Tim Paslon Temukan Dugaan DPT Ganda di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tim kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) Walikota menemukan dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda. Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru diminta segera menindaklanjuti temuan ini.

"Kita tidak mau Pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari ini berjalan tidak seperti yang diharapkan," kata Abu Bakar Sidik, Ketua Tim Koalisi Pemenangan Paslon Walikota nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (SUA) seperti dikutip Riau JOS dari laman Riau Terkini, soal temuan DPT ganda di Kulim, Tenayan Raya.

Abu Bakar mengatakan, dapat diduga DPT ganda itu memang ada. Saat ini timnya sedang mengumpulkan bukti bukti tersebut termasuk juga menghitung berapa banyak DPT ganda. DPT ganda ini merupakan perbuatan pidana.

"Karena setiap warga negara hanya memiliki satu suara hak politiknya. Jika ada yang dua hak suara, dia ataupun pihak pihak yang memfasilitasinya dapat diancam pidana," ujarnya.

Komisioner KPU Kota Pekanbaru, Abdul Rajak Jer mengakui, kemungkinan DPT ganda itu ada. Sebab, sifat sebuah data itu dinamis. Berubah. Apalagi yang direkap itu jumlahnya 500.000 jiwa.

"Kami tidak bisa menjamin pekerjaan pengumpulan data itu sempurna, perpeksionis, tidak ada salah," ucapnya.

Abdul Rajak menegaskan, jika pun ada DPT ganda, ia tidak akan bisa disalahgunakan oleh oknum penyelenggaraan Pilkada. Regulasi sekarang kian ketat, di mana Panwas menempatkan seorang personilnya di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di samping itu, Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada Pilkada sebelumnya, termasuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden 2014 lalu. Pada Pilkada sebelumnya, formulir (Form) C6 atau surat pemberitahuan untuk pemilih itu dulu dibagikan KPPS kepada pemilih. Regulasi sekarang tidak, C6 dibagikan KPPS sesuai data yang ada.

"Dan jika ditemukan pemilih yang tidak ada, mungkin dia karena pindah atau orangnya sudah meninggal dunia atau datanya ganda, maka form C6 direkap dan dilaporkan kembali oleh PPS beserta bukti fisiknya," terangnya.

Tim Paslon Temukan Dugaan DPT Ganda di Pekanbaru

Tim Paslon Temukan Dugaan DPT Ganda di Pekanbaru

RiauJOS.com, Pekanbaru - Tim kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) Walikota menemukan dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) ganda. Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru diminta segera menindaklanjuti temuan ini.

"Kita tidak mau Pilkada yang akan berlangsung pada 15 Februari ini berjalan tidak seperti yang diharapkan," kata Abu Bakar Sidik, Ketua Tim Koalisi Pemenangan Paslon Walikota nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah (SUA) seperti dikutip Riau JOS dari laman Riau Terkini, soal temuan DPT ganda di Kulim, Tenayan Raya.

Abu Bakar mengatakan, dapat diduga DPT ganda itu memang ada. Saat ini timnya sedang mengumpulkan bukti bukti tersebut termasuk juga menghitung berapa banyak DPT ganda. DPT ganda ini merupakan perbuatan pidana.

"Karena setiap warga negara hanya memiliki satu suara hak politiknya. Jika ada yang dua hak suara, dia ataupun pihak pihak yang memfasilitasinya dapat diancam pidana," ujarnya.

Komisioner KPU Kota Pekanbaru, Abdul Rajak Jer mengakui, kemungkinan DPT ganda itu ada. Sebab, sifat sebuah data itu dinamis. Berubah. Apalagi yang direkap itu jumlahnya 500.000 jiwa.

"Kami tidak bisa menjamin pekerjaan pengumpulan data itu sempurna, perpeksionis, tidak ada salah," ucapnya.

Abdul Rajak menegaskan, jika pun ada DPT ganda, ia tidak akan bisa disalahgunakan oleh oknum penyelenggaraan Pilkada. Regulasi sekarang kian ketat, di mana Panwas menempatkan seorang personilnya di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di samping itu, Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada Pilkada sebelumnya, termasuk Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden 2014 lalu. Pada Pilkada sebelumnya, formulir (Form) C6 atau surat pemberitahuan untuk pemilih itu dulu dibagikan KPPS kepada pemilih. Regulasi sekarang tidak, C6 dibagikan KPPS sesuai data yang ada.

"Dan jika ditemukan pemilih yang tidak ada, mungkin dia karena pindah atau orangnya sudah meninggal dunia atau datanya ganda, maka form C6 direkap dan dilaporkan kembali oleh PPS beserta bukti fisiknya," terangnya.