Pergi Mengambil Handphone-nya di Kapal Karam Marcopolo 129, Taufik Tak Kembali untuk Selamanya

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pelajar Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Tengku Muhammad Taufik Kurniawan ditemukan Tewas oleh Tim Basarnas dan KPLP 1 mil/1,6 km dari bangkai kapal motor (KM) Marcopoli 129 yang merupakan titik lokasi korban tenggelam, dan kemudian menghilang selama beberapa hari.

Diwartakan Go Riau, Kamis, 16 Maret 2017 pukul 16.30 WIB, jasad Taufik mengapung dan tersangkut enceng gondok di pinggir sungai Siak.

Menurut keterangan saksi mata, Raja Hasyim (72) tahun, yang juga penjaga dermaga SHK tempat bersandarnya kapal KM Marcopolo 129, korban mulanya sudah selamat, namun kembali ke kapal untuk mengambil Hape.

"Dia (korban) sudah selamat tadinya dengan empat temannya. Tapi, pengakuannya karena ada handphone-nya tinggal di dalam kapal, Dia kembali lagi lompat ke sungai," kata Hasyim dikutip Riau JOS dari laman Go Riau.

"Mungkin karena kelelahan dan terbawa arus, Dia tak bisa kembali lagi ke darat," ujarnya.

kapal motor (KM) Marcopoli 129 yang merupakan titik lokasi korban tenggelam, dan kemudian menghilang selama beberapa hari
Usai dilakukan visum di RS Bhayangkara Polda Riau dan penyelidikan lebih lanjut pasca ditemukannya korban, Kamis kemarin sore, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, langsung kepada ibu kandungnya, Cut Indrasari.

"Setelah visum dan dimandikan, jenazah korban kemudian di salatkan di masjid Muthmainah Polda Riau, setelah itu langsung diserahkan kepada ibu kandung korban," terang Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino SH MH

Dalam kasus ini, pihak keluarga korban sudah memberikan pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadapjasad korban dan menerima dengan ikhlas peristiwa nahas yang merenggut nyawa korban.

"Siang ini, jenazah korban dibawa pihak keluarga ke Aceh untuk dikebumikan disana, melalui bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dan akan diterbangkan menggunakan maskapai CityLink," terang Dodi

Sementara, Kanit Reskrim KSKP, Ipda Letman Zainudin mengungkapkan, dalam kasus karamnya kapal KM Marcopolo 129 yang mengakibatkan korban jiwa ini, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan.

Ia pun berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dinilai terkait dalam insiden karamnya KM Marcopolo 129 yang bersandar di dermaga SHK sejak lima tahun lalu itu. "Beberapa yang terkait, nanti akan kita periksa, baik itu pemilik kapal maupun pihak dermaga," tegasnya.

Pergi Mengambil Handphone-nya di Kapal Karam Marcopolo 129, Taufik Tak Kembali untuk Selamanya

Pergi Mengambil Handphone-nya di Kapal Karam Marcopolo 129, Taufik Tak Kembali untuk Selamanya

RiauJOS.com, Pekanbaru - Pelajar Balai Pelatihan dan Pendidikan Ilmu Pelayaran (BP2IP), Tengku Muhammad Taufik Kurniawan ditemukan Tewas oleh Tim Basarnas dan KPLP 1 mil/1,6 km dari bangkai kapal motor (KM) Marcopoli 129 yang merupakan titik lokasi korban tenggelam, dan kemudian menghilang selama beberapa hari.

Diwartakan Go Riau, Kamis, 16 Maret 2017 pukul 16.30 WIB, jasad Taufik mengapung dan tersangkut enceng gondok di pinggir sungai Siak.

Menurut keterangan saksi mata, Raja Hasyim (72) tahun, yang juga penjaga dermaga SHK tempat bersandarnya kapal KM Marcopolo 129, korban mulanya sudah selamat, namun kembali ke kapal untuk mengambil Hape.

"Dia (korban) sudah selamat tadinya dengan empat temannya. Tapi, pengakuannya karena ada handphone-nya tinggal di dalam kapal, Dia kembali lagi lompat ke sungai," kata Hasyim dikutip Riau JOS dari laman Go Riau.

"Mungkin karena kelelahan dan terbawa arus, Dia tak bisa kembali lagi ke darat," ujarnya.

kapal motor (KM) Marcopoli 129 yang merupakan titik lokasi korban tenggelam, dan kemudian menghilang selama beberapa hari
Usai dilakukan visum di RS Bhayangkara Polda Riau dan penyelidikan lebih lanjut pasca ditemukannya korban, Kamis kemarin sore, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, langsung kepada ibu kandungnya, Cut Indrasari.

"Setelah visum dan dimandikan, jenazah korban kemudian di salatkan di masjid Muthmainah Polda Riau, setelah itu langsung diserahkan kepada ibu kandung korban," terang Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino SH MH

Dalam kasus ini, pihak keluarga korban sudah memberikan pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi terhadapjasad korban dan menerima dengan ikhlas peristiwa nahas yang merenggut nyawa korban.

"Siang ini, jenazah korban dibawa pihak keluarga ke Aceh untuk dikebumikan disana, melalui bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dan akan diterbangkan menggunakan maskapai CityLink," terang Dodi

Sementara, Kanit Reskrim KSKP, Ipda Letman Zainudin mengungkapkan, dalam kasus karamnya kapal KM Marcopolo 129 yang mengakibatkan korban jiwa ini, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan.

Ia pun berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang dinilai terkait dalam insiden karamnya KM Marcopolo 129 yang bersandar di dermaga SHK sejak lima tahun lalu itu. "Beberapa yang terkait, nanti akan kita periksa, baik itu pemilik kapal maupun pihak dermaga," tegasnya.