Anak TK yang Diterkam Harimau, Punggung dan Tengkuknya Dijahit

RiauJOS.com, Malang - Sungguh kasihan anak yang diterkam harimau benggala itu. Triana Ayu Putri (4) tahun, bersekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak di Kediri, Jawa Timur saat ini mendapat perawatan dari Rumah Sakit, punggung dan tengkuknya diberikan sejumlah jahitan.

Ibu korban, Ajeng Sulistyowati, ikut mendampingi wisata anaknya dan saat musibah itu sedang dituntunnya. 

Ajeng mengatakan, ia dan putrinya melintasi spot foto hewan untuk menuju pintu keluar. Dari arah berlawanan, seekor harimau Benggala berusia sekitar 7 bulan dengan bobot lebih dari 50 kilogram berjalan dituntun seorang keeper atau pawang.

"Anak-anak kecil lainnya yang saat itu ada di dekat tempat itu kemudian berteriak saat melihat harimau itu. Seketika itu tiba-tiba harimau menerkam ke arah putri saya," kata Ajeng ditemui di RS Baptis Kota Batu, Rabu, 15 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Liputan 6.

Cakar harimau itu pun mencengkeram punggung dan tengkuk korban. Sedangkan sang pawang tak kuasa mengendalikan satwa asal India itu. Ajeng menyebut tubuh putrinya sempat diseret beberapa langkah oleh kucing besar itu.

"Saya berusaha memukul agar hewan itu melepaskan cengkeramannya. Bahkan saya juga sempat dicakar," tutur Ajeng.

Situasi itu pun sempat membuat histeris pengunjung di tempat kejadian. Beruntung sang pawang dibantu seorang rekannya berhasil menarik jauh harimau itu. Korban sempat mendapat pertolongan pertama di klinik Jawa Timur Park II dan kemudian dirujuk ke RS Baptis untuk perawatan intensif.

Ajeng mengaku heran saat peristiwa nahas itu, tak terdengar tangisan dari putrinya. Namun tetap saja putrinya mengalami trauma dan dikhawatirkan terus muncul sampai saat dewasa. Pihak keluarga berharap ada bantuan pendampingan guna memulihkan traumatis tersebut.

"Anak saya sama sekali tak menangis. Tapi kami berharap didampingi untuk memulihkan traumanya. Sejauh ini biaya pengobatan siap ditanggung sampai sembuh oleh pihak Jawa Timur Park," urai Ajeng.

Kapolres Kota Batu, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, masih mendalami peristiwa ini guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Sejauh ini korban dan petugas Jawa Timur Park II telah dimintai keterangan.

"Nanti akan kita cek, bagaimana standar operasional prosedur di Jatim Park. Apakah sudah dilaksanakan oleh petugasnya atau tidak," ucap Simarmata usai menjenguk korban di RS Baptis.

Kepolisian belum dapat menyimpulkan kasus tersebut. Seluruh rangkaian olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi bakal dibuat berita acara pemeriksaan. Jika terbukti ada unsur kelalaian, petugas penjaga Harimau Benggala itu bisa saja dijadikan tersangka.

"Kami akan lihat semuanya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Saat ini belum bisa disimpulkan," ujar Simarmata.

Anak TK yang Diterkam Harimau, Punggung dan Tengkuknya Dijahit

Anak TK yang Diterkam Harimau, Punggung dan Tengkuknya Dijahit

RiauJOS.com, Malang - Sungguh kasihan anak yang diterkam harimau benggala itu. Triana Ayu Putri (4) tahun, bersekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak di Kediri, Jawa Timur saat ini mendapat perawatan dari Rumah Sakit, punggung dan tengkuknya diberikan sejumlah jahitan.

Ibu korban, Ajeng Sulistyowati, ikut mendampingi wisata anaknya dan saat musibah itu sedang dituntunnya. 

Ajeng mengatakan, ia dan putrinya melintasi spot foto hewan untuk menuju pintu keluar. Dari arah berlawanan, seekor harimau Benggala berusia sekitar 7 bulan dengan bobot lebih dari 50 kilogram berjalan dituntun seorang keeper atau pawang.

"Anak-anak kecil lainnya yang saat itu ada di dekat tempat itu kemudian berteriak saat melihat harimau itu. Seketika itu tiba-tiba harimau menerkam ke arah putri saya," kata Ajeng ditemui di RS Baptis Kota Batu, Rabu, 15 Maret 2017 dikutip Riau JOS dari laman Liputan 6.

Cakar harimau itu pun mencengkeram punggung dan tengkuk korban. Sedangkan sang pawang tak kuasa mengendalikan satwa asal India itu. Ajeng menyebut tubuh putrinya sempat diseret beberapa langkah oleh kucing besar itu.

"Saya berusaha memukul agar hewan itu melepaskan cengkeramannya. Bahkan saya juga sempat dicakar," tutur Ajeng.

Situasi itu pun sempat membuat histeris pengunjung di tempat kejadian. Beruntung sang pawang dibantu seorang rekannya berhasil menarik jauh harimau itu. Korban sempat mendapat pertolongan pertama di klinik Jawa Timur Park II dan kemudian dirujuk ke RS Baptis untuk perawatan intensif.

Ajeng mengaku heran saat peristiwa nahas itu, tak terdengar tangisan dari putrinya. Namun tetap saja putrinya mengalami trauma dan dikhawatirkan terus muncul sampai saat dewasa. Pihak keluarga berharap ada bantuan pendampingan guna memulihkan traumatis tersebut.

"Anak saya sama sekali tak menangis. Tapi kami berharap didampingi untuk memulihkan traumanya. Sejauh ini biaya pengobatan siap ditanggung sampai sembuh oleh pihak Jawa Timur Park," urai Ajeng.

Kapolres Kota Batu, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, masih mendalami peristiwa ini guna memastikan apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Sejauh ini korban dan petugas Jawa Timur Park II telah dimintai keterangan.

"Nanti akan kita cek, bagaimana standar operasional prosedur di Jatim Park. Apakah sudah dilaksanakan oleh petugasnya atau tidak," ucap Simarmata usai menjenguk korban di RS Baptis.

Kepolisian belum dapat menyimpulkan kasus tersebut. Seluruh rangkaian olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi bakal dibuat berita acara pemeriksaan. Jika terbukti ada unsur kelalaian, petugas penjaga Harimau Benggala itu bisa saja dijadikan tersangka.

"Kami akan lihat semuanya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Saat ini belum bisa disimpulkan," ujar Simarmata.