Social Items

Fadli Zon Komentari Hasil Survei yang Menempatkan DPR sebagai Lembaga Terkorup

RiauJOS.com, Jakarta - Mendapati hasil survei bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipandang masyarakat Indonesia sebagai lembaga negara paling korup, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menginginkan lembaga survei menilai secara transparan dan objektif.

"Itu kan survei. Kalau dilihat dari porsi anggaran, DPR kan paling kecil menggunakan APBN, hanya 0,01 atau 0,02 persen. Kalau mau memeriksa, periksa pengguna anggaran terbanyak," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Kata Fadli, lembaga eksekutif merupakan pengguna anggaran terbesar. Ia menyatakan Transparency International Indonesia (TII) harus melakukan survei secara transparan.

"DPR bukan pengguna anggaran terbesar, porsi terbesar di eksekutif. Bahwa ada di legislatif saya kira ada, yudikatif juga. Seharusnya lembaga seperti itu bisa menilai secara transparan dan objektif," ujarnya.

Soal survei yang dirilis TII, Fadli mengatakan, "Saya belum lihat sejauh mana melakukan survei, apakah melalui berita media atau memang melakukan investigasi di dalam lembaga tersebut di eksekutif atau legislatif. Kalau mau menggali, potensi terbesar di anggaran eksekutif," katanya.

Survei oleh Global Corruption Barometer (GCB) yang disusun TII memperlihatkan 65% masyarakat Indonesia menganggap level korupsi meningkat dalam 12 bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat menempatkan DPR di peringkat pertama lembaga negara yang dianggap korup, diikuti birokrasi pemerintah, dan DPRD.

Komentar Netizen


Setelah membaca warta itu, beberapa netizen berkomentar. Saat warta ini ditulis, Rabu malam, 8 Maret 2017 sekitar pukul 21:15 WIB sudah ada 473 komentar, dari komentar itu, Riau JOS mengutip tiga komentar terfavorit.

Komentar terfavorit pertama, "Hahahahaha giliran survey bilang DPR adalah lembaga ter korup, ente bilang "itu kan Survei"... Pas di survei Anis menang, bilang "Saya yakin menang" hahahahaha ente waras???," tulis Jackylee sekitar 7 jam yang lalu.

Komentar terfavorit kedua, "manusia sampah, kalo survey pilkada yg mengunggulkan paslon no 3 sangat dipercaya dan disyukuri, kalo survey dpr paling korup tdk dipercaya dan dipertanyakan metode surveynya ...," tulis Wempy sekitar 8 jam yang lalu.

Terakhir, terfavorit ketiga, ada promosi iklan (tidak masuk kategori)..

Komentar pengganti, diurutan selanjutnya, menjadi terfavorit ketiga, "dari gerindra ini ya ? anda mau jkt dikelola org org seperti ini ????," Trio Mens.

Dari sekian komentar, rata-rata berkomentar negatif terhadap pemberitaan itu, ada yang positif, namun positif menyindir dengan cara memuji pernyataan Fadli.

Penelusuran Riau JOS, hanya satu komentar diatas yang positif, lainnya negatif semua. 1:99, satu komentar positif banding 99 komentar negatif.

Positif punya maksud, komentar yang mendukung pernyataan Fadli, sedangkan negatif pernyataan yang kontra dengan pendapat Fadli.

Fadli Zon Komentari Hasil Survei yang Menempatkan DPR sebagai Lembaga Terkorup

Fadli Zon Komentari Hasil Survei yang Menempatkan DPR sebagai Lembaga Terkorup

RiauJOS.com, Jakarta - Mendapati hasil survei bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dipandang masyarakat Indonesia sebagai lembaga negara paling korup, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menginginkan lembaga survei menilai secara transparan dan objektif.

"Itu kan survei. Kalau dilihat dari porsi anggaran, DPR kan paling kecil menggunakan APBN, hanya 0,01 atau 0,02 persen. Kalau mau memeriksa, periksa pengguna anggaran terbanyak," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Kata Fadli, lembaga eksekutif merupakan pengguna anggaran terbesar. Ia menyatakan Transparency International Indonesia (TII) harus melakukan survei secara transparan.

"DPR bukan pengguna anggaran terbesar, porsi terbesar di eksekutif. Bahwa ada di legislatif saya kira ada, yudikatif juga. Seharusnya lembaga seperti itu bisa menilai secara transparan dan objektif," ujarnya.

Soal survei yang dirilis TII, Fadli mengatakan, "Saya belum lihat sejauh mana melakukan survei, apakah melalui berita media atau memang melakukan investigasi di dalam lembaga tersebut di eksekutif atau legislatif. Kalau mau menggali, potensi terbesar di anggaran eksekutif," katanya.

Survei oleh Global Corruption Barometer (GCB) yang disusun TII memperlihatkan 65% masyarakat Indonesia menganggap level korupsi meningkat dalam 12 bulan terakhir.

Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat menempatkan DPR di peringkat pertama lembaga negara yang dianggap korup, diikuti birokrasi pemerintah, dan DPRD.

Komentar Netizen


Setelah membaca warta itu, beberapa netizen berkomentar. Saat warta ini ditulis, Rabu malam, 8 Maret 2017 sekitar pukul 21:15 WIB sudah ada 473 komentar, dari komentar itu, Riau JOS mengutip tiga komentar terfavorit.

Komentar terfavorit pertama, "Hahahahaha giliran survey bilang DPR adalah lembaga ter korup, ente bilang "itu kan Survei"... Pas di survei Anis menang, bilang "Saya yakin menang" hahahahaha ente waras???," tulis Jackylee sekitar 7 jam yang lalu.

Komentar terfavorit kedua, "manusia sampah, kalo survey pilkada yg mengunggulkan paslon no 3 sangat dipercaya dan disyukuri, kalo survey dpr paling korup tdk dipercaya dan dipertanyakan metode surveynya ...," tulis Wempy sekitar 8 jam yang lalu.

Terakhir, terfavorit ketiga, ada promosi iklan (tidak masuk kategori)..

Komentar pengganti, diurutan selanjutnya, menjadi terfavorit ketiga, "dari gerindra ini ya ? anda mau jkt dikelola org org seperti ini ????," Trio Mens.

Dari sekian komentar, rata-rata berkomentar negatif terhadap pemberitaan itu, ada yang positif, namun positif menyindir dengan cara memuji pernyataan Fadli.

Penelusuran Riau JOS, hanya satu komentar diatas yang positif, lainnya negatif semua. 1:99, satu komentar positif banding 99 komentar negatif.

Positif punya maksud, komentar yang mendukung pernyataan Fadli, sedangkan negatif pernyataan yang kontra dengan pendapat Fadli.