Social Items

Tiga Pria Bersenjatakan Pisau Mengamuk di Tiongkok, 8 Tewas

RiauJOS.com, Beijing - Delapan orang tewas di wilayah Xinjiang barat Tiongkok, termasuk tiga penyerang yang menghunus pisau. Insiden ini menjadi gelombang terbaru kekerasan di wilayah yang bergolak.

Menurut pernyataan di situs pemerintah daerah, serangan terjadi pada Selasa 14 Februari malam di daerah Pishan, Xinjiang selatan, kampung halaman bagi etnis Uighur minoritas Tiongkok. Dikatakan, tiga penyerang juga melukai lima korban lain sebelum ditembak mati oleh polisi.

Warga Uighur mayoritas Muslim, orang-orang yang berbahasa Turki, berbeda dari mayoritas nasional Tiongkok berbahasa Han. Mereka telah lama dongkol bawah kekuasaan Beijing, lebih dari 3.000 kilometer jauhnya dari Ibu Kota provinsi Urumqi.

Meski Xinjiang menjadi salah satu dari lima daerah otonom Tiongkok, warga Uighur sering dicekal meninggalkan wilayah tersebut dan menghadapi pembatasan lainnya yang ditetapkan oleh Beijing. Soal keamanan telah tergeser secara dramatis sejak kerusuhan mematikan anti-pemerintah meletus di Urumqi pada 2009.

Penduduk Terkungkung

Tiongkok mengatakan sedang berjuang menghadapi separatis dan militan Gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM), sementara aktivis Uighur yang berbasis di luar negeri berkata bahwa Beijing menindak kerukunan beragama dan ekspresi budaya atas nama memerangi terorisme.

Pernyataan itu tidak mengatakan apakah penyerang, Selasa, terkait dengan ETIM, yang telah merangkai serangan di dalam dan di luar Tiongkok. Para penyerang disebut 'kawanan preman' dan para pejabat mengatakan sudah mengendalikan 'ketertiban sosial' sambil terus menyelidiki insiden tersebut. Latar belakang etnis pihak penyerang dan korban-korban belum dipastikan.

Dilxat Raxit, juru bicara luar negeri bagi warga Uighur yang berhubungan dengan penduduk wilayah itu, berkata, pasukan keamanan setempat telah menempatkan Pishan di bawah kungkungan. Banyak petugas bersenjata menjaga jalan dan penduduk daerah itu dilarang meninggalkan kampung.

"Setidaknya dua warga Uighur sudah ditahan lantaran membagikan video kejadian," kata Raxit, seperti dikutip Riau JOS dari Metrotvnews yang mengutip News24 dari laporan Associated Press, Rabu.

Pihak berwenang biasanya menanggapi kekerasan atau kerusuhan di Xinjiang dengan blokade, razia di rumah-rumah, dan pembatasan telepon dan komunikasi internet. Sambungan telepon ke polisi setempat tidak terjawab pada Rabu.

Daerah Pishan berada di ujung selatan Xinjiang, berbatasan dengan Pakistan. Sementara Tiongkok telah mendorong bangsa Han untuk bergerak ke Xinjiang sebagai bagian dari upaya lebih luas menyudahi pergolakan di daerah itu. Han hanya satu persen di Pishan yang berpopulasi hampir 300 ribu orang.

Tiga Pria Bersenjatakan Pisau Mengamuk di Tiongkok, 8 Tewas

Tiga Pria Bersenjatakan Pisau Mengamuk di Tiongkok, 8 Tewas

RiauJOS.com, Beijing - Delapan orang tewas di wilayah Xinjiang barat Tiongkok, termasuk tiga penyerang yang menghunus pisau. Insiden ini menjadi gelombang terbaru kekerasan di wilayah yang bergolak.

Menurut pernyataan di situs pemerintah daerah, serangan terjadi pada Selasa 14 Februari malam di daerah Pishan, Xinjiang selatan, kampung halaman bagi etnis Uighur minoritas Tiongkok. Dikatakan, tiga penyerang juga melukai lima korban lain sebelum ditembak mati oleh polisi.

Warga Uighur mayoritas Muslim, orang-orang yang berbahasa Turki, berbeda dari mayoritas nasional Tiongkok berbahasa Han. Mereka telah lama dongkol bawah kekuasaan Beijing, lebih dari 3.000 kilometer jauhnya dari Ibu Kota provinsi Urumqi.

Meski Xinjiang menjadi salah satu dari lima daerah otonom Tiongkok, warga Uighur sering dicekal meninggalkan wilayah tersebut dan menghadapi pembatasan lainnya yang ditetapkan oleh Beijing. Soal keamanan telah tergeser secara dramatis sejak kerusuhan mematikan anti-pemerintah meletus di Urumqi pada 2009.

Penduduk Terkungkung

Tiongkok mengatakan sedang berjuang menghadapi separatis dan militan Gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM), sementara aktivis Uighur yang berbasis di luar negeri berkata bahwa Beijing menindak kerukunan beragama dan ekspresi budaya atas nama memerangi terorisme.

Pernyataan itu tidak mengatakan apakah penyerang, Selasa, terkait dengan ETIM, yang telah merangkai serangan di dalam dan di luar Tiongkok. Para penyerang disebut 'kawanan preman' dan para pejabat mengatakan sudah mengendalikan 'ketertiban sosial' sambil terus menyelidiki insiden tersebut. Latar belakang etnis pihak penyerang dan korban-korban belum dipastikan.

Dilxat Raxit, juru bicara luar negeri bagi warga Uighur yang berhubungan dengan penduduk wilayah itu, berkata, pasukan keamanan setempat telah menempatkan Pishan di bawah kungkungan. Banyak petugas bersenjata menjaga jalan dan penduduk daerah itu dilarang meninggalkan kampung.

"Setidaknya dua warga Uighur sudah ditahan lantaran membagikan video kejadian," kata Raxit, seperti dikutip Riau JOS dari Metrotvnews yang mengutip News24 dari laporan Associated Press, Rabu.

Pihak berwenang biasanya menanggapi kekerasan atau kerusuhan di Xinjiang dengan blokade, razia di rumah-rumah, dan pembatasan telepon dan komunikasi internet. Sambungan telepon ke polisi setempat tidak terjawab pada Rabu.

Daerah Pishan berada di ujung selatan Xinjiang, berbatasan dengan Pakistan. Sementara Tiongkok telah mendorong bangsa Han untuk bergerak ke Xinjiang sebagai bagian dari upaya lebih luas menyudahi pergolakan di daerah itu. Han hanya satu persen di Pishan yang berpopulasi hampir 300 ribu orang.