GAMa Riau Hadirkan Pakar untuk Berikan Pencerahan Soal Polemik di Masyarakat Pasca Vonis Bebas Suparman

RiauJOS.com, Pekanbaru - Organisasi kepemudaan Gerakan Anak Muda Riau (GAMa Riau) memandang perlu mempertemukan beberapa pakar untuk memberikan pencerahan, sekaligus menjawab polemik yang saat ini terjadi di masyarakat pasca putusan vonis bebas Bupati Rokan Hulu (Rohul), Suparman oleh pengadilan Tipikor Pekanbaru, Provinsi Riau.

Warta sebelumnya, Suparman Bupati Nonaktif Rokan Hulu Terdakwa Suap Divonis Bebas

Ketua DPP GAMa Riau, Riki Zaputra mengatakan GAMa Riau menghadirkan beberapa pakar untuk mendapatkan pencerahan, kemudian dari hasil diskusi ini dapat memberikan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kepada para pembicara, kami sangat berharap pencerahan kepada kita, dan kita sebagai peserta kita nanti boleh melakukan unsur tanya jawab, agar kita nanti keluar dari sini bisa membawa hasil yang luar biasa,” kata Riki saat membuka kegiatan Diskusi Publik “Setelah Vonis Bebas Suparman”, Sabtu, 11 Maret 2011 di Royal Asnof Hotel Pekanbaru.

Beberapa pakar yang hadir untuk memberikan pencerahan, pakar hukum tata negara, Mexasai Indra Nuri, Advokat kenamaan Asep Ruhiat, dan Direktur LBH Pekanbaru Aditya B Santoso. Mereka secara bergantian memberikan pandangan sesuai bidang keilmuannya, dimoderatori anggota GAMa Riau, Nelly.

Hadir sebagai peserta, beberapa perwakilan organisasi kepemudaan, meliputi anggota DPD dan DPD GAMa Riau, Lira, Fitra, Pijar, BEM Universitas Riau, KNPI Provinsi Riau, ICMI Muda Riau, Yayasan Bertuah serta beberapa awak media yang meliput diskusi ini.

Menjawab polemik di masyarakat setelah vonis bebas Suparman, Mexasasai sebagai pakar tata negara memandang bahwa vonis bebas yang dialami Suparman syarat kepentingan politis. Dia menilai, sebagai warga negara perlu menghormati putusan itu.

“Tergantung Mendagri, dia harus menghormati aspek hukum, jangan dianggap tidak pro pemberantasan korupsi. Sebagai warga negara, harus menghormati putusan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, giliran narasumber berikutnya, advokat kondang Asep Ruhiat lebih melihat polemik putusan vonis bebas Suparman, apapun keputusan pengadilan harus dihormati, “Saya sebagai advokat, tidak bisa ke arah sana, putusan vonis bebas Suparman, harus dihormati,” katanya.

Beda dengan Direktur LBH Pekanbaru, Aditya menilai putusan vonis bebas Suparman, hakim kurang jeli dalam menerapkan putusan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Suparman memang bermasalah.

“Faktanya, Suparman membuat tim informasi, sebagai jembatan adanya korupsi APBD,” ujar Aditya yang punya pendapat berbeda dengan dua pembicara lainnya yang juga diakui sebagai seniornya.

Ketua DPP GAMa Riau Riki Zaputra, dan Sekjen Darussalim

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam, disambung dengan sesi tanya jawab hingga pukul 12.00 WIB, sekitar empat pertanyaan dilontarkan kepada narasumber, semua pertanyaan dijawab dan pantauan Riau JOS di lokasi semua penanya merasa lega dengan jawaban para pakar. GAMa Riau sendiri merasa tercerahkan dengan paparan narasumber. 

Hal itu diungkapkan langsung ketua DPP GAMa Riau, yang mengapreasi semua paparan narasumber sehingga polemik yang ada saat ini, GAMa Riau dapat memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada masyarakat berdasarkan pendapat para pakar yang dihadirkan dalam diskusi ini.

Hasil diskusi ini, akan dianalisis terlebih dahulu, kemudian GAMa Riau akan merilis ke media.

“Hasilnya akan kita coba rilis secara baik dan benar dari hasil diskusi ini, tadi kan banyak yang belum kita analisa,” terang Ketua DPP GAMa Riau.

Sementara, Sekjen GAMa Riau, Darussalim mengatakan, kita perlu mengagendakan kembali pertemuan yang nantinya dihadiri pimpinan pusat untuk mengambil langkah berikutnya.

“Setelah mendapatkan pencerahan dari para pakar, selanjutnya kami akan memberikan keterangan selengkapnya kepada masyarakat melalui rilis, sebagai hasil dari diskusi kita ini,” pungkasnya.

GAMa Riau Hadirkan Pakar untuk Berikan Pencerahan Soal Polemik di Masyarakat Pasca Vonis Bebas Suparman

GAMa Riau Hadirkan Pakar untuk Berikan Pencerahan Soal Polemik di Masyarakat Pasca Vonis Bebas Suparman

RiauJOS.com, Pekanbaru - Organisasi kepemudaan Gerakan Anak Muda Riau (GAMa Riau) memandang perlu mempertemukan beberapa pakar untuk memberikan pencerahan, sekaligus menjawab polemik yang saat ini terjadi di masyarakat pasca putusan vonis bebas Bupati Rokan Hulu (Rohul), Suparman oleh pengadilan Tipikor Pekanbaru, Provinsi Riau.

Warta sebelumnya, Suparman Bupati Nonaktif Rokan Hulu Terdakwa Suap Divonis Bebas

Ketua DPP GAMa Riau, Riki Zaputra mengatakan GAMa Riau menghadirkan beberapa pakar untuk mendapatkan pencerahan, kemudian dari hasil diskusi ini dapat memberikan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kepada para pembicara, kami sangat berharap pencerahan kepada kita, dan kita sebagai peserta kita nanti boleh melakukan unsur tanya jawab, agar kita nanti keluar dari sini bisa membawa hasil yang luar biasa,” kata Riki saat membuka kegiatan Diskusi Publik “Setelah Vonis Bebas Suparman”, Sabtu, 11 Maret 2011 di Royal Asnof Hotel Pekanbaru.

Beberapa pakar yang hadir untuk memberikan pencerahan, pakar hukum tata negara, Mexasai Indra Nuri, Advokat kenamaan Asep Ruhiat, dan Direktur LBH Pekanbaru Aditya B Santoso. Mereka secara bergantian memberikan pandangan sesuai bidang keilmuannya, dimoderatori anggota GAMa Riau, Nelly.

Hadir sebagai peserta, beberapa perwakilan organisasi kepemudaan, meliputi anggota DPD dan DPD GAMa Riau, Lira, Fitra, Pijar, BEM Universitas Riau, KNPI Provinsi Riau, ICMI Muda Riau, Yayasan Bertuah serta beberapa awak media yang meliput diskusi ini.

Menjawab polemik di masyarakat setelah vonis bebas Suparman, Mexasasai sebagai pakar tata negara memandang bahwa vonis bebas yang dialami Suparman syarat kepentingan politis. Dia menilai, sebagai warga negara perlu menghormati putusan itu.

“Tergantung Mendagri, dia harus menghormati aspek hukum, jangan dianggap tidak pro pemberantasan korupsi. Sebagai warga negara, harus menghormati putusan itu,” ujarnya.

Selanjutnya, giliran narasumber berikutnya, advokat kondang Asep Ruhiat lebih melihat polemik putusan vonis bebas Suparman, apapun keputusan pengadilan harus dihormati, “Saya sebagai advokat, tidak bisa ke arah sana, putusan vonis bebas Suparman, harus dihormati,” katanya.

Beda dengan Direktur LBH Pekanbaru, Aditya menilai putusan vonis bebas Suparman, hakim kurang jeli dalam menerapkan putusan, berdasarkan informasi yang dikumpulkan, Suparman memang bermasalah.

“Faktanya, Suparman membuat tim informasi, sebagai jembatan adanya korupsi APBD,” ujar Aditya yang punya pendapat berbeda dengan dua pembicara lainnya yang juga diakui sebagai seniornya.

Ketua DPP GAMa Riau Riki Zaputra, dan Sekjen Darussalim

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam, disambung dengan sesi tanya jawab hingga pukul 12.00 WIB, sekitar empat pertanyaan dilontarkan kepada narasumber, semua pertanyaan dijawab dan pantauan Riau JOS di lokasi semua penanya merasa lega dengan jawaban para pakar. GAMa Riau sendiri merasa tercerahkan dengan paparan narasumber. 

Hal itu diungkapkan langsung ketua DPP GAMa Riau, yang mengapreasi semua paparan narasumber sehingga polemik yang ada saat ini, GAMa Riau dapat memberikan keterangan sejelas-jelasnya kepada masyarakat berdasarkan pendapat para pakar yang dihadirkan dalam diskusi ini.

Hasil diskusi ini, akan dianalisis terlebih dahulu, kemudian GAMa Riau akan merilis ke media.

“Hasilnya akan kita coba rilis secara baik dan benar dari hasil diskusi ini, tadi kan banyak yang belum kita analisa,” terang Ketua DPP GAMa Riau.

Sementara, Sekjen GAMa Riau, Darussalim mengatakan, kita perlu mengagendakan kembali pertemuan yang nantinya dihadiri pimpinan pusat untuk mengambil langkah berikutnya.

“Setelah mendapatkan pencerahan dari para pakar, selanjutnya kami akan memberikan keterangan selengkapnya kepada masyarakat melalui rilis, sebagai hasil dari diskusi kita ini,” pungkasnya.