Seorang Ibu Guru Kirimi Foto Tidak Senonoh, karena Tidak Tahan Melihat Kegantengan Muridnya

RiauJOS.com, Hartford - Seorang ibu berprofesi guru mengirimkan gambar hasil swafoto (selfie) dirinya yang tidak senonoh (setengah t3l4nj4ng), berikut pesan-pesan teks, dan emoji-emoji mata berkedip. Saat ini, perempuan itu telah dipenjara selama tiga tahun.

Perempuan dengan profesi guru, Allison Marchese (39) bercerita kepada salah satu muridnya bahwa dia “tidak bisa berkonsentrasi” selama berada di dalam kelas karena si murid laki-laki itu tampak sangat ganteng.

Dia akan memanggil dan mengajak siswa tersebut pergi ‘ke kamarnya dan berbicara dengannya”, demikian pengadilan Connecticut, AS, dilansir media Inggris Mirror, Minggu, 5 Maret 2017 waktu setempat.

Hakim mengatakan, ketika murid pria berusia 14 tahun memintanya untuk berhenti, sang ibu guru malah menjawab, ‘saya tahu’ kapan harus berhenti, saya tahu kapan harus bergerak, tapi ‘saya tahu’ berbeda pengertiannya dari ‘saya bisa’.”

Siswa lainnya, berusia 17 tahun, mengatakan kepada polisi tentang guru itu, yang suaminya bekerja di sekolah yang sama di Connecticut, telah memperagakan adegan s3ks kepadanya di dalam kelas.

Pengadilan mendengar bagaimana ibu guru itu juga menempatkan sebagian foto tidak senonoh di Instagram, sebagaimana diwartakan The Sun.

Dia juga mengaku swafoto dirinya itu salah kirim, maksudnya mau dikirim kepada suaminya. Ia telah diskors dari sekolah di mana dia mengajar pada Januari lalu setelah muncul tuduhan pelecehan.

Hakim Melanie Cradle kepada ibu dua anak itu, “Anda seorang guru dan Anda berada dalam posisi orang yang dipercayai. Intinya di sini, korban adalah murid-murid dan Anda guru mereka.”

Menurut Cradle, guru adalah “Seseorang yang terlibat dalam profesi mulia untuk membentuk kehidupan yang baik, nilai-nilai, dan proses berpikir kaum muda kita.”

Seharusnya, profesi seperti dilihat sebagai “hadiah Anda yang harus terus dipertahankan dengan lebih serius.”

Pengacara terdakwa, William Dow III, menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada waktu “sangat sulit: dalam hidup kliennya.

Seorang Ibu Guru Kirimi Foto Tidak Senonoh, karena Tidak Tahan Melihat Kegantengan Muridnya

Seorang Ibu Guru Kirimi Foto Tidak Senonoh, karena Tidak Tahan Melihat Kegantengan Muridnya

RiauJOS.com, Hartford - Seorang ibu berprofesi guru mengirimkan gambar hasil swafoto (selfie) dirinya yang tidak senonoh (setengah t3l4nj4ng), berikut pesan-pesan teks, dan emoji-emoji mata berkedip. Saat ini, perempuan itu telah dipenjara selama tiga tahun.

Perempuan dengan profesi guru, Allison Marchese (39) bercerita kepada salah satu muridnya bahwa dia “tidak bisa berkonsentrasi” selama berada di dalam kelas karena si murid laki-laki itu tampak sangat ganteng.

Dia akan memanggil dan mengajak siswa tersebut pergi ‘ke kamarnya dan berbicara dengannya”, demikian pengadilan Connecticut, AS, dilansir media Inggris Mirror, Minggu, 5 Maret 2017 waktu setempat.

Hakim mengatakan, ketika murid pria berusia 14 tahun memintanya untuk berhenti, sang ibu guru malah menjawab, ‘saya tahu’ kapan harus berhenti, saya tahu kapan harus bergerak, tapi ‘saya tahu’ berbeda pengertiannya dari ‘saya bisa’.”

Siswa lainnya, berusia 17 tahun, mengatakan kepada polisi tentang guru itu, yang suaminya bekerja di sekolah yang sama di Connecticut, telah memperagakan adegan s3ks kepadanya di dalam kelas.

Pengadilan mendengar bagaimana ibu guru itu juga menempatkan sebagian foto tidak senonoh di Instagram, sebagaimana diwartakan The Sun.

Dia juga mengaku swafoto dirinya itu salah kirim, maksudnya mau dikirim kepada suaminya. Ia telah diskors dari sekolah di mana dia mengajar pada Januari lalu setelah muncul tuduhan pelecehan.

Hakim Melanie Cradle kepada ibu dua anak itu, “Anda seorang guru dan Anda berada dalam posisi orang yang dipercayai. Intinya di sini, korban adalah murid-murid dan Anda guru mereka.”

Menurut Cradle, guru adalah “Seseorang yang terlibat dalam profesi mulia untuk membentuk kehidupan yang baik, nilai-nilai, dan proses berpikir kaum muda kita.”

Seharusnya, profesi seperti dilihat sebagai “hadiah Anda yang harus terus dipertahankan dengan lebih serius.”

Pengacara terdakwa, William Dow III, menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada waktu “sangat sulit: dalam hidup kliennya.