Ahok Djarot Walkout, Netizen Pertanyakan Keterlambatan KPUD dan Anies Sandi

RiauJOS.com, TrenSosial - Seorang Facebookers, Ade Amando yang juga seorang dosen menurut keterangan deskripsi profil facebooknya, membuat status facebook menggelitik, hingga statusnya itu mendapatkan reaksi dari netizen hingga dua ribuan respon emotikon.

Dia membuat status sekitar 18 jam yang lalu, Minggu 5 Maret 2017.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin, 6 Maret 2017, posting statusnya sudah diberikan 1,1 rb Komentar, dan 1,7 rb kali dibagikan. Berikut tulisannya:

ADA YANG BAU AMIS DENGAN KELAKUAN KPUD DKI DAN PASANGAN ANIES-SANDIAGA YANG MENYEBABKAN AHOK-DJAROT WALKOUT


Ahok dan Djarot akhirnya tidak menghadiri rapat pleno terbuka KPUD kemarin yang seharusnya menjadi titik awal dimulainya Putaran Kedua Pilkada DKI.

Ahok dan Djarot meninggalkan ruangan setelah acara tidak juga juga dimulai tanpa ada pemberitahuan KPUD walau sudah molor sekitar satu jam.

Layakkah tindakan Ahok Djarot?

Sangat layak.

Yang justru sekarang harus dipertanyakan adalah kelakuan KPUD dan pasangan Anies-Sandiaga.

Ada yang bau amis dengan kelakuan KPUD dan Anies-Sandiaga.

Begini kronologinya.

...

Dalam undangan, dinyatakan bahwa Rapat Pleno akan dimulai pukul 19.00

Pasangan Ahok-Djarot sudah datang sejak sebelum pukul 19.00.

Mereka ditempatkan di sebuah ruang tunggu VIP tanpa didampingi satu orang pun dari KPUD.

Pada pukul 19.00, tidak ada tanda-tanda acara akan dimulai.

Pasangan Anies-Sandi baru datang sesudah pukul 19.00.

Berita Kompas TV bahkan mengabarkan, pasangan Anies-Sandi baru datang pukul 19.30.

Rekaman CCTV kemudian menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandi melakukan makan malam dengan Ketua KPUD Sumarno.

Pasangan Ahok-Djarot didiamkan di ruang tunggu.

Pada pukul 20.00, karena acara tidak juga dimulai, Ahok-Djarot meninggalkan tempat.

Pukul 20.30, acara dimulai tanpa kehadiran Ahok-Djarot.

Ketua KPUD Sumarno menyatakan MEREKA TIDAK TAHU bahwa pasangan Ahok-Djarot menunggu di ruang tunggu VIP.

.....

Apakah ada kesengajaan?

Kalau kita ingin berprasangka baik, jawabannya adalah: tidak ada kesengajaan. KPUD cuma bodoh saja.

KPUD bodoh karena memulai acara molor 1,5 jam.

KPUD tolol karena tidak tahu pasangan Ahok-Djarot sudah menunggu di ruang tunggu VIP. Tidakkah panitia dari KPUD seharusnya melakukan kontak intensif dengan tim Ahok-Djarot dengan handphone, misalnya?

Tapi itu kalau kita ingin berprasangka baik.

Kalau kita ingin berprasangka buruk, jawabannya adalah: KPUD memang sengaja mempermalukan Ahok dan Djarot.

....

Jadi apa jawabannya: KPUD bodoh atau KPUD jahat?

Posting status diatas, reaksi atas artikel yang berjudul " Ahok-Djarot Walk Out, Ini Kata Anies…", bersumber dari website seword.com.

Ahok Djarot Walkout, Netizen Pertanyakan Keterlambatan KPUD dan Anies Sandi

Ahok Djarot Walkout, Netizen Pertanyakan Keterlambatan KPUD dan Anies Sandi

RiauJOS.com, TrenSosial - Seorang Facebookers, Ade Amando yang juga seorang dosen menurut keterangan deskripsi profil facebooknya, membuat status facebook menggelitik, hingga statusnya itu mendapatkan reaksi dari netizen hingga dua ribuan respon emotikon.

Dia membuat status sekitar 18 jam yang lalu, Minggu 5 Maret 2017.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin, 6 Maret 2017, posting statusnya sudah diberikan 1,1 rb Komentar, dan 1,7 rb kali dibagikan. Berikut tulisannya:

ADA YANG BAU AMIS DENGAN KELAKUAN KPUD DKI DAN PASANGAN ANIES-SANDIAGA YANG MENYEBABKAN AHOK-DJAROT WALKOUT


Ahok dan Djarot akhirnya tidak menghadiri rapat pleno terbuka KPUD kemarin yang seharusnya menjadi titik awal dimulainya Putaran Kedua Pilkada DKI.

Ahok dan Djarot meninggalkan ruangan setelah acara tidak juga juga dimulai tanpa ada pemberitahuan KPUD walau sudah molor sekitar satu jam.

Layakkah tindakan Ahok Djarot?

Sangat layak.

Yang justru sekarang harus dipertanyakan adalah kelakuan KPUD dan pasangan Anies-Sandiaga.

Ada yang bau amis dengan kelakuan KPUD dan Anies-Sandiaga.

Begini kronologinya.

...

Dalam undangan, dinyatakan bahwa Rapat Pleno akan dimulai pukul 19.00

Pasangan Ahok-Djarot sudah datang sejak sebelum pukul 19.00.

Mereka ditempatkan di sebuah ruang tunggu VIP tanpa didampingi satu orang pun dari KPUD.

Pada pukul 19.00, tidak ada tanda-tanda acara akan dimulai.

Pasangan Anies-Sandi baru datang sesudah pukul 19.00.

Berita Kompas TV bahkan mengabarkan, pasangan Anies-Sandi baru datang pukul 19.30.

Rekaman CCTV kemudian menunjukkan bahwa pasangan Anies-Sandi melakukan makan malam dengan Ketua KPUD Sumarno.

Pasangan Ahok-Djarot didiamkan di ruang tunggu.

Pada pukul 20.00, karena acara tidak juga dimulai, Ahok-Djarot meninggalkan tempat.

Pukul 20.30, acara dimulai tanpa kehadiran Ahok-Djarot.

Ketua KPUD Sumarno menyatakan MEREKA TIDAK TAHU bahwa pasangan Ahok-Djarot menunggu di ruang tunggu VIP.

.....

Apakah ada kesengajaan?

Kalau kita ingin berprasangka baik, jawabannya adalah: tidak ada kesengajaan. KPUD cuma bodoh saja.

KPUD bodoh karena memulai acara molor 1,5 jam.

KPUD tolol karena tidak tahu pasangan Ahok-Djarot sudah menunggu di ruang tunggu VIP. Tidakkah panitia dari KPUD seharusnya melakukan kontak intensif dengan tim Ahok-Djarot dengan handphone, misalnya?

Tapi itu kalau kita ingin berprasangka baik.

Kalau kita ingin berprasangka buruk, jawabannya adalah: KPUD memang sengaja mempermalukan Ahok dan Djarot.

....

Jadi apa jawabannya: KPUD bodoh atau KPUD jahat?

Posting status diatas, reaksi atas artikel yang berjudul " Ahok-Djarot Walk Out, Ini Kata Anies…", bersumber dari website seword.com.