Kisah Abil 'Sore Tugu Pancoran' Berjualan Sepulang Sekolah, Nyata Hari Ini..

RiauJOS.com, TrenSosial - Abil Alifudin, anak kelas 4 SDN 09 Tanjung Baru, Jakarta Selatan baru saja menjadi perhatian netizen, karena perjuangan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dengan cara berjualan membantu kedua orangtuanya, meski dilarang, dia tetap ingin membantu orangtuanya.

Foto Abil sepulang sekolah dan terlihat tertidur pulas saat menjajakan dagangannya, menjadi viral, dan membuat netizen mengapresiasi apa yang telah dilakukan anak SD ini, yang seharusnya fokus menyelesaikan sekolah dan bermain-main dengan teman sebayanya, namun dia harus merelakan waktu dan tenagannya untuk berjualan.

Penyanyi legendaris, Iwan Fals pernah melukiskan kisah seorang anak yang bertekad terus bersekolah, dengan menjajakan koran, dalam lagunya yang berjudul "Sore Tugu Pancoran". Lagu itu seolah nyata, ketika kita menyaksikan apa yang telah dilakukan Abil.

Kini, lagu Iwan Fals yang sudah berumur 37 menjadi kisah nyata lagi, dan terjadi saat ini. Bedanya, kalau Si Budi di lagu Iwan Fals menjajakan koran, sedangkan Abil menjajakan tisu dan aneka jajanan.

Foto Abil sepulang sekolah dan terlihat tertidur pulas saat menjajakan dagangannya

Diwartakan Detik, Senin siang, 20 Maret 2017, Orangtua dan saudara Abil telah melarangnya berjualan, namun dia tetap ingin berjualan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan juga membantu Ibunya.

Kakak sulung Abil, Widi sempat menemui adiknya berjualan di tengah hujan, dan diapun tak kuasa menahan kesedihannya.

"Saya tuh sudah melarang Abil untuk jualan, cuma Abil nya yang terus berjualan. Bahkan sempat saya tuh temui dia hujan-hujan dia pakai kantong plastik di kepalanya dan semua kardus jualannya basah. Saya langsung suruh pulang, tapi dia gak mau," kata Widi di rumah kontrakannya, Gang H.Toncit,Jagakarsa, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Kakak ipar Abil, Bahar juga melarangnya jualan. Dia sering menyarankan, kalau ingin tetap jualan agar mengganti baju sekolahnya terlebih dahulu.

"Kita sudah bilang kalau mau jualan pulang dulu ke rumah dan ganti baju. Tapi kadang dia gak pulang langsung aja jualan," ujar Widi.

Ayah Abil, Aep Saepudin juga telah melarang Abil berjualan. Namun, Abil berkeinginan kuat untuk tetap berjualan.


Ayah Abil, Aep Saepudin juga telah melarang Abil berjualan. Namun, Abil berkeinginan kuat untuk tetap berjualan.

"Saya sebagai orang tua udah larang dia berjualan karena dia kan masih kecil jadi takut disalahgunakan sama orang-orang," ujar Aep. 

Menurut penuturan ayahnya, Abil mempunyai sifat tak mudah menyerah, jika memiliki keinginan, dia akan terus mengejarnya sampai dapat. Demikian juga keinginannya untuk membeli perlengkapan sekolahnya sendiri, dan agar bisa bermain di warung internet (Warnet) seperti yang dilakukan teman sebayanya.

Aep sendiri terus berpesan kepada Abil, agar mengutamakan untuk bersekolah. Kata Aep, Abil memang gigih dalam berjualan, dan ngak malu untuk berjualan dibandingkan dengan kakak-kakaknya.

Kedua orangtua Abil, Ayah dan Ibunya saat ini berjualan makanan ringan di SD 05 Tanjung Barat, dengan penghasilan Rp.50 ribu, hingga Rp.100 ribu perhari.

Orangtua Abil mengaku, setiap harinya Abil diberikan uang saku Rp.5 ribu, namun karena tekadnya mau membantu kedua orangtuanya, Abil pun bertekad untuk membantunya dengan berjualan.

Kisah Abil 'Sore Tugu Pancoran' Berjualan Sepulang Sekolah, Nyata Hari Ini

Kisah Abil 'Sore Tugu Pancoran' Berjualan Sepulang Sekolah, Nyata Hari Ini..

RiauJOS.com, TrenSosial - Abil Alifudin, anak kelas 4 SDN 09 Tanjung Baru, Jakarta Selatan baru saja menjadi perhatian netizen, karena perjuangan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dengan cara berjualan membantu kedua orangtuanya, meski dilarang, dia tetap ingin membantu orangtuanya.

Foto Abil sepulang sekolah dan terlihat tertidur pulas saat menjajakan dagangannya, menjadi viral, dan membuat netizen mengapresiasi apa yang telah dilakukan anak SD ini, yang seharusnya fokus menyelesaikan sekolah dan bermain-main dengan teman sebayanya, namun dia harus merelakan waktu dan tenagannya untuk berjualan.

Penyanyi legendaris, Iwan Fals pernah melukiskan kisah seorang anak yang bertekad terus bersekolah, dengan menjajakan koran, dalam lagunya yang berjudul "Sore Tugu Pancoran". Lagu itu seolah nyata, ketika kita menyaksikan apa yang telah dilakukan Abil.

Kini, lagu Iwan Fals yang sudah berumur 37 menjadi kisah nyata lagi, dan terjadi saat ini. Bedanya, kalau Si Budi di lagu Iwan Fals menjajakan koran, sedangkan Abil menjajakan tisu dan aneka jajanan.

Foto Abil sepulang sekolah dan terlihat tertidur pulas saat menjajakan dagangannya

Diwartakan Detik, Senin siang, 20 Maret 2017, Orangtua dan saudara Abil telah melarangnya berjualan, namun dia tetap ingin berjualan untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya dan juga membantu Ibunya.

Kakak sulung Abil, Widi sempat menemui adiknya berjualan di tengah hujan, dan diapun tak kuasa menahan kesedihannya.

"Saya tuh sudah melarang Abil untuk jualan, cuma Abil nya yang terus berjualan. Bahkan sempat saya tuh temui dia hujan-hujan dia pakai kantong plastik di kepalanya dan semua kardus jualannya basah. Saya langsung suruh pulang, tapi dia gak mau," kata Widi di rumah kontrakannya, Gang H.Toncit,Jagakarsa, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Kakak ipar Abil, Bahar juga melarangnya jualan. Dia sering menyarankan, kalau ingin tetap jualan agar mengganti baju sekolahnya terlebih dahulu.

"Kita sudah bilang kalau mau jualan pulang dulu ke rumah dan ganti baju. Tapi kadang dia gak pulang langsung aja jualan," ujar Widi.

Ayah Abil, Aep Saepudin juga telah melarang Abil berjualan. Namun, Abil berkeinginan kuat untuk tetap berjualan.


Ayah Abil, Aep Saepudin juga telah melarang Abil berjualan. Namun, Abil berkeinginan kuat untuk tetap berjualan.

"Saya sebagai orang tua udah larang dia berjualan karena dia kan masih kecil jadi takut disalahgunakan sama orang-orang," ujar Aep. 

Menurut penuturan ayahnya, Abil mempunyai sifat tak mudah menyerah, jika memiliki keinginan, dia akan terus mengejarnya sampai dapat. Demikian juga keinginannya untuk membeli perlengkapan sekolahnya sendiri, dan agar bisa bermain di warung internet (Warnet) seperti yang dilakukan teman sebayanya.

Aep sendiri terus berpesan kepada Abil, agar mengutamakan untuk bersekolah. Kata Aep, Abil memang gigih dalam berjualan, dan ngak malu untuk berjualan dibandingkan dengan kakak-kakaknya.

Kedua orangtua Abil, Ayah dan Ibunya saat ini berjualan makanan ringan di SD 05 Tanjung Barat, dengan penghasilan Rp.50 ribu, hingga Rp.100 ribu perhari.

Orangtua Abil mengaku, setiap harinya Abil diberikan uang saku Rp.5 ribu, namun karena tekadnya mau membantu kedua orangtuanya, Abil pun bertekad untuk membantunya dengan berjualan.