Jalan Berlubang di Siak Menelan Korban, Sepasang Suami Istri Tewas, Anaknya Patah Tulang Kaki

RiauJOS.com, Siak - Kapolres Siak, AKBP Restika Nainggolan mengatakan, dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sei Pakning, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Tabrakan terjadi di jalan lurus yang berlubang, antara sepeda motor dan mobil pada 24 Maret lalu.

"Dalam kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia," kata Kapolres Siak, Selasa, 28 Maret 2017

Sepeda motor yang ditumpangi Syafrizam (46) berboncengan dengan istri Murni Harahap (38) dengan anaknya satu orang Lukman Hakim (5) bertabrakan dengan mobil. Akibat kecelakaan itu, suami-istri meninggal di lokasi sedangkan anaknya mengalami patah tulang kaki.

Kata Restika, kecelakaan itu diduga karena kelalaian pengguna sepeda motor yang oleng ke kanan, diperkirakan menghindari lubang di sebelah kiri badan jalan.

baliho bertuliskan "Hati-hati, Jalan Provinsi Berlubang dan Bergelombang!!"

Sementara, Kepala Dinas PU Kabupaten Siak, Irving Kahar mengatakan, pihaknya sejak Februari lalu telah memasang sejumlah baliho bertuliskan "Hati-hati, Jalan Provinsi Berlubang dan Bergelombang!!", untuk memberitahukan banyaknya jalan rusak.

Irving menilai, masyarakat awam selalu menyalahkan pihaknya, seolah tidak mau memperbaiki kondisi jalan. Menurutnya, status jalan tersebut kewenangan pihak pemerintah Provinsi Riau.

"Ini bukan kami bermaksud melepaskan tanggung jawab, tapi masing-masing jalan ada yang bertanggung jawab," kata Irving.

Irving mengaku pihaknya selalu disalahkan masyarakat melalui SMS center dinas PU Siak, pada Unit Reaksi Cepat (URC), karena dianggap jalan itu, merupakan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Siak.

Dilaporkan Detik, Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau, Darussman mengatakan, pihaknya telah menerima laporan soal kondisi jalan provinsi di Kabupaten Siak yang rusak. Menurut dia, pihak Kimpraswil Riau segera memperbaiki kondisi jalan provinsi.

Bupati Siak, Syamsuar mencium kening Lutfi

Sementara, Bupati Kabupaten Siak, yang mendapatkan kabar bahwa ada korban, Lutfi (5) tahun yang kedua orangtuanya tewas dilokasi kejadian, langsung mengunjungi rumah pamannya di Kota Pekanbaru.

Laporan Tribun Pekanbaru, pada Senin, 27 Maret, Syamsuar buru-buru ke Pekanbaru untuk menemui Lutfi, dia tidak tega mengingat beban batin yang harus ditanggung bocah 5 tahun itu.

"Sungguh berat sekali cobaan yang ditanggung ananda. Tapi air mukanya sangat tenang, begitupun kakak dari Lutfi Hakim, yakni Rifki Ade," ujar Syamsuar, Selasa, 28 Maret, dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Menurut keterangan Syamsuar, keluarga korban adalah warga Mempura, Kabupaten Siak. Mereka mengendarai sepeda motor menuju Kabupaten Bengkalis untuk mengunjungi anak sulungnya, Rifki di Pondok Pesantren.

Syamsuar berjanji akan terus menyekolahkan Lutfi dan Rifki, sesuai harapan kedua orangtuanya di Pondok Pesantren. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan dan memperhatikan anak yatim, anak piatu, dan anak-anak yatim piatu, karena dari merekalah hendaknya dapat mengambil pelajaran sabar, tabah, dan menyayangi seperti anak sendiri.

Jalan Berlubang di Siak Menelan Korban, Sepasang Suami Istri Tewas, Anaknya Patah Tulang Kaki

Jalan Berlubang di Siak Menelan Korban, Sepasang Suami Istri Tewas, Anaknya Patah Tulang Kaki

RiauJOS.com, Siak - Kapolres Siak, AKBP Restika Nainggolan mengatakan, dua orang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Sei Pakning, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Tabrakan terjadi di jalan lurus yang berlubang, antara sepeda motor dan mobil pada 24 Maret lalu.

"Dalam kecelakaan tersebut, dua orang meninggal dunia," kata Kapolres Siak, Selasa, 28 Maret 2017

Sepeda motor yang ditumpangi Syafrizam (46) berboncengan dengan istri Murni Harahap (38) dengan anaknya satu orang Lukman Hakim (5) bertabrakan dengan mobil. Akibat kecelakaan itu, suami-istri meninggal di lokasi sedangkan anaknya mengalami patah tulang kaki.

Kata Restika, kecelakaan itu diduga karena kelalaian pengguna sepeda motor yang oleng ke kanan, diperkirakan menghindari lubang di sebelah kiri badan jalan.

baliho bertuliskan "Hati-hati, Jalan Provinsi Berlubang dan Bergelombang!!"

Sementara, Kepala Dinas PU Kabupaten Siak, Irving Kahar mengatakan, pihaknya sejak Februari lalu telah memasang sejumlah baliho bertuliskan "Hati-hati, Jalan Provinsi Berlubang dan Bergelombang!!", untuk memberitahukan banyaknya jalan rusak.

Irving menilai, masyarakat awam selalu menyalahkan pihaknya, seolah tidak mau memperbaiki kondisi jalan. Menurutnya, status jalan tersebut kewenangan pihak pemerintah Provinsi Riau.

"Ini bukan kami bermaksud melepaskan tanggung jawab, tapi masing-masing jalan ada yang bertanggung jawab," kata Irving.

Irving mengaku pihaknya selalu disalahkan masyarakat melalui SMS center dinas PU Siak, pada Unit Reaksi Cepat (URC), karena dianggap jalan itu, merupakan jalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Siak.

Dilaporkan Detik, Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Riau, Darussman mengatakan, pihaknya telah menerima laporan soal kondisi jalan provinsi di Kabupaten Siak yang rusak. Menurut dia, pihak Kimpraswil Riau segera memperbaiki kondisi jalan provinsi.

Bupati Siak, Syamsuar mencium kening Lutfi

Sementara, Bupati Kabupaten Siak, yang mendapatkan kabar bahwa ada korban, Lutfi (5) tahun yang kedua orangtuanya tewas dilokasi kejadian, langsung mengunjungi rumah pamannya di Kota Pekanbaru.

Laporan Tribun Pekanbaru, pada Senin, 27 Maret, Syamsuar buru-buru ke Pekanbaru untuk menemui Lutfi, dia tidak tega mengingat beban batin yang harus ditanggung bocah 5 tahun itu.

"Sungguh berat sekali cobaan yang ditanggung ananda. Tapi air mukanya sangat tenang, begitupun kakak dari Lutfi Hakim, yakni Rifki Ade," ujar Syamsuar, Selasa, 28 Maret, dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Menurut keterangan Syamsuar, keluarga korban adalah warga Mempura, Kabupaten Siak. Mereka mengendarai sepeda motor menuju Kabupaten Bengkalis untuk mengunjungi anak sulungnya, Rifki di Pondok Pesantren.

Syamsuar berjanji akan terus menyekolahkan Lutfi dan Rifki, sesuai harapan kedua orangtuanya di Pondok Pesantren. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan dan memperhatikan anak yatim, anak piatu, dan anak-anak yatim piatu, karena dari merekalah hendaknya dapat mengambil pelajaran sabar, tabah, dan menyayangi seperti anak sendiri.