Enam Warga Bangladesh di Pekanbaru akan Dideportasi

RiauJOS.com, Pekanbaru - Enam warga asal Bangladesh di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau akan segera di deportasi, mereka diamankan pihak Imigrasi kelas I Pekanbaru, karena tidak memiliki sejumlah uang, dan juga keberadaannya tidak disertai dengan dokumen lengkap.

Dilaporkan Antara, mereka mempunyai sejumlah tiket pulang-pergi, pada tanggal 29 Maret mendatang mereka akan segera pulang.

"Tapi kami harus deportasi sebelum itu karena untuk apa lama-lama mereka kami tahan disini," ujar Kepala Kantor Imigrasi kelas I, Kota Pekanbaru, Pria Wibawa. Minggu kemarin, dikutip Riau JOS dari laman Antara.


Warga Bangladesh pada Jumat, 17 Maret di razia pihak kepolisian, lalu diserahkan ke pihak imigrasi, menurut hasil penyelidikan, pihak berwenang memastikan kedatangan mereka ke Kota Pekanbaru tidak mempunyai tujuan yang jelas, dan juga tidak mempunyai sejumlah uang

Diwartakan Antara, mereka datang menuju Kota Pekanbaru dengan Bus, lama perjalanan sekitar tiga hari. Selanjutnya, mereka diperiksa dan memiliki izin tinggal untuk kunjungan.

Negara Bangladesh sendiri masuk ke dalam daftar 175 bebas visa program peningkatan kunjungan wisatawan dari pemerintah pusat.

Pria Wibawa mengatakan, izin tinggal mereka sampai tanggal 17 April mendatang, namun setelah diperiksa, mereka tidak mempunyai sejumlah uang, dan tujuannya juga tidak jelas sedangkan keluarga penjamin juga tidak ada, "buat apa disini," ujarnya.

Menurut pengakuan mereka saat pemeriksaan, mereka masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan mengaku punya sejumlah uang, namun disimpan oleh salah seorang dari mereka, dan mengaku hilang, dan Pria Wibawa menyatakan, bahwa hal itu bukan menjadi urusan pihak imigrasi.

Keputusan untuk mendeportasi mereka, dilakukan oleh pihak imigrasi untuk mendorong keluarga dari keenam warga Bangladesh untuk mengirimkan sejumlah uang, karena negara Indonesia memang tidak mempunyai kewajiban untuk membiayai proses pemulangan mereka.

Langkah selanjutnya, Pria Wibawa mengatakan, pihaknya akan menyurati Kedutaan Besar Bangladesh agar memberikan sejumlah tiket pulang dari Pekanbaru menuju Jakarta.

Enam Warga Bangladesh di Pekanbaru akan Dideportasi

Enam Warga Bangladesh di Pekanbaru akan Dideportasi

RiauJOS.com, Pekanbaru - Enam warga asal Bangladesh di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau akan segera di deportasi, mereka diamankan pihak Imigrasi kelas I Pekanbaru, karena tidak memiliki sejumlah uang, dan juga keberadaannya tidak disertai dengan dokumen lengkap.

Dilaporkan Antara, mereka mempunyai sejumlah tiket pulang-pergi, pada tanggal 29 Maret mendatang mereka akan segera pulang.

"Tapi kami harus deportasi sebelum itu karena untuk apa lama-lama mereka kami tahan disini," ujar Kepala Kantor Imigrasi kelas I, Kota Pekanbaru, Pria Wibawa. Minggu kemarin, dikutip Riau JOS dari laman Antara.


Warga Bangladesh pada Jumat, 17 Maret di razia pihak kepolisian, lalu diserahkan ke pihak imigrasi, menurut hasil penyelidikan, pihak berwenang memastikan kedatangan mereka ke Kota Pekanbaru tidak mempunyai tujuan yang jelas, dan juga tidak mempunyai sejumlah uang

Diwartakan Antara, mereka datang menuju Kota Pekanbaru dengan Bus, lama perjalanan sekitar tiga hari. Selanjutnya, mereka diperiksa dan memiliki izin tinggal untuk kunjungan.

Negara Bangladesh sendiri masuk ke dalam daftar 175 bebas visa program peningkatan kunjungan wisatawan dari pemerintah pusat.

Pria Wibawa mengatakan, izin tinggal mereka sampai tanggal 17 April mendatang, namun setelah diperiksa, mereka tidak mempunyai sejumlah uang, dan tujuannya juga tidak jelas sedangkan keluarga penjamin juga tidak ada, "buat apa disini," ujarnya.

Menurut pengakuan mereka saat pemeriksaan, mereka masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan mengaku punya sejumlah uang, namun disimpan oleh salah seorang dari mereka, dan mengaku hilang, dan Pria Wibawa menyatakan, bahwa hal itu bukan menjadi urusan pihak imigrasi.

Keputusan untuk mendeportasi mereka, dilakukan oleh pihak imigrasi untuk mendorong keluarga dari keenam warga Bangladesh untuk mengirimkan sejumlah uang, karena negara Indonesia memang tidak mempunyai kewajiban untuk membiayai proses pemulangan mereka.

Langkah selanjutnya, Pria Wibawa mengatakan, pihaknya akan menyurati Kedutaan Besar Bangladesh agar memberikan sejumlah tiket pulang dari Pekanbaru menuju Jakarta.