Gunakan Helikopter Gubri Tinjau Banjir dan Jalan Putus di Perbatasan Riau Sumbar

RiauJOS.com, Pekanbaru - Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, Sabtu 4 Maret 2017 meninjau sejumlah titik banjir yang terjadi di provinsi Riau dari udara dengan menggunakan Helikopter Bell 412 Ep milik Kementrian LHK.

Bang Andi, begitu dia biasa disapa ini juga meninjau jalan lintas Riau-Sumatra Barat yang putus akibat tanah longsor. 

Usai meninjau, Bang Andi menjelaskan bahwa jalan yang putus bukanlah wilayah Riau. Namun, wilayah Sumatra Barat dan perbaikan masih terus dilakukan.

"Memang setelah kita tinjau tadi jalan yang putus itu ada diwilayah Sumatra Barat. Jadi yang menghubungkan antara Tanjung Pauh dengan Pangkalan. Memang jalan putus sekitar 30 meter dan sekarang sedang dilakukan penimbunan oleh balai jalan yang berkedudukan di Sumbar supaya segera fungsional," terangnya dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Menurutnya, kondisi jalan putus ini sudah diketahui oleh para pengendara, sehingga yang ia lihat memang begitu sepi jalan yang mengarah ke Sumatera Barat ini karena pengguna jalan memilih jalan alternatif via Kabupaten Kuantan Singingi sedangkan kondisi banjir di Riau berdasarkan pantauan yang dilakukan masih dalam katagori aman dan terkendali jika dibandingan kondisi banjir serupa pada tahun 2016 lalu.

"Kita tetap antisipasi dan kita tadi melihat bagaimana kondisi air diatas PLTA dan kelihatanya masih normal.Pintu air juga memang dibuka dengan normal. Kemudian tadi juga BPBD Kampar melaporkan aman dan sudah kita pantau juga memang masih dalam kondisi aman," ujarnya.

Bang Andi mengatakan, beberapa daerah yang terkena banjir beberapa hari lalu sudah surut.Namun, menurut dia masyarakat masih perlu waspada karena jika kondisi alam masih tidak bersahabat dengan guyuran hujan yang begitu deras maka tidak menutup kemungkinan banjir masih dapat terjadi.

"Kecuali kalau ada kejadian nanti malam hujan yang lebat dihulu tentu air bisa lagi naik terutama aliran sungai dan ini akan terus kita pantau. Baik oleh Bupati, BPBD, TNI, Polri Basarnas dan semua monitor dan untuk makanan juga sudah di stanbykan," katanya.

Gunakan Helikopter Gubri Sigap Tinjau Banjir dan Jalan Putus di Perbatasan Riau Sumbar

Gunakan Helikopter Gubri Tinjau Banjir dan Jalan Putus di Perbatasan Riau Sumbar

RiauJOS.com, Pekanbaru - Gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger, Sabtu 4 Maret 2017 meninjau sejumlah titik banjir yang terjadi di provinsi Riau dari udara dengan menggunakan Helikopter Bell 412 Ep milik Kementrian LHK.

Bang Andi, begitu dia biasa disapa ini juga meninjau jalan lintas Riau-Sumatra Barat yang putus akibat tanah longsor. 

Usai meninjau, Bang Andi menjelaskan bahwa jalan yang putus bukanlah wilayah Riau. Namun, wilayah Sumatra Barat dan perbaikan masih terus dilakukan.

"Memang setelah kita tinjau tadi jalan yang putus itu ada diwilayah Sumatra Barat. Jadi yang menghubungkan antara Tanjung Pauh dengan Pangkalan. Memang jalan putus sekitar 30 meter dan sekarang sedang dilakukan penimbunan oleh balai jalan yang berkedudukan di Sumbar supaya segera fungsional," terangnya dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Menurutnya, kondisi jalan putus ini sudah diketahui oleh para pengendara, sehingga yang ia lihat memang begitu sepi jalan yang mengarah ke Sumatera Barat ini karena pengguna jalan memilih jalan alternatif via Kabupaten Kuantan Singingi sedangkan kondisi banjir di Riau berdasarkan pantauan yang dilakukan masih dalam katagori aman dan terkendali jika dibandingan kondisi banjir serupa pada tahun 2016 lalu.

"Kita tetap antisipasi dan kita tadi melihat bagaimana kondisi air diatas PLTA dan kelihatanya masih normal.Pintu air juga memang dibuka dengan normal. Kemudian tadi juga BPBD Kampar melaporkan aman dan sudah kita pantau juga memang masih dalam kondisi aman," ujarnya.

Bang Andi mengatakan, beberapa daerah yang terkena banjir beberapa hari lalu sudah surut.Namun, menurut dia masyarakat masih perlu waspada karena jika kondisi alam masih tidak bersahabat dengan guyuran hujan yang begitu deras maka tidak menutup kemungkinan banjir masih dapat terjadi.

"Kecuali kalau ada kejadian nanti malam hujan yang lebat dihulu tentu air bisa lagi naik terutama aliran sungai dan ini akan terus kita pantau. Baik oleh Bupati, BPBD, TNI, Polri Basarnas dan semua monitor dan untuk makanan juga sudah di stanbykan," katanya.