Social Items

Mengharukan.. Kisah Fidel Menanam Ganja untuk Pengobatan Istrinya yang Menderita Penyakit Langka jadi Viral

RiauJOS.com, TrenSosial - Seorang pria asal Sanggau, Kalimatan Barat, Fidelis Ari Sudarwanto sedang menjadi perbincangan massal di dunia maya, karena kisahnya yang mengharukan, perjuangan seorang suami untuk mengobati istrinya yang menderita penyakit langka.

Fidel jadi perbincangan netizen, bukan atas kepemilikan 39 batang ganja, namun dia menanam ganja untuk mengobati istrinya yang mengidap penyakit langka "Syringomylia" munculnya kista di sumsum tulang belakang.

Perjuangan Fidel seakan kandas, dia disarankan dokter untuk berobat ke pulau Jawa, karena istri Fidel mengalami gangguan jantung.

Tak berhenti disitu, Fidel pun mencari informasi di internet, dan menemukan salah satu pengobatan penyakit langka itu, dengan menggunakan ekstrak ganja. Hal itulah yang membutnya berani menanam ganja, dan hasilnya cukup memuaskan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengetahui kepemilikan ganja, dan BNN langsung membawa Fidel untuk ditahan selama 32 hari

Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengetahui kepemilikan ganja, dan BNN langsung membawa Fidel untuk ditahan selama 32 hari.

Setelah Fidel meninggalkan istrinya karena ditahan pihak BNN, istri Fidel akhirnya meninggal dunia.

Pada saat Fidel datang melayat kerumah duka, dan sedang memeluk anaknya, ada seseorang yang mengabadikan foto peristiwa itu, dan mengunggahnya ke media sosial. Hal itulah yang mengundang perhatian netizen untuk berkomentar karena kisah mengharukan itu.

Diwartakan Fokus Medan, Istri Fidel, Yeni Riawati (39) menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Mth Jaman Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 25 Maret 2017 lalu.

Sementara, Kepala Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko mengatakan, kasus tersebut ditangani BNN wilayah Sanggau.

"(Kasus itu) BNN Kabupaten Sanggau (yang menangani). Bukan BNN (pusat)," kata Sulistiandriatmoko, Jumat, 31 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Liputan 6.

Sementara, Sulistiandriatmoko sendiri mengaku belum mengetahui mengenai kasus kepemilikan ganja tersebut. 

"BNN belum mendapatkan laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Maaf, saya belum bisa memberi tanggapan itu," jelasnya.

Mengharukan.. Kisah Fidel Menanam Ganja untuk Pengobatan Istrinya yang Menderita Penyakit Langka jadi Viral

Mengharukan.. Kisah Fidel Menanam Ganja untuk Pengobatan Istrinya yang Menderita Penyakit Langka jadi Viral

RiauJOS.com, TrenSosial - Seorang pria asal Sanggau, Kalimatan Barat, Fidelis Ari Sudarwanto sedang menjadi perbincangan massal di dunia maya, karena kisahnya yang mengharukan, perjuangan seorang suami untuk mengobati istrinya yang menderita penyakit langka.

Fidel jadi perbincangan netizen, bukan atas kepemilikan 39 batang ganja, namun dia menanam ganja untuk mengobati istrinya yang mengidap penyakit langka "Syringomylia" munculnya kista di sumsum tulang belakang.

Perjuangan Fidel seakan kandas, dia disarankan dokter untuk berobat ke pulau Jawa, karena istri Fidel mengalami gangguan jantung.

Tak berhenti disitu, Fidel pun mencari informasi di internet, dan menemukan salah satu pengobatan penyakit langka itu, dengan menggunakan ekstrak ganja. Hal itulah yang membutnya berani menanam ganja, dan hasilnya cukup memuaskan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengetahui kepemilikan ganja, dan BNN langsung membawa Fidel untuk ditahan selama 32 hari

Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengetahui kepemilikan ganja, dan BNN langsung membawa Fidel untuk ditahan selama 32 hari.

Setelah Fidel meninggalkan istrinya karena ditahan pihak BNN, istri Fidel akhirnya meninggal dunia.

Pada saat Fidel datang melayat kerumah duka, dan sedang memeluk anaknya, ada seseorang yang mengabadikan foto peristiwa itu, dan mengunggahnya ke media sosial. Hal itulah yang mengundang perhatian netizen untuk berkomentar karena kisah mengharukan itu.

Diwartakan Fokus Medan, Istri Fidel, Yeni Riawati (39) menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Mth Jaman Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 25 Maret 2017 lalu.

Sementara, Kepala Humas BNN Kombes Pol Sulistiandriatmoko mengatakan, kasus tersebut ditangani BNN wilayah Sanggau.

"(Kasus itu) BNN Kabupaten Sanggau (yang menangani). Bukan BNN (pusat)," kata Sulistiandriatmoko, Jumat, 31 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Liputan 6.

Sementara, Sulistiandriatmoko sendiri mengaku belum mengetahui mengenai kasus kepemilikan ganja tersebut. 

"BNN belum mendapatkan laporan lengkap terkait kejadian tersebut. Maaf, saya belum bisa memberi tanggapan itu," jelasnya.