Social Items

Amerika Serikat Kerahkan Drone Serbu Korea Selatan

RiauJOS.com, Amerika - Amerika Serikat mulai mengerahkan pesawat nirawak atau drone serbu ke Korea Selatan, menyusul pengerahan sistem anti peluru kendali yang bertujuan untuk mengantisipasi "provokasi" Korea Utara.

Pengerahan drone yang disebut Unmanned Aerial Systems (UAS) Gray Eagle itu adalah salah satu bagian dari rencana lebih besar untuk mendatangkan pesawat nirawak lain di setiap divisi Angkatan Darat AS.

"UAS menambah kemampuan intelijen dan pengintaian secara signifikan untuk pasukan AS di Korea dan rekanan kami di Korea Selatan," kata juru bicara pasukan Amerika Serikat untuk Korea, Christopher Bush, Senin, 13 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia yang mengutip dari Reuters.

Dia tidak mengatakan kapan tepatnya pesawat-pesawat itu tiba di Korea Selatan.

Korea Utara telah melaksanakan dua uji coba nuklir dan sejumlah percobaan rudal sejak awal tahun lalu, meski sudah dijatuhi sanksi oleh PBB.

Pekan lalu, duta besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan Washington tengah mengevaluasi strateginya untuk menghadapi Korea Utara dan "semua kemungkinan bisa diambil."

Gray Eagle adalah pesawat nirawak yang dibuat oleh perusahaan asal AS, General Atomics. Mereka akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, 180 kilometer dari Seoul, kata Bush, dan akan seterusnya berada di negara itu.

Pada 7 Maret kemarin, Amerika Serikat juga mengerahkan elemen pertama dari sistem anti rudal kontroversial, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Korea Selatan, meski ditentang oleh China.

Ketika sudah sepenuhnya beroperasi, senjata THAAD secara teoritis bisa menggunakan radarnya untuk melihat dan memonitor aktivitas di luar Korea Utara, menembus ke wilayah China.

Rusia juga khawatir pengerahan senjata ini bisa mengganggu keamanannya dan menilainya hanya akan berujung kebuntuan di Semenanjung Korea.

Korea Selatan akan menggelar pemilihan presiden 9 Mei nanti setelah pemakzulan Park Geun-hye. Masalah persenjataan asing di negara ini mungkin jadi isu yang bakal banyak diangkat dalam kampanye.

Amerika Serikat Kerahkan Drone Serbu Korea Selatan

Amerika Serikat Kerahkan Drone Serbu Korea Selatan

RiauJOS.com, Amerika - Amerika Serikat mulai mengerahkan pesawat nirawak atau drone serbu ke Korea Selatan, menyusul pengerahan sistem anti peluru kendali yang bertujuan untuk mengantisipasi "provokasi" Korea Utara.

Pengerahan drone yang disebut Unmanned Aerial Systems (UAS) Gray Eagle itu adalah salah satu bagian dari rencana lebih besar untuk mendatangkan pesawat nirawak lain di setiap divisi Angkatan Darat AS.

"UAS menambah kemampuan intelijen dan pengintaian secara signifikan untuk pasukan AS di Korea dan rekanan kami di Korea Selatan," kata juru bicara pasukan Amerika Serikat untuk Korea, Christopher Bush, Senin, 13 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia yang mengutip dari Reuters.

Dia tidak mengatakan kapan tepatnya pesawat-pesawat itu tiba di Korea Selatan.

Korea Utara telah melaksanakan dua uji coba nuklir dan sejumlah percobaan rudal sejak awal tahun lalu, meski sudah dijatuhi sanksi oleh PBB.

Pekan lalu, duta besar Amerika untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan Washington tengah mengevaluasi strateginya untuk menghadapi Korea Utara dan "semua kemungkinan bisa diambil."

Gray Eagle adalah pesawat nirawak yang dibuat oleh perusahaan asal AS, General Atomics. Mereka akan ditempatkan di Pangkalan Udara Kunsan, 180 kilometer dari Seoul, kata Bush, dan akan seterusnya berada di negara itu.

Pada 7 Maret kemarin, Amerika Serikat juga mengerahkan elemen pertama dari sistem anti rudal kontroversial, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Korea Selatan, meski ditentang oleh China.

Ketika sudah sepenuhnya beroperasi, senjata THAAD secara teoritis bisa menggunakan radarnya untuk melihat dan memonitor aktivitas di luar Korea Utara, menembus ke wilayah China.

Rusia juga khawatir pengerahan senjata ini bisa mengganggu keamanannya dan menilainya hanya akan berujung kebuntuan di Semenanjung Korea.

Korea Selatan akan menggelar pemilihan presiden 9 Mei nanti setelah pemakzulan Park Geun-hye. Masalah persenjataan asing di negara ini mungkin jadi isu yang bakal banyak diangkat dalam kampanye.