihak Microsoft juga melakukan pembelaan, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa konsumen dapat memilih untuk tidak melakukan pembaruan operasi sistem Windows.

"Program upgrade gratis Windows 10 adalah pilihan yang dirancang untuk membantu orang mengambil keuntungan dari Windows yang paling aman dan paling produktif. Pelanggan memiliki pilihan untuk tidak meng-upgrade ke Windows 10," tulis Microsoft. 

Jika ada seorang pelanggan yang membutuhkan bantuan dalam peningkatan pengalaman, pihak Microsoft menyatakan ada banyak pilihan, termasuk dukungan gratis pelanggan dan mengembalikan ke sistem operasi yang lama selama 31 hari. Microsoft menyatakan, bahwa klaim penggugat tidak memiliki dasar.

Pembaruan Windows 10 Sebabkan Hilang Data dan Kerusakan Hardware, Microsoft Dituntut Rp.66,5 Miliar

Pembaruan Windows 10 Sebabkan Hilang Data dan Kerusakan Hardware, Microsoft Dituntut Rp.66,5 Miliar

RiauJOS.com, Washington - Microsoft dituntut sejumlah pengguna Windows di Illionis, Amerika Serikat karena persoalan pembaruan ke Windows 10.

Mereka menuntut ganti rugi sebesar USD5 juta, atau Rp.66,6 miliar, karena pada saat melakukan pembaruan Windows ke Windows 10, data-data yang tersimpan di PC tiba-tiba hilang. Dikutip dari Windows Central, Rabu, 29 Maret 2017.

Setelah "dipaksa" melakukan pembaruan ke Windows 10, komputer mereka mengalami kerusakan. Dalam surat pengajuan tuntutan, pengguna Windows mengaku tidak mendapatkan peringatan ataupun pemberitahuan jika pembaruan Windows 10 dapat menghilangkan data-data dan kerusakan pada perangkat keras.

Sementara, pihak Microsoft juga melakukan pembelaan, perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa konsumen dapat memilih untuk tidak melakukan pembaruan operasi sistem Windows.

"Program upgrade gratis Windows 10 adalah pilihan yang dirancang untuk membantu orang mengambil keuntungan dari Windows yang paling aman dan paling produktif. Pelanggan memiliki pilihan untuk tidak meng-upgrade ke Windows 10," tulis Microsoft. 

Jika ada seorang pelanggan yang membutuhkan bantuan dalam peningkatan pengalaman, pihak Microsoft menyatakan ada banyak pilihan, termasuk dukungan gratis pelanggan dan mengembalikan ke sistem operasi yang lama selama 31 hari. Microsoft menyatakan, bahwa klaim penggugat tidak memiliki dasar.