Tiga Hal yang Membuat Mbah Moen Dianggap Pendukung Ahok

RiauJOS.com, Rembang - Kiai Maimoen Zubair, atau yang biasa dikenal Mbah Moen mengungkapkan, mengapa dirinya sering dianggap sebagai pendukung Ahok.

Diwartakan NU online, Mbah Moen mengundang gelak tawa saat memberikan sambutan sebagai tuan rumah Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis, 16 Maret 2017.

"Saya sering dianggap pendukung Ahok," ucap Mbah Moen sambil terkekeh ringan saat menyampaikan sejarah masuknya Islam di Indonesia dan perjuangan umat Islam.

"Hahahaa...." gelak tawa hadirin pun meledak sekaligus terkejut. 

Mbah Moen dianggap pendukung Ahok, karena tiga hal, ungkapnya.

Pertama, ia mengecam penggunaan isu SARA dalam politik, terutama Pilkada di Jakarta. Menurutnya, Indonesia harus dijaga kedamaiannya dan kerukunannya. Umat Islam harus menjadi pelopor dan penjaga perdamaian dan kerukunan. Maka tidak boleh umat Islam menjadi pembuat perpecahan dan pengobar permusuhan. 

Kedua, sambung pengasuh pesantren yang terkenal ahli sejarah ini, negara makmur atau tidak itu bukan tergantung pemimpin negaranya muslim atau bukan. Dia contohkan Sudan, negara nun jauh di benua Afrika, sebelah selatan Mesir.

Sudan setelah terpecah menjadi dua negara, yaitu Sudan Utara dan Sudan Selatan, kata dia, lebih makmur Sudan Selatan. (Data Wikipedia menyebutkan Sudan Selatan dipimpin oleh presiden Kristen). Sementara Sudan utara yang dipimpin presiden muslim, rakyatnya tidak makmur, alamnya gersang dan bahkan pemerintahnya lemah sekali. Saat ini terancam sebagai negara gagal. "Pengamatan saya, negara Sudan Selatan makmur, sedangkan Sudan Utara miskin dan gersang," terangnya.

Penyebab ketiga mengapa Kiai Maimoen sering dianggap pendukung Ahok, menurut dia, karena sering menceritakan bahwa Islamnya orang sarang itu berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka. Bukan para wali dari Demak.

NU Online

Tiga Hal yang Membuat Mbah Moen Dianggap Pendukung Ahok

Tiga Hal yang Membuat Mbah Moen Dianggap Pendukung Ahok

RiauJOS.com, Rembang - Kiai Maimoen Zubair, atau yang biasa dikenal Mbah Moen mengungkapkan, mengapa dirinya sering dianggap sebagai pendukung Ahok.

Diwartakan NU online, Mbah Moen mengundang gelak tawa saat memberikan sambutan sebagai tuan rumah Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di pondok pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Kamis, 16 Maret 2017.

"Saya sering dianggap pendukung Ahok," ucap Mbah Moen sambil terkekeh ringan saat menyampaikan sejarah masuknya Islam di Indonesia dan perjuangan umat Islam.

"Hahahaa...." gelak tawa hadirin pun meledak sekaligus terkejut. 

Mbah Moen dianggap pendukung Ahok, karena tiga hal, ungkapnya.

Pertama, ia mengecam penggunaan isu SARA dalam politik, terutama Pilkada di Jakarta. Menurutnya, Indonesia harus dijaga kedamaiannya dan kerukunannya. Umat Islam harus menjadi pelopor dan penjaga perdamaian dan kerukunan. Maka tidak boleh umat Islam menjadi pembuat perpecahan dan pengobar permusuhan. 

Kedua, sambung pengasuh pesantren yang terkenal ahli sejarah ini, negara makmur atau tidak itu bukan tergantung pemimpin negaranya muslim atau bukan. Dia contohkan Sudan, negara nun jauh di benua Afrika, sebelah selatan Mesir.

Sudan setelah terpecah menjadi dua negara, yaitu Sudan Utara dan Sudan Selatan, kata dia, lebih makmur Sudan Selatan. (Data Wikipedia menyebutkan Sudan Selatan dipimpin oleh presiden Kristen). Sementara Sudan utara yang dipimpin presiden muslim, rakyatnya tidak makmur, alamnya gersang dan bahkan pemerintahnya lemah sekali. Saat ini terancam sebagai negara gagal. "Pengamatan saya, negara Sudan Selatan makmur, sedangkan Sudan Utara miskin dan gersang," terangnya.

Penyebab ketiga mengapa Kiai Maimoen sering dianggap pendukung Ahok, menurut dia, karena sering menceritakan bahwa Islamnya orang sarang itu berasal dari dakwahnya orang Belitung dan Bangka. Bukan para wali dari Demak.

NU Online