Social Items

Mekanisme Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu oleh DPR, Dibagi Tiga Gelombang

RiauJOS.com, Jakarta - Komisi II DPR memastikan akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setelah sebelumnya mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan tim seleksi.

Wakil Ketua Komisi II, Ahmad Riza Patria mengatakan, besok 24 calon menyampaikan paparan dan merespon, selanjutnya rapat internal, dan memutuskan.

"Besok saatnya beri kesempatan 24 calon untuk melakukan paparan dan merespon. Setelah itu rapat internal dan memustuskan," kata Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propertest) terhadap para calon anggota KPU-Bawaslu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Dimulai Senin, 3 Maret hingga Rabu, 5 Maret, dan hasilnya akan disampaikan dalam forum rapat paripurna DPR.

Menurut Riza, Komisi II akan berusaha menyelesaikan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan selama dua hari pertama.

Direncanakan, pada satu hari pertama, Komisi II DPR akan menguji 14 calon anggota KPU, dibagi tiga gelombang. Dengan metode per gelombang, beberapa calon langsung diminta menyampaikan paparan dan menjawab pertanyaan di forum terbuka.

Selanjutnya, di hari kedua, menguji 10 calon anggota Bawaslu, dengan metode yang sama. Sedangkan di hari ketiga, akan digelar rapat untuk menentukan pilihan, dengan melihat dinamika yang berkembang selama pengujian.

Riza berharap, lima petahana anggota KPU terpilih kembali agar pekerjaan KPU berkesinambungan. Namun, menurutnya tidak menutup kemungkinan semua calon petahana gagal, karena sebelumnya pernah terjadi.

Riza berkisah, beberapa kali di Timsel, calon petahana KPU gugur semua pada tahun 1999, dan mencoba ikut lagi 2014, namun tidak lolos semua.

Saat ini, Komisi II belum memastikan, apakah nantinya menerima total 7 orang untuk KPU, dan 5 orang untuk Bawaslu, karena sinyal penolakan hasil seleksi masih terlihat. Dalam rapat bersama, sejumlah anggota Komisi II mencecar Timsel.

Persoalan jumlah anggota KPU-Bawaslu, hingga saat ini belum diputuskan, masih dalam pembahasan RUU Pemilu oleh Panitia Khusus (Pansus) DPR.

Sementara itu anggota Timsel, Betti Alisjahbana menyebutkan, pihaknya siap mengikuti mekanisme yang ada sesuai aturan. Katanya, DPR memiliki kewenangan satu kali menolak hasil seleksi tim pansel. Apabila itu yang berlaku, nantinya pansel akan memasukkan calon lain untuk mengganti hasil yang ditolak itu.

Betti menyatakan, Timsel harus melakukan pengkajian terlebih dahulu, untuk menentukan proses penentuan calon baru yang akan dimasukkan. Bisa saja calon baru yang dimasukkan adalah orang-orang yang nilainya saat seleksi berada di bawah nama-nama yang dikirimkan ke DPR saat ini.

"Mungkin misalnya dia milih semuanya 7 dan 5 selesai, atau yang kepilih 4. Berarti kita harus ngirim 2x (lipat), bearti 6 nama (karena kurang 3 yang terpilih), tergantung kurangnya berapa, kita kirim 2x lipat," kata Betti.

Saat ditanyakan, Apakah yang dikirim mereka yang skornya tepat berada di bawah calon yang gagal pada fit and proper test?

"Mesti dibicarakan. Tapi saya menduga seperti itu karena ada batasan waktu 14 hari, ya kita akan kirim dari yang ada," jawab Betty.

Berikut nama-nama calon anggota KPU-Bawaslu yang dijadwalkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan:


Calon anggota Bawaslu RI:

1. Ratna Wewi Petalolo
2. Mohamad Najib
3. Abhan
4. Sri Wahyu Araningsih
5. Fritz Edward Siregar
6. Syafrida Rachmawati Rasahan
7. Mochammad Afifudin
8. Herwin Jefier Hielsa Malonda
9. Abdullah
10. Rahmad Bagja


Calon anggota KPU RI:

1. Amus Atkana
2. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi
3. Ilham Saputra
4. Evi Novida Ginting Manik
5. Ferry Kurnia Rizkiyansyah
6. Ida Budhiati
7. Wahyu Setiawan
8. Sri Budi Eko Wardani
9. Pramono Ubaid Tanthowi
10. Yesst Y Momongan
11. Hasyim Asy'ari
12. Arief Budiman
13. Viryan
14. Sigit Pamungkas

Mekanisme Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu oleh DPR, Dibagi Tiga Gelombang

Mekanisme Uji Kelayakan Calon Anggota KPU-Bawaslu oleh DPR, Dibagi Tiga Gelombang

RiauJOS.com, Jakarta - Komisi II DPR memastikan akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setelah sebelumnya mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan tim seleksi.

Wakil Ketua Komisi II, Ahmad Riza Patria mengatakan, besok 24 calon menyampaikan paparan dan merespon, selanjutnya rapat internal, dan memutuskan.

"Besok saatnya beri kesempatan 24 calon untuk melakukan paparan dan merespon. Setelah itu rapat internal dan memustuskan," kata Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan (fit and propertest) terhadap para calon anggota KPU-Bawaslu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Dimulai Senin, 3 Maret hingga Rabu, 5 Maret, dan hasilnya akan disampaikan dalam forum rapat paripurna DPR.

Menurut Riza, Komisi II akan berusaha menyelesaikan pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan selama dua hari pertama.

Direncanakan, pada satu hari pertama, Komisi II DPR akan menguji 14 calon anggota KPU, dibagi tiga gelombang. Dengan metode per gelombang, beberapa calon langsung diminta menyampaikan paparan dan menjawab pertanyaan di forum terbuka.

Selanjutnya, di hari kedua, menguji 10 calon anggota Bawaslu, dengan metode yang sama. Sedangkan di hari ketiga, akan digelar rapat untuk menentukan pilihan, dengan melihat dinamika yang berkembang selama pengujian.

Riza berharap, lima petahana anggota KPU terpilih kembali agar pekerjaan KPU berkesinambungan. Namun, menurutnya tidak menutup kemungkinan semua calon petahana gagal, karena sebelumnya pernah terjadi.

Riza berkisah, beberapa kali di Timsel, calon petahana KPU gugur semua pada tahun 1999, dan mencoba ikut lagi 2014, namun tidak lolos semua.

Saat ini, Komisi II belum memastikan, apakah nantinya menerima total 7 orang untuk KPU, dan 5 orang untuk Bawaslu, karena sinyal penolakan hasil seleksi masih terlihat. Dalam rapat bersama, sejumlah anggota Komisi II mencecar Timsel.

Persoalan jumlah anggota KPU-Bawaslu, hingga saat ini belum diputuskan, masih dalam pembahasan RUU Pemilu oleh Panitia Khusus (Pansus) DPR.

Sementara itu anggota Timsel, Betti Alisjahbana menyebutkan, pihaknya siap mengikuti mekanisme yang ada sesuai aturan. Katanya, DPR memiliki kewenangan satu kali menolak hasil seleksi tim pansel. Apabila itu yang berlaku, nantinya pansel akan memasukkan calon lain untuk mengganti hasil yang ditolak itu.

Betti menyatakan, Timsel harus melakukan pengkajian terlebih dahulu, untuk menentukan proses penentuan calon baru yang akan dimasukkan. Bisa saja calon baru yang dimasukkan adalah orang-orang yang nilainya saat seleksi berada di bawah nama-nama yang dikirimkan ke DPR saat ini.

"Mungkin misalnya dia milih semuanya 7 dan 5 selesai, atau yang kepilih 4. Berarti kita harus ngirim 2x (lipat), bearti 6 nama (karena kurang 3 yang terpilih), tergantung kurangnya berapa, kita kirim 2x lipat," kata Betti.

Saat ditanyakan, Apakah yang dikirim mereka yang skornya tepat berada di bawah calon yang gagal pada fit and proper test?

"Mesti dibicarakan. Tapi saya menduga seperti itu karena ada batasan waktu 14 hari, ya kita akan kirim dari yang ada," jawab Betty.

Berikut nama-nama calon anggota KPU-Bawaslu yang dijadwalkan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan:


Calon anggota Bawaslu RI:

1. Ratna Wewi Petalolo
2. Mohamad Najib
3. Abhan
4. Sri Wahyu Araningsih
5. Fritz Edward Siregar
6. Syafrida Rachmawati Rasahan
7. Mochammad Afifudin
8. Herwin Jefier Hielsa Malonda
9. Abdullah
10. Rahmad Bagja


Calon anggota KPU RI:

1. Amus Atkana
2. I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi
3. Ilham Saputra
4. Evi Novida Ginting Manik
5. Ferry Kurnia Rizkiyansyah
6. Ida Budhiati
7. Wahyu Setiawan
8. Sri Budi Eko Wardani
9. Pramono Ubaid Tanthowi
10. Yesst Y Momongan
11. Hasyim Asy'ari
12. Arief Budiman
13. Viryan
14. Sigit Pamungkas