Mahasiswa Unnes Beromzet Rp.1 Miliar Per Bulan dari Usaha Susu

RiauJOS.com, Semarang - Mohamad Faizal Hidayat (23), mahasiswa prodi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik bersama dua pendiri lainnya mendapatkan pujian dari Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Faturrokhman atas usaha susu yang dirintisnya.

Menurut Rektor, keberhasilan warga dari Kabupaten Brebes tidak lepas dari kerja keras, ulet, serta mempunyai jiwa kewirausahaan.

“Bagi Unnes ini sangat luar biasa. Faizal bisa jadi nanti menginspirasi mahasiswa lain, bahwa selain belajar juga mahasiswa bisa berwirausaha. Karakter ini menurut saya penting didorong di perguruan tinggi,” kata Fatur, Selasa, 8 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Kata Faturrokhman, Faizal telah menunjukkan pencapaian yang luar biasa, karena saat ini usaha kafe susunya tersebar di 15 gerai di seluruh Indonesia.

Rata-rata gerai yang dikelolanya berpenghasilan per bulan Rp.60 juta, jadi omzet dia per bulan mencapai Rp.900 juta atau hampir Rp 1 miliar.

Hebatnya, setiap outlet kafe susu yang didirikan selalu menggandeng peternak susu lokal. Dengan kata lain, Faizal ikut mengembangkan peternak sapi.

Fatur mengatakan, mahasiswa saat ini memang perlu dilatih untuk pengembangan kewirausahaan. Namun yang terpenting mahasiswa diberi kesempatan untuk berdagang.

Bisa saja, ide mahasiswa berwirausaha justru lebih kreatif dari para dosen pembimbingnya. Karenanya, Unnes memberi bantuan kepada 250 kelompok mahasiswa muda yang ingin belajar kewirausahaan. Mereka diberikan dana bergulir untuk dilatih berwirausaha.

“Di unnes kita memiliki 250 kelompok wirausahawan muda yang dibantu melalui dana bergulir. Satu kelompok lima orang. Ketika lulus ada alternatif usaha dan menciptakan lapangan kerja. Kalau bisa membuka lapangan kerja luar biasa,” ucapnya.

Faizal sendiri terus belajar dan berinovasi terkait varian yang ada di kafe susunya. Dia belajar dari perusahaan susu yang sudah mapan terkait inovasi produk. Ke depan, dia ingin menciptakan varian baru dari bahan-bahan kandungan petani lokal.

Dia pun menegaskan, susu yang diambil harus dari peternak lokal, sehingga bisa ikut menggerakkan perekonomian warga.

“Susu peternak harus fresh. Di daerah, peternak kadang kesulitan distributor. Melalui kafe susu, saya bersyukur. Petani bisa menyalurkan hasil susunya,” tuturnya.

“Saya ingin nanti susu bisa berkembang, misalnya Susu rasa ketela, rasa kacang Ijo. Ini masih digali, dan bisa digali lagi,” ungkapnya.

Mahasiswa Unnes Beromzet Rp.1 Miliar Per Bulan dari Usaha Susu

Mahasiswa Unnes Beromzet Rp.1 Miliar Per Bulan dari Usaha Susu

RiauJOS.com, Semarang - Mohamad Faizal Hidayat (23), mahasiswa prodi D3 Teknik Elektro Fakultas Teknik bersama dua pendiri lainnya mendapatkan pujian dari Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Faturrokhman atas usaha susu yang dirintisnya.

Menurut Rektor, keberhasilan warga dari Kabupaten Brebes tidak lepas dari kerja keras, ulet, serta mempunyai jiwa kewirausahaan.

“Bagi Unnes ini sangat luar biasa. Faizal bisa jadi nanti menginspirasi mahasiswa lain, bahwa selain belajar juga mahasiswa bisa berwirausaha. Karakter ini menurut saya penting didorong di perguruan tinggi,” kata Fatur, Selasa, 8 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Kata Faturrokhman, Faizal telah menunjukkan pencapaian yang luar biasa, karena saat ini usaha kafe susunya tersebar di 15 gerai di seluruh Indonesia.

Rata-rata gerai yang dikelolanya berpenghasilan per bulan Rp.60 juta, jadi omzet dia per bulan mencapai Rp.900 juta atau hampir Rp 1 miliar.

Hebatnya, setiap outlet kafe susu yang didirikan selalu menggandeng peternak susu lokal. Dengan kata lain, Faizal ikut mengembangkan peternak sapi.

Fatur mengatakan, mahasiswa saat ini memang perlu dilatih untuk pengembangan kewirausahaan. Namun yang terpenting mahasiswa diberi kesempatan untuk berdagang.

Bisa saja, ide mahasiswa berwirausaha justru lebih kreatif dari para dosen pembimbingnya. Karenanya, Unnes memberi bantuan kepada 250 kelompok mahasiswa muda yang ingin belajar kewirausahaan. Mereka diberikan dana bergulir untuk dilatih berwirausaha.

“Di unnes kita memiliki 250 kelompok wirausahawan muda yang dibantu melalui dana bergulir. Satu kelompok lima orang. Ketika lulus ada alternatif usaha dan menciptakan lapangan kerja. Kalau bisa membuka lapangan kerja luar biasa,” ucapnya.

Faizal sendiri terus belajar dan berinovasi terkait varian yang ada di kafe susunya. Dia belajar dari perusahaan susu yang sudah mapan terkait inovasi produk. Ke depan, dia ingin menciptakan varian baru dari bahan-bahan kandungan petani lokal.

Dia pun menegaskan, susu yang diambil harus dari peternak lokal, sehingga bisa ikut menggerakkan perekonomian warga.

“Susu peternak harus fresh. Di daerah, peternak kadang kesulitan distributor. Melalui kafe susu, saya bersyukur. Petani bisa menyalurkan hasil susunya,” tuturnya.

“Saya ingin nanti susu bisa berkembang, misalnya Susu rasa ketela, rasa kacang Ijo. Ini masih digali, dan bisa digali lagi,” ungkapnya.