Herman Abdullah Diserang 'Badai Hoax' Dikabarkan Meninggal Dunia di WhatsApp

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tokoh masyarakat Riau, Herman Abdullah diserang "Badai Hoax" di media sosial WhatsApp, dikabarkan telah meninggal dunia, informasi itupun dengan cepat menyebar dan ucapan duka mengalir dengan deras, mulai dari kolega, hingga masyarakat luas.

Diwartakan Go Riau, kabar bohong itu diluruskan putra tungggalnya, Irvan Herman, bahwa kondisi Ayahnya saat ini dalam masa pemulihan di Bandung, Jawa Barat.

"Pak Herman Alhamdulillah dalam keadaan stabil. Kami keluarga menilai isu yang disebarkan tersebut sebagai bentuk perhatian dan kerinduan masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru. Isu ini semoga sebagai doa agar Bapak segera disembuhkan dari penyakitnya," jawab Irvan Herman, dikutip Riau JOS dari laman Go Riau, Jumat, 17 Maret 2017.

Ayahnya sengaja diungsikan di Bandung di tempat keluarga agar lebih tenang. "Saya hanya berharap masyarakat Pekanbaru jangan terlalu sensitif menanggapi berita hoax. Siapapun yang menyebarkan, kami keluarga hanya menyerahkan kepada Allah saja, kami tidak marah," ujarnya..

Irvan Herman yang juga calon Wakil Walikota Pekanbaru ini, mengingatkan agar tidak memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik.

"Jangan pula sampai menyebarkan fitnah, karena berita yang disebar itu tidak main-main. Berpolitik saja dengan santun," ujarnya.

Penelusuran Riau JOS, pada November 2016 yang lalu, Herman Abdullah juga pernah diisukan meninnggal dunia, dan kabar itupun diluruskan kembali oleh Putranya, bahwa kondisinya baik-baik saja.

"Assww kepada seluruh masyarakat pekanbaru riau saya an keluarga besar H Herman Abdullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masy pekanbaru yg telah mendoa kan ayahanda kami dan Alhamdulillah Ayahanda kami dalam keadaan BAIK dan sudah ada progress yg signifikan ke arah yg baik. Jika ada isue apapun kami an keluarga besar menyerahkan kepada allah swt dan kami mengajak seluruh masy pekanbaru utk terus mendoakan ayahanda kami... (Irvan Herman)," bunyi pesan yang disampaikan Irvan.

Herman Abdullah Diserang 'Badai Hoax' Dikabarkan Meninggal Dunia di WhatsApp

Herman Abdullah Diserang 'Badai Hoax' Dikabarkan Meninggal Dunia di WhatsApp

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tokoh masyarakat Riau, Herman Abdullah diserang "Badai Hoax" di media sosial WhatsApp, dikabarkan telah meninggal dunia, informasi itupun dengan cepat menyebar dan ucapan duka mengalir dengan deras, mulai dari kolega, hingga masyarakat luas.

Diwartakan Go Riau, kabar bohong itu diluruskan putra tungggalnya, Irvan Herman, bahwa kondisi Ayahnya saat ini dalam masa pemulihan di Bandung, Jawa Barat.

"Pak Herman Alhamdulillah dalam keadaan stabil. Kami keluarga menilai isu yang disebarkan tersebut sebagai bentuk perhatian dan kerinduan masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru. Isu ini semoga sebagai doa agar Bapak segera disembuhkan dari penyakitnya," jawab Irvan Herman, dikutip Riau JOS dari laman Go Riau, Jumat, 17 Maret 2017.

Ayahnya sengaja diungsikan di Bandung di tempat keluarga agar lebih tenang. "Saya hanya berharap masyarakat Pekanbaru jangan terlalu sensitif menanggapi berita hoax. Siapapun yang menyebarkan, kami keluarga hanya menyerahkan kepada Allah saja, kami tidak marah," ujarnya..

Irvan Herman yang juga calon Wakil Walikota Pekanbaru ini, mengingatkan agar tidak memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik.

"Jangan pula sampai menyebarkan fitnah, karena berita yang disebar itu tidak main-main. Berpolitik saja dengan santun," ujarnya.

Penelusuran Riau JOS, pada November 2016 yang lalu, Herman Abdullah juga pernah diisukan meninnggal dunia, dan kabar itupun diluruskan kembali oleh Putranya, bahwa kondisinya baik-baik saja.

"Assww kepada seluruh masyarakat pekanbaru riau saya an keluarga besar H Herman Abdullah mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masy pekanbaru yg telah mendoa kan ayahanda kami dan Alhamdulillah Ayahanda kami dalam keadaan BAIK dan sudah ada progress yg signifikan ke arah yg baik. Jika ada isue apapun kami an keluarga besar menyerahkan kepada allah swt dan kami mengajak seluruh masy pekanbaru utk terus mendoakan ayahanda kami... (Irvan Herman)," bunyi pesan yang disampaikan Irvan.