Pro Kontra Penolakan Ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo

RiauJOS.com, Sidoarjo - Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza dikutip Riau JOS dari laman NU.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarang karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.

Diketahui, Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu, 4 Maret 2017.

Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. 

Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “saysyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Pantauan Riau JOS di media sosial, kabar ditolaknya penceramah kondang ini di Sidoarjo sudah menjadi perbincangan, bahkan ada beberapa netizen yang memposting pemberitaan ini, disertai beragam komentar.

"Katanya mengedepankan klarifikasi dan tabayyun....tapi koq bisa miskomunikasi ???
Ketahuan khaaannn.....peristiwa kemaren lebih mengedepankan nafsu amarah kalian .....," tulis akun facebook Sri Yuni, sekitar 17 jam yang lalu, setelah sebelumnya dia membaca warta dari berita NU yang dia posting di akun facebook miliknya.

"Dengarkan nih yg menolak ustadz basalamah ceramah..
Buat org2 islam tpi sifat kafir..," tulis Emon Ghozali yang memposting video dari YouTube, yang berisi penjelasan Khalid Basalamah ketika ceramah di Banjarmasin.

"kajian Ustadz Khalid Basalamah, ditolak secara resmi oleh perwakilan NU Surabaya dan dibubarkan paksa oleh sesama muslim di sidoarjo.
Alasannya tidak sesuai dengan tradisi adat sosial masyarakat, meresahkan dan mengajak pada perpecahan umat dan NKRI.
Padahal saya selalu mengikuti kajian beliau, meskipun kebanyakan hanya lewat youtube.
Apa yang beliau sampaikan selama ini bukan opini dan pendapatnya sendiri, hanya ilmu dari Alquran dan hadist semata dengan rujukan ilmiah dari fatwa, kitab dan ulama yang jelas.
Pada akhir zaman akan sedikit kebaikan dan sebab-sebabnya.
Memegang teguh Al quran dan sunnah seperti mengenggam bara api, karena banyak yang menentang dengan fitnah menyesatkan.
syubhat, keraguan, berpaling dari kebenaran, syahwat dan condongnya hati pada gemerlap dunia baik dzahir dan batin.
Semoga kita selalu mendapat hidayah.....", tulis akun facebook, Hepy Cahyo Setiawan, pada 4 Maret yang lalu.

Pro kontra penolakan ceramah Khalid Basalamah sampai saat ini sedang menjadi perhatian para netizen. Mereka beramai-ramai membagikan pemberitaan dari berbagai sumber, kemudian mengomentarinya sesuai keahlian masing-masing.

Pro Kontra Penolakan Ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo

Pro Kontra Penolakan Ceramah Khalid Basalamah di Sidoarjo

RiauJOS.com, Sidoarjo - Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza dikutip Riau JOS dari laman NU.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarang karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.

Diketahui, Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu, 4 Maret 2017.

Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. 

Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “saysyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia.

Pantauan Riau JOS di media sosial, kabar ditolaknya penceramah kondang ini di Sidoarjo sudah menjadi perbincangan, bahkan ada beberapa netizen yang memposting pemberitaan ini, disertai beragam komentar.

"Katanya mengedepankan klarifikasi dan tabayyun....tapi koq bisa miskomunikasi ???
Ketahuan khaaannn.....peristiwa kemaren lebih mengedepankan nafsu amarah kalian .....," tulis akun facebook Sri Yuni, sekitar 17 jam yang lalu, setelah sebelumnya dia membaca warta dari berita NU yang dia posting di akun facebook miliknya.

"Dengarkan nih yg menolak ustadz basalamah ceramah..
Buat org2 islam tpi sifat kafir..," tulis Emon Ghozali yang memposting video dari YouTube, yang berisi penjelasan Khalid Basalamah ketika ceramah di Banjarmasin.

"kajian Ustadz Khalid Basalamah, ditolak secara resmi oleh perwakilan NU Surabaya dan dibubarkan paksa oleh sesama muslim di sidoarjo.
Alasannya tidak sesuai dengan tradisi adat sosial masyarakat, meresahkan dan mengajak pada perpecahan umat dan NKRI.
Padahal saya selalu mengikuti kajian beliau, meskipun kebanyakan hanya lewat youtube.
Apa yang beliau sampaikan selama ini bukan opini dan pendapatnya sendiri, hanya ilmu dari Alquran dan hadist semata dengan rujukan ilmiah dari fatwa, kitab dan ulama yang jelas.
Pada akhir zaman akan sedikit kebaikan dan sebab-sebabnya.
Memegang teguh Al quran dan sunnah seperti mengenggam bara api, karena banyak yang menentang dengan fitnah menyesatkan.
syubhat, keraguan, berpaling dari kebenaran, syahwat dan condongnya hati pada gemerlap dunia baik dzahir dan batin.
Semoga kita selalu mendapat hidayah.....", tulis akun facebook, Hepy Cahyo Setiawan, pada 4 Maret yang lalu.

Pro kontra penolakan ceramah Khalid Basalamah sampai saat ini sedang menjadi perhatian para netizen. Mereka beramai-ramai membagikan pemberitaan dari berbagai sumber, kemudian mengomentarinya sesuai keahlian masing-masing.